Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Kabut Asap hingga Keluhan Pelayanan Publik Masuk Radar Pemantauan Politik Kaltim

Kabut Asap hingga Keluhan Pelayanan Publik Masuk Radar Pemantauan Politik Kaltim

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • print Cetak

SAMARINDA – Persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM), ketenagakerjaan, hingga pelayanan publik menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memantau perkembangan politik dan sosial di daerah. Sejumlah isu tersebut dinilai perlu mendapat pengawasan dan koordinasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur mencatat dinamika sosial dan politik sepanjang Januari hingga Juni 2026 secara umum masih dapat dikendalikan. Namun, sejumlah persoalan yang muncul di tengah masyarakat tetap membutuhkan penanganan lintas instansi.

Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, mengatakan pemerintah daerah perlu memperkuat pemetaan terhadap berbagai isu yang berkembang, termasuk aspirasi masyarakat, pemerataan pembangunan, serta persoalan sosial dan ekonomi.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah yang digelar di Hotel Five Premiere, Samarinda, Rabu, 14 Oktober 2026.

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Kesbangpol Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, bersama perwakilan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait.

Menurut Arih, pemantauan politik tidak semata-mata berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan umum ataupun pemilihan kepala daerah. Pemerintah juga perlu mencermati bagaimana masyarakat merespons kebijakan publik dan menyampaikan aspirasi mereka.

“Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran situasi yang objektif, mengidentifikasi persoalan sejak dini, serta mendorong penyelesaian masalah secara tepat dan proporsional,” terangnya.

Karhutla dan Kabut Asap Ikut Jadi Perhatian

Selain persoalan politik dan pelayanan publik, Kesbangpol Kaltim menaruh perhatian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

Untuk evaluasi periode Juli hingga September 2026, tim pemantauan diminta memperhatikan perkembangan aspirasi masyarakat, ketertiban umum, serta dampak bencana terhadap kehidupan sosial.

Kabut asap akibat karhutla menjadi salah satu persoalan yang memerlukan koordinasi antarlembaga. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

Pemerintah daerah menilai berbagai persoalan tersebut harus dipetakan berdasarkan penyebab, pihak yang terlibat, respons instansi berwenang, serta perkembangan penyelesaiannya.

Informasi yang bersumber dari media daring maupun kanal lainnya juga diminta melalui proses verifikasi sebelum dimasukkan ke dalam laporan pemantauan.

Langkah itu diperlukan untuk memastikan setiap laporan memiliki dasar informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kesbangpol Minta Laporan Tak Sekadar Catat Peristiwa

Arih menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam penyusunan laporan perkembangan politik daerah. Menurut dia, laporan tidak cukup hanya berisi daftar kejadian tanpa memberikan gambaran mengenai penyebab dan langkah penyelesaiannya.

“Laporan Tim diharapkan tidak hanya memuat rangkuman peristiwa, tetapi juga dilengkapi analisis situasi, potensi perkembangan, langkah penanganan, status penyelesaian, serta rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah,” terangnya.

Karena itu, setiap instansi yang terlibat diharapkan aktif menyampaikan informasi mengenai persoalan yang ditangani, kendala di lapangan, hingga rencana tindak lanjut.

Kesbangpol juga mendorong pertukaran informasi antarlembaga agar potensi persoalan dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, pemerintah diharapkan tidak hanya merespons ketika masalah telah berkembang, tetapi juga mampu melakukan langkah pencegahan.

Kejelasan penanganan setiap aspirasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Meski memperkuat pemantauan, pemerintah menegaskan pelaksanaannya harus tetap menjunjung objektivitas dan menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sesuai peraturan perundang-undangan.

“Dengan pemantauan yang terarah dan tindak lanjut yang jelas, diharapkan tercipta kondisi daerah yang kondusif, pelayanan publik yang semakin baik, serta kehidupan demokrasi di Kalimantan Timur yang semakin berkualitas,” tutupnya.(*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎PJU Jadi Benteng Keamanan Malam Hari, DPRD Desak Pemerataan hingga Pelosok Berau

    ‎PJU Jadi Benteng Keamanan Malam Hari, DPRD Desak Pemerataan hingga Pelosok Berau

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.591
    • 0Komentar

    ‎BERAU – Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali menjadi sorotan dalam upaya menjaga keamanan warga di Kabupaten Berau. Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat hingga larut malam. ‎Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna, menegaskan bahwa lingkungan gelap merupakan salah satu pemicu meningkatnya risiko kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, penyediaan PJU harus dipandang sebagai bagian dari perlindungan […]

  • Pemkab Berau Perkuat Dermaga dan Jalur Distribusi demi Tekan Harga Bahan Pokok

    Pemkab Berau Perkuat Dermaga dan Jalur Distribusi demi Tekan Harga Bahan Pokok

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan pengendalian inflasi dan percepatan pembangunan infrastruktur penghubung kampung tetap menjadi fokus utama pada 2026. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat distribusi logistik hingga wilayah pesisir dan pedalaman. Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Berau, Andi Marewangeng, mengatakan kondisi perekonomian daerah sejauh ini masih […]

  • Pemerintah Prioritaskan Lansia dalam Kuota Haji Berau 2026, Total Jamaah Capai 213 Orang

    Pemerintah Prioritaskan Lansia dalam Kuota Haji Berau 2026, Total Jamaah Capai 213 Orang

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kuota haji untuk Kabupaten Berau pada 2026 dipastikan tidak akan terbuang. Jika kuota yang tersedia tidak terpenuhi, pemerintah akan mengalihkannya ke daerah lain. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Berau, Hindun Nahdiani, mengatakan pemerintah memastikan setiap kuota haji dapat dimanfaatkan secara optimal. “Tidak ada kuota yang terbuang. Kalau […]

  • Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 881
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) kembali menjadi keluhan bagi masyarakat, terutama pedagang kecil. Salah satunya, Idawati, seorang pedagang kaki lima yang mengaku seringkali kesulitan mendapatkan pasokan gas melon untuk menjalankan usahanya. “Sering sekali saya harus mencari gas ke beberapa pangkalan, tapi seringkali habis. Kalau pun ada di tingkat pengecer, harga sudah […]

  • Meningkatkan Keakuratan Bansos Berau: Pendataan Ulang Mewujudkan Keadilan Sosial

    Meningkatkan Keakuratan Bansos Berau: Pendataan Ulang Mewujudkan Keadilan Sosial

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — Ketua DPRD Berau, Madri Pani, menyoroti penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di wilayahnya yang dinilai belum tepat sasaran. Ia mendesak Pemkab Berau untuk melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat tidak mampu agar bansos dapat tersalurkan secara merata. “Data yang ada harus dicek ulang agar pembagian bansos dapat merata dan tersalur ke masyarakat yang […]

  • Cerita Jadi Media Edukasi, Pemkab Berau Perkuat Peran Guru Lewat Pelatihan Bertutur

    Cerita Jadi Media Edukasi, Pemkab Berau Perkuat Peran Guru Lewat Pelatihan Bertutur

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Dalam upaya memperkuat fondasi literasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menyelenggarakan Pelatihan Bertutur pada 1–2 Agustus 2025. Kegiatan ini digelar di aula Dispusip dan melibatkan 35 peserta dari berbagai latar belakang profesi. Para peserta terdiri dari guru sekolah dasar atau sederajat, pengelola perpustakaan kampung, pengurus […]

expand_less