Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Ekonomi Kreatif Berau 2024-2028: Langkah Strategis Menuju Wisata Berkelanjutan

Ekonomi Kreatif Berau 2024-2028: Langkah Strategis Menuju Wisata Berkelanjutan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
  • visibility 1.292
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Berau menggelar rapat koordinasi yang dibuka langsung oleh Pjs. Bupati Berau, Sufian Agus, pada Senin (4/11/2024) lalu di Gedung Balai Mufakat. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berbagai stakeholder terkait dalam upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Berau.

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Berau, Sufian Agus, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya memperkuat komitmen untuk memajukan sektor ekonomi kreatif yang sejalan dengan Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Ekraf) 2024-2028. Menurutnya, pengembangan sektor ini memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah, khususnya di tengah potensi Kabupaten Berau sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

“Ekonomi kreatif adalah sektor yang sangat penting untuk diprioritaskan. Saya harap enam sub sektor yang kami rencanakan untuk dikembangkan dapat memberi dampak positif, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat daya tarik pariwisata Berau,” ujarnya.

Enam sub sektor ekonomi kreatif yang dimaksud terdiri dari tiga sub sektor unggulan dan tiga sub sektor potensial. Sub sektor unggulan meliputi wastra dan kriya, kuliner, serta seni pertunjukan. Sementara itu, tiga sub sektor potensial lainnya adalah industri kreatif seperti fotografi, video, film, industri musik, dan aplikasi.

Sufian Agus berharap setiap sub sektor ini dapat dikembangkan secara optimal dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Berau. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan dan pendampingan kepada para pengrajin dan pelaku seni lokal.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Majid, turut memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif ini. Dalam kesempatan tersebut, Majid mengungkapkan bahwa Kriya dan Wastra Kabupaten Berau memiliki keunikan tersendiri, seperti batik khas Berau yang telah dikenal luas. Selain itu, kesenian lokal yang terus lestari juga menjadi potensi besar dalam meningkatkan daya tarik wisata.

“Kriya dan Wastra kami sangat luar biasa. Batik khas Berau adalah salah satu contoh produk kreatif yang dapat diangkat lebih jauh. Kami akan terus berupaya mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dengan melibatkan sektor ekonomi kreatif sebagai pendorong utama,” pungkas Majid.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sektor ekonomi kreatif dapat tumbuh dan berkembang, memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Berau, serta mendukung pariwisata sebagai sektor unggulan yang berkelanjutan. (ADV/Tim)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Masih Mengepung Tanjung Selor, Akses Lalu Lintas Terganggu

    Banjir Masih Mengepung Tanjung Selor, Akses Lalu Lintas Terganggu

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 894
    • 0Komentar

    Tanjung Selor – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Kayan sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir kiriman yang masih mengepung sebagian besar wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Hingga Senin siang, 19 Mei 2025, genangan air setinggi lutut orang dewasa masih merendam sejumlah ruas jalan utama, menghambat aktivitas warga. Pantauan IT-News.id pada pukul […]

  • RAPBD 2025 Disetujui di Angka Rp5,2 Triliun

    RAPBD 2025 Disetujui di Angka Rp5,2 Triliun

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Setelah dipaparkan oleh Bupati Berau beberapa waktu lalu, kemudian dibahas bersama DPRD Berau dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2025 disepakati di angka Rp5,2 Triliun. Dalam kesepakatan RAPBD itu bisa dirincikan untuk pendapatan Rp4,7 Triliun lebih, belanja Rp5,2 Triliun, defisit di angka Rp488 Miliar […]

  • 15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

    15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR — Keberadaan pasar sore di kawasan permukiman Jalan Suprapto, Kabupaten Bulungan, kembali menuai keluhan warga. Selama hampir 16 tahun, aktivitas pasar di tengah lingkungan tempat tinggal itu belum memiliki kepastian relokasi dari pemerintah daerah. Salah satu warga, Vivy, menyatakan penolakan terhadap keberadaan pasar yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. Ia menyebut sebagian warga sebenarnya […]

  • Utang Piutang Berujung Teror: Kronologi Perampokan Satu Keluarga di Samarinda

    Utang Piutang Berujung Teror: Kronologi Perampokan Satu Keluarga di Samarinda

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Modus pura-pura menjadi kurir paket dipakai komplotan perampok bersenjata untuk menyatroni sebuah rumah di Jalan KH Harun Nafsi Gang Pandan, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda. Aksi yang menyasar satu keluarga itu kini terungkap, empat orang terduga pelaku sudah ditangkap aparat kepolisian. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja tim gabungan Polsek […]

  • Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Petani kelapa sawit di Kabupaten Berau tidak termasuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi. Hal itu berlaku sejak Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Tahun 2022 diterapkan, yaitu pemerintah hanya memberikan subsidi pupuk untuk sembilan komoditas. Dari yang sebelumnya mencakup 70 komoditas, kini hanya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta beberapa komoditas hortikultura dan […]

  • Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

    Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kurangnya tenaga profesional untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD setempat. Komisi I DPRD Berau menilai bahwa pelayanan kesehatan mental di daerah ini masih jauh dari memadai dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyatakan bahwa ketersediaan tenaga […]

expand_less