Jepang Lirik Kakao Berau hingga 500 Ton per Tahun, Produksi Jadi Tantangan
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

TANJUNG REDEB – Peluang pasar ekspor kakao Kabupaten Berau semakin terbuka. Setelah menembus Prancis, Swiss, Belanda dan Amerika Serikat, permintaan kini juga disebut datang dari Jepang dengan kebutuhan yang dapat mencapai 500 ton biji kakao fermentasi per tahun.
Peluang tersebut jauh lebih besar dibandingkan volume ekspor kakao Berau saat ini. Pada 2026, total ekspor kakao Berau tercatat lebih dari 11,5 ton dengan tujuan utama Prancis dan Swiss.
Sementara sepanjang 2023 hingga 2025, volume kakao yang telah dikapalkan ke pasar internasional mencapai sekitar 23 ton. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan daya tarik kakao daerah itu terletak pada cita rasa khas yang dimilikinya.
“Cita rasa yang sangat khas dan seimbang antara rasa pahit dan asam segar, membuat pasar dunia terpikat,” kata Sri Juniarsih.
Menurut dia, kualitas tersebut harus dijaga karena menjadi salah satu modal kakao Berau untuk bersaing di pasar global.
“Cita rasa uniknya lah yang menjadikan coklat kita digandrungi wisatawan. Dan ini yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Selain peluang dari Jepang, Pemkab Berau juga telah menandatangani MoU dengan perusahaan di Prancis terkait kebutuhan kakao hingga 50 ton per tahun.
Artinya, peluang permintaan dari kedua pasar tersebut dapat mencapai ratusan ton per tahun apabila dapat direalisasikan.
Namun besarnya permintaan itu sekaligus menunjukkan tantangan produksi yang harus dihadapi Berau.
Volume ekspor yang saat ini masih berada pada kisaran belasan ton perlu ditingkatkan apabila daerah ingin memenuhi permintaan pasar dalam skala yang jauh lebih besar.
Kakao Berau memiliki modal dari sisi kualitas. Biji kakao kering fermentasi daerah itu disebut telah memenuhi standar mutu internasional serta memiliki Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum.
Sejumlah pasar luar negeri juga telah lebih dahulu menerima komoditas tersebut, mulai dari Prancis, Belanda, hingga Amerika Serikat.
Produsen cokelat asal Prancis, Valrhona, menjadi salah satu perusahaan yang disebut menaruh minat terhadap kakao Berau.
Terbukanya peluang pasar Jepang hingga 500 ton per tahun kini menjadi kesempatan sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah dan pekebun untuk meningkatkan produksi tanpa mengorbankan kualitas yang menjadi ciri khas kakao Berau. (adv/affn)
- Penulis: admin

