Status Pengelolaan Kakaban Masih Negosiasi, Berau Ingin Tetap Terlibat
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak

BERAU — Status pengelolaan destinasi wisata Pulau Kakaban masih dalam tahap pembahasan antara Pemerintah Kabupaten Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Negosiasi dilakukan untuk mencari skema pengelolaan yang melibatkan kedua pihak.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pengelolaan Pulau Kakaban sejak 2023 berada di bawah kewenangan provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.
“Kita sedang bernegosiasi, karena sebelumnya Pemkab Berau juga sudah membangun fasilitas di sana. Selain itu, wilayahnya juga berada di Berau, jadi kami tetap ingin terlibat dalam pengelolaannya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan staf ke Samarinda untuk melakukan konsultasi dengan pemerintah provinsi guna mencari titik temu dalam pengelolaan destinasi tersebut.
“Mudah-mudahan ada titik temu, sehingga ke depan pengelolaan Kakaban bisa dilakukan melalui kerja sama dengan provinsi,” katanya.
Di sisi lain, aktivitas wisata di kawasan Danau Kakaban mulai kembali berjalan. Dermaga wisata yang sempat ditutup kini telah dibuka kembali sejak pertengahan 2024.
Kondisi ekosistem danau juga dilaporkan berangsur stabil setelah sebelumnya mengalami penurunan populasi ubur-ubur pada akhir 2023.
“Per April 2026, ribuan ubur-ubur masih ada di danau. Mereka tidak hilang, hanya berpindah ke sisi lain danau,” jelasnya.
Namun, pemerintah menetapkan aturan baru pada 2026 yang melarang aktivitas berenang di dalam danau sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem.
Selain itu, wisatawan juga diimbau mematuhi sejumlah ketentuan, seperti tidak menggunakan tabir surya di dekat air, tidak memakai kaki katak, serta memastikan peralatan dalam kondisi bersih dengan pengawasan pemandu lokal.
Pemerintah berharap pengelolaan Pulau Kakaban ke depan dapat dilakukan secara kolaboratif, sehingga potensi wisata tetap berkembang tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan. (tnr)
- Penulis: admin
