BBM Eceran Berpotensi Rugikan Konsumen, Diskoperindag Berau Imbau Beli di SPBU
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tanjung Redeb – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membeli bahan bakar minyak (BBM) eceran. Penjualan di tingkat pengecer dinilai berpotensi merugikan konsumen, terutama dari sisi takaran dan harga.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, mengatakan harga BBM eceran sekitar Rp15 ribu per liter kerap tidak sebanding dengan volume yang diterima pembeli.
“Jika dihitung, volume yang diterima tidak sampai satu liter, sehingga konsumen dirugikan,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut umumnya terjadi karena penggunaan alat ukur sederhana yang tidak terstandarisasi. Akibatnya, takaran BBM yang dijual menjadi tidak akurat.
Ia menambahkan, faktor situasi di lapangan juga memengaruhi perilaku konsumen. Dalam kondisi terburu-buru atau saat terjadi antrean panjang, masyarakat cenderung membeli tanpa mempertimbangkan perbandingan harga dan volume.
“Dalam kondisi tertentu, masyarakat bisa terdorong mengambil keputusan secara emosional,” kata dia.
Padahal, menurut Hotlan, pembelian BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) resmi lebih menguntungkan, baik dari sisi harga, takaran, maupun kualitas.
Diskoperindag Berau mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan mengutamakan pembelian di tempat resmi guna menghindari kerugian serta menjaga stabilitas distribusi energi di daerah. (tnr)
- Penulis: admin
