Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » BBM Subsidi Langka, Nelayan Tabalar Menjerit

BBM Subsidi Langka, Nelayan Tabalar Menjerit

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
  • visibility 491
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi persoalan utama bagi nelayan di Kecamatan Tabalar. Ketergantungan mereka pada sektor perikanan membuat akses terhadap BBM bersubsidi menjadi kebutuhan mendesak. Namun, hingga kini, pasokan yang terbatas kerap menghambat aktivitas melaut mereka.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau segera mencari solusi konkret agar para nelayan tidak semakin terhimpit akibat sulitnya memperoleh BBM. Dalam setiap reses yang digelar, keluhan ini selalu mencuat dari masyarakat Tabalar.

“Pendapatan ekonomi mereka bergantung pada hasil tangkapan laut. Tapi setiap kali saya turun ke lapangan, keluhan yang paling sering muncul adalah sulitnya mendapatkan BBM,” ujar Nurung, politisi Partai NasDem, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi ini memaksa nelayan membeli BBM dari pihak lain di luar SPBU resmi dengan harga yang jauh lebih mahal. Beban biaya operasional yang meningkat pun semakin menyulitkan mereka untuk bertahan.

Sebagai solusi jangka pendek, Nurung mengusulkan agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Tabalar. Dengan keberadaan SPBN, pasokan BBM dapat lebih mudah diakses oleh nelayan setempat.

“Sebenarnya, rencana pembangunan SPBN di Tabalar sudah pernah diajukan oleh Pemkab Berau melalui pihak ketiga. Tapi sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.

Untuk jangka panjang, Nurung menilai pembangunan SPBN permanen di Tabalar adalah langkah paling efektif. Rencana ini mulai terlihat nyata dengan adanya proyek pembangunan SPBN di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, yang telah berjalan pada tahun 2024.

“Kami berharap Pemkab Berau benar-benar serius menangani permasalahan ini. Sebab, masyarakat Tabalar sangat menggantungkan kehidupan mereka pada sektor perikanan. Jangan sampai keterlambatan penanganan membuat mereka semakin terpuruk,” tegasnya.

Dengan adanya dorongan dari DPRD, diharapkan Pemkab Berau segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan BBM yang selama ini menjadi momok bagi nelayan Tabalar bisa segera teratasi. (ADV/*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi untuk Kebersihan

    Sinergi untuk Kebersihan

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Untuk lebih meningkatkan kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat, Anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang memberikan apresiasinya kepada Rukun Tetangga (RT) dan Kelurahan yang rutin menggalakkan kegiatan kebersihan lingkungan. Gotong rotong menjaga kebersihan di lingkungan RT diaktakannga merupakan hal penting untuk menghindarkan masyarakat dari berbagai penyakit yang mengintai. “Saya sangat mengapresiasi untuk semua […]

  • 112 Rumah Warga Berau Dapat Bantuan Perbaikan Tahun Ini, Disperkim Mulai Petakan Lokasi

    112 Rumah Warga Berau Dapat Bantuan Perbaikan Tahun Ini, Disperkim Mulai Petakan Lokasi

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Berau mengalokasikan 112 unit bantuan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada anggaran murni tahun 2026. Kepala Bidang Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, mengatakan program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah yang tidak layak huni. “Untuk kegiatan BSPS tahun ini tersedia anggaran […]

  • Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Berau diwajibkan untuk mengonsumsi beras produksi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian setempat. Namun, jumlah beras yang wajib dikonsumsi mengalami penyesuaian, dari sebelumnya 10 kilogram menjadi 5 kilogram per bulan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini diambil […]

  • Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 849
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Beberapa hari terakhir, cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sistem informasi Sipongi yang dikembangkan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi acuan utama dalam pemantauan titik api di Indonesia. Sipongi berfungsi […]

  • ‎Menjaga Alam, Menggerakkan Ekonomi: Berau Bangun Proyek Ekonomi Biru

    ‎Menjaga Alam, Menggerakkan Ekonomi: Berau Bangun Proyek Ekonomi Biru

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 960
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau mulai menggerakan Konsep Blue Economy Project untung mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan khususnya di wilayah pesisir dan Kepulauan. Dalam menjalankan program ini bukan hanya melibatkan pariwisata, tetapi pengelolaan sumber daya alam dan penguatan ekonomi masyarakat juga sangat penting. ‎Pengembangan ekonomi biru merupakan bagian penting untuk pembangunan daerah lima tahun ke depan. […]

  • Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 317
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi pasca bencana banjir bandang di dua kampung terparah di Kecamatan Segah yakni Kampung Long Laai dan Long Ayap, memerlukan perhatian khusus. Hal ini diungkapkan Camat Segah, Noor Alam saat menghadiri rapat terbatas pembahasan penanganan bencana. “Yang jadi masalah saat ini di Kampung Long Laai dan Long Ayap, adalah kebutuhan penerangan atau […]

expand_less