Gamalis: LPM Harus Aktif, Bukan Sekadar Nama di Struktur Desa
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
- visibility 243
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB- Pemkab Berau menaruh perhatian pada penguatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di tingkat desa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan bahwa kehadiran LPM tak sekadar simbol formal kelembagaan desa, tetapi justru menjadi titik temu antara warga dan pemerintah kampung.
“Kami ingin LPM bukan hanya ada di struktur, tapi aktif menggerakkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pembangunan,” ujarnya saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas LPM di Tanjung Redeb, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, keberadaan LPM sangat strategis sebagai mitra pemerintah kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK). Fungsi mereka bukan hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga menjembatani kepentingan antara masyarakat dan pengambil kebijakan di tingkat kampung.
“Peran mereka harus ditopang oleh kapasitas kelembagaan yang mumpuni. Tanpa itu, pemberdayaan masyarakat akan mandek di tataran slogan,” kata Gamalis.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai elemen desa, pemerintah kampung, BPK, dan lembaga kemasyarakatan seperti LPM.
Dalam pelatihan yang digelar beberapa hari terakhir, sebanyak 50 orang perwakilan LPM dan kepala kampung dari berbagai wilayah di Berau dilibatkan. Pelatihan ini, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tentram Rahayu, merupakan tahap pertama dari program pelatihan bertahap yang menyasar seluruh kampung di tahun 2025.
“Kami menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri agar peserta juga bisa mendapat gambaran lebih luas soal kebijakan nasional dalam penguatan desa,” ujar Tentram.
Ia menambahkan, pola pembangunan desa yang saat ini berkembang semakin menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan kolaboratif.
“Dalam konteks itu, LPM dinilai sebagai aktor penting yang mampu mendorong potensi lokal agar dapat dioptimalkan untuk pembangunan kampung secara berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar