Siapkan Strategi Pemulihan Kerja Melalui Ekonomi Kreatif
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Di tengah geliat ekonomi yang terus berubah, kabar penutupan salah satu perusahaan besar di Berau menjadi pukulan berat bagi ribuan pekerja yang menggantungkan hidup pada sektor industri tersebut. Namun bagi Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong, kabar ini bukan hanya peristiwa — tapi sinyal peringatan bahwa daerah harus bergerak lebih cepat.
Baginya, kehilangan pekerjaan bukan sekadar hilangnya pemasukan. Ia bisa merembet pada stabilitas ekonomi keluarga, konsumsi masyarakat, bahkan daya beli daerah. Maka langkah pemerintah tidak boleh menunggu efek domino terjadi.
“Penutupan perusahaan ini berdampak besar. Pemerintah harus segera menyusun langkah konkret untuk pekerja terdampak,” tegas Feri.
Feri menilai, penanganan tidak cukup hanya pada pendataan tenaga kerja yang kehilangan penghasilan. Pemerintah harus mulai merancang strategi transisi agar ribuan pekerja yang terdampak tidak berhenti di tengah jalan ekonomi mereka. Selain itu, para pekerja harus memiliki skill ekonomi kreatif agar permasalahan pekerjaan di Kabupaten Berau tidak terlalu pengaruh.
Pendekatan yang ia dorong mencakup:
✔ Pendataan pekerja korban pemutusan hubungan kerja
✔ Penyaluran ke lapangan kerja baru
✔ Pelatihan keterampilan & peningkatan kompetensi (upskilling–reskilling)
✔ Kolaborasi dengan sektor swasta, industri & perusahaan rekrutmen
“Pemerintah bisa memfasilitasi pelatihan agar para pekerja mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.
SDM Bukan Korban — Mereka Adalah Aset
Feri juga meminta Pemkab memperkuat komunikasi dengan perusahaan lain di Berau agar potensi PHK berantai dapat dicegah. Baginya, tenaga kerja adalah investasi jangka panjang yang tak boleh dibiarkan kehilangan arah.
Ketika pekerja kehilangan pekerjaan — UMKM lesu, konsumsi melambat, dan pertumbuhan daerah ikut menurun. Karena itu, keberpihakan pemerintah pada penyelamatan tenaga kerja berarti menjaga denyut ekonomi masyarakat secara luas.
“Jangan sampai masalah ini menimbulkan persoalan-persoalan turunan di masyarakat,” ucapnya. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar