Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Bupati Sri Juniarsih: Manguati Banua Bukan Sekadar Tradisi, tapi Aset Wisata

Bupati Sri Juniarsih: Manguati Banua Bukan Sekadar Tradisi, tapi Aset Wisata

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
  • visibility 676
  • print Cetak

Sambaliung- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Berau ke-71 dan Kota Tanjung Redeb yang ke-214, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar prosesi adat Manguati Banua di Keraton Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, Sabtu (14/9/2024).

Acara ini dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Gamalis, serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Para tokoh adat dan masyarakat setempat juga turut hadir dalam prosesi sakral ini.

Kesultanan Sambaliung, yang menjadi tuan rumah acara tersebut, memiliki sejarah panjang sebagai kerajaan yang menjunjung tinggi syariat Islam. Sejak masa pendirinya hingga kini, kerajaan ini dikenal dengan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai agama.

Prosesi Manguati Banua dimulai dengan pembacaan doa tolakbala, yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Doa tersebut diiringi alunan musik rebana yang membawa suasana penuh kegembiraan.

Setelah doa selesai, acara dilanjutkan dengan tradisi pemotongan “puncak rasul”—sebuah makanan khas Berau yang terbuat dari ketan dan disusun menyerupai tumpeng datar, lengkap dengan telur yang ditancapkan menggunakan lidi di sekelilingnya. Pemotongan simbolis ini dilakukan oleh Sultan Sambaliung, Datu Amir, yang kemudian memberikan potongan pertama kepada Bupati Sri Juniarsih.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih menekankan pentingnya prosesi adat Manguati Banua sebagai bagian dari pelestarian budaya Berau. Ia juga berharap agar prosesi ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, dengan melibatkan lebih banyak masyarakat untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam perayaan hari jadi Kabupaten Berau.

“Kami berharap ke depannya prosesi adat ini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, sehingga semakin banyak yang bisa merasakan kemeriahan hari jadi Berau,” ujar Sri Juniarsih.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa acara Manguati Banua tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan pariwisata budaya di Berau. Menurutnya, Pemkab Berau akan terus mendorong OPD terkait untuk mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya lokal.

“Pelestarian adat dan budaya asli Berau seperti Manguati Banua bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata yang unik dan otentik di daerah kita,” kata Sri Juniarsih.

Ia menambahkan, Pemkab Berau berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi wisata daerah agar berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami yakin, pariwisata berbasis budaya akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi warga Berau,” tutupnya. (yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Berau Siapkan Beasiswa untuk Anggota Paskibraka Terpilih

    Pemkab Berau Siapkan Beasiswa untuk Anggota Paskibraka Terpilih

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Sebanyak 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Berau resmi memasuki masa pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat). Kegiatan ini dimulai pada Senin, 4 Juli 2025, dan berlangsung di Balai Mufakat. Pelatihan tersebut menjadi tahap penting bagi para pelajar terpilih ini sebelum mereka mengemban tugas simbolik pada upacara pengibaran bendera Merah Putih, 17 Agustus […]

  • Lewat Program “BEST”, Karang Ambun Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik Prima

    Lewat Program “BEST”, Karang Ambun Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik Prima

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, meluncurkan program inovasi pelayanan publik bertajuk Karang Ambun BEST sebagai langkah untuk memperkuat kualitas layanan masyarakat. Program ini menitikberatkan pada digitalisasi, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas aparatur kelurahan. “BEST” merupakan akronim dari Berkelanjutan, Efisien, Sinergis, dan Tanggap, yang dirancang sebagai jawaban atas dinamika kebutuhan warga yang semakin […]

  • Pastikan Tak Ada Jual Beli Seragam di Sekolah, Program Seragam Gratis Mulai Tahun Depan

    Pastikan Tak Ada Jual Beli Seragam di Sekolah, Program Seragam Gratis Mulai Tahun Depan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pendidikan Berau, melarang segala bentuk praktik jual beli seragam, khususnya seragam nasional, di sekolah negeri. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen Pemkab dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan tanpa beban bagi semua kalangan. “Tidak boleh ada sekolah negeri yang memaksa orang tua untuk membeli seragam di […]

  • Cegah Lahan Pertanian Berubah Jadi Permukiman, Berau Sahkan Perda LP2B

    Cegah Lahan Pertanian Berubah Jadi Permukiman, Berau Sahkan Perda LP2B

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BERAU – Perlindungan masyarakat adat hingga upaya menahan laju alih fungsi lahan pertanian menjadi fokus dalam empat peraturan daerah baru yang disahkan Pemerintah Kabupaten Berau bersama DPRD Berau. Empat regulasi tersebut mendapat persetujuan dalam rapat paripurna DPRD Berau, Rabu, 26 Agustus 2026. Salah satu aturan yang dinilai strategis adalah Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau […]

  • Penyu Raksasa Ditemukan Mati di Derawan, Diduga Terkena Baling-Baling Speedboat

    Penyu Raksasa Ditemukan Mati di Derawan, Diduga Terkena Baling-Baling Speedboat

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 726
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Derawan – Seekor penyu hijau raksasa ditemukan mati terdampar di pantai Pulau Derawan, Sabtu (13/7/2024). Diduga, penyu tersebut mati akibat terluka parah akibat baling-baling speedboat. Penemuan ini mengejutkan para staf Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau – BKSDA Kaltim yang tiba di lokasi. Diperkirakan penyu tersebut telah mati selama 4 hari, dilihat dari kondisinya […]

  • Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Petani di Kabupaten Berau saat ini sudah mulai memproduksi pupuk lokal. Namun, dukungan yang ada masih sangat kurang. Padahal pupuk ini berpotensi dipasarkan tak hanya dalam daerah saja, tapi juga bisa keluar Berau. “Kampung Kayu Indah Kecamatan Batu Putih sudah bisa membuat pupuk sendiri. Itu perlu didukung semua pihak terutama Pemkab Berau. […]

expand_less