Komisi III Minta Pemerintah Sediakan Wadah Anak Muda: Bukan Hanya Mengawasi, Tapi Hadirkan Alternatif Sehat
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- visibility 421
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Di tengah meningkatnya kecemasan publik soal pergaulan bebas di kalangan remaja, Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, menilai ada persoalan lain yang tak kalah mendesak, terbatasnya ruang kegiatan positif bagi generasi muda di Bumi Batiwakkal.
Oktavia mengatakan bahwa seruan kepada orang tua untuk memperketat pengawasan memang penting, tetapi tidak cukup. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab menyediakan fasilitas yang memungkinkan remaja menyalurkan minat, bakat, dan energi mereka secara konstruktif.
Ia menilai maraknya pergaulan anak muda bukan hanya soal lemahnya kontrol keluarga, tetapi juga akibat minimnya pilihan ruang publik dan aktivitas alternatif.
“Sebelum menunjuk siapa yang salah, coba lihat lingkungan kita. Berapa banyak ruang terbuka, pusat kreativitas, atau fasilitas olahraga yang bisa diakses remaja tanpa biaya?” katanya.
Ketiadaan aktivitas yang positif, lanjutnya, membuat remaja lebih rentan terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah merancang program yang lebih terarah, mulai dari pelatihan seni, kegiatan olahraga, hingga program kewirausahaan untuk anak muda.
Oktavia berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dapat berjalan beriringan untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman sekaligus produktif bagi generasi muda.
“Tidak adil jika kita hanya menuntut pengawasan, sementara pilihan kegiatan sehat untuk mereka masih sangat terbatas,” ujarnya. (adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar