Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TBM Enggang Jagad Dorong Literasi Pesisir, Targetkan 100 Tulisan Warga Eka Sapta

TBM Enggang Jagad Dorong Literasi Pesisir, Targetkan 100 Tulisan Warga Eka Sapta

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

BERAU – Taman Bacaan Masyarakat atau TBM Enggang Jagad menggelar Lokakarya Pengembangan Budaya Baca dan Tulis di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, pada 1–3 September 2026. Sebanyak 150 peserta dari kalangan remaja, pegiat literasi sekolah hingga kader pemberdayaan masyarakat dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Pembukaan Lokakarya Pesisir Eka Sapta dihadiri Camat Talisayan Mutmainah, perwakilan Balai Bahasa Kalimantan Timur Bidang Literasi Amien Wangsitalaja, serta Kepala Cabang Dinas Wilayah VI Provinsi Kalimantan Timur Ahmadong yang membuka kegiatan secara resmi.

Lokakarya tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan berupa Fasilitasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026.

Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kegemaran membaca, meningkatkan kemampuan menulis, sekaligus menjadi langkah awal pembentukan komunitas literasi di Kampung Eka Sapta.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan di Gedung Serba Guna Kampung Eka Sapta. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri atas 50 remaja calon pegiat literasi, 50 pegiat literasi sekolah, serta 50 peserta dari TP-PKK, Dasawisma, Posyandu dan perwakilan ibu rumah tangga.

Ketua TBM Enggang Jagad, Karyani Tri Tialani, menjelaskan dalam proposal kegiatan bahwa lokakarya tersebut dilatarbelakangi masih terbatasnya akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan ruang untuk berekspresi, khususnya di wilayah pesisir.

Kampung Eka Sapta dinilai memiliki potensi sumber daya manusia dan kekayaan lokal yang dapat dikembangkan melalui penguatan budaya membaca dan menulis.

TBM Enggang Jagad memandang taman bacaan tidak hanya sebagai tempat menyimpan dan membaca buku. Keberadaan TBM juga diharapkan menjadi ruang publik, pusat kreativitas hingga wadah pembelajaran masyarakat sepanjang hayat.

“Yang kami dapatkan di kampung ini belum ada komunitas literasi,” demikian latar belakang proposal tersebut.

Karena itu, salah satu target kegiatan adalah menginisiasi pembentukan komunitas literasi Kampung Eka Sapta. Komunitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan membaca sekaligus menjalankan gerakan literasi secara mandiri.

Tiga Hari dengan Fokus Berbeda

Lokakarya berlangsung dengan tema dan sasaran berbeda setiap harinya.

Pada Selasa, 1 September 2026, kegiatan difokuskan pada peningkatan kompetensi calon pegiat literasi kampung serta kampanye motivasi pendirian Taman Bacaan Masyarakat.

Peserta mendapat pembekalan mengenai tata kelola TBM, strategi menciptakan aktivitas membaca yang menarik, hingga penyusunan rencana aksi untuk merintis pojok baca maupun taman bacaan secara mandiri.

Kegiatan pada hari pertama juga diarahkan untuk membentuk struktur awal komunitas atau TBM. Peserta diharapkan dapat menyusun rencana konkret, mulai dari penentuan lokasi hingga sistem pengelolaannya.

Pada hari kedua, Rabu, 2 September 2026, kegiatan menyasar pegiat literasi sekolah.

Materi difokuskan pada pemanfaatan teks multimodal untuk memperkuat literasi di lingkungan sekolah dan kampung, serta penyusunan artikel praktik baik menggunakan metode STAR atau Situation, Task, Action dan Reflection.

Peserta diperkenalkan dengan sejumlah bentuk teks multimodal, mulai infografis, video, komik digital, poster hingga presentasi interaktif.

Pengalaman maupun program literasi yang telah dijalankan peserta kemudian diarahkan untuk dituangkan menjadi artikel praktik baik.

Sementara pada hari terakhir, Kamis, 3 September 2026, lokakarya diperuntukkan bagi TP-PKK Kampung Eka Sapta dengan tema “Menulis Racikan Leluhur: Menghidupkan Makanan, Minuman & Obat Tradisional Lewat Cerita”.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong mendokumentasikan makanan, minuman hingga obat tradisional yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat.

Resep dan cerita yang selama ini diwariskan secara lisan diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk tulisan sehingga tidak hilang seiring perubahan zaman.

Targetkan Lahir Komunitas Literasi

TBM Enggang Jagad merancang program tersebut tidak berhenti setelah lokakarya tiga hari selesai.

Salah satu target utama adalah terbentuknya komunitas literasi Kampung Eka Sapta dengan struktur kepengurusan yang melibatkan unsur remaja, guru hingga PKK.

Kegiatan ini juga ditargetkan menghasilkan sedikitnya 100 draf tulisan masyarakat yang mengangkat sejarah, tradisi, potensi daerah serta kearifan lokal Kampung Eka Sapta.

Tulisan tersebut nantinya akan melalui proses penyuntingan sebelum dikompilasi menjadi sebuah buku antologi.

Peserta dari kelompok pegiat literasi sekolah juga ditargetkan menghasilkan rancangan teks multimodal serta artikel praktik baik berbasis metode STAR. Sedangkan peserta dari kelompok PKK diarahkan menghasilkan dokumentasi resep tradisional berikut cerita yang melatarbelakanginya.

Untuk memastikan keberlanjutan program, evaluasi direncanakan dilakukan secara berkala pada satu bulan, tiga bulan hingga enam bulan setelah lokakarya berlangsung.

Evaluasi itu menjadi bagian dari upaya memastikan komunitas literasi yang dibentuk tetap berjalan dan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan berakhir.

Lokakarya Pesisir Eka Sapta berlangsung pada 1–3 September 2026 dengan total anggaran kegiatan yang tercantum dalam proposal sebesar Rp50 juta.

Melalui program tersebut, TBM Enggang Jagad berharap gerakan literasi dapat berkembang tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga masuk ke keluarga dan masyarakat.

Kolaborasi antara remaja, pegiat literasi sekolah dan kelompok PKK diharapkan menjadi fondasi terbentuknya ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kampung Eka Sapta. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 558
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi pasca bencana banjir bandang di dua kampung terparah di Kecamatan Segah yakni Kampung Long Laai dan Long Ayap, memerlukan perhatian khusus. Hal ini diungkapkan Camat Segah, Noor Alam saat menghadiri rapat terbatas pembahasan penanganan bencana. “Yang jadi masalah saat ini di Kampung Long Laai dan Long Ayap, adalah kebutuhan penerangan atau […]

  • Pembayaran Air Sementara Hanya Dilayani di Kantor KM 5

    Pembayaran Air Sementara Hanya Dilayani di Kantor KM 5

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 916
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batiwakkal Kabupaten Berau mengonfirmasi bahwa saat ini tarif air untuk masyarakat masih dalam status penundaan. Hal ini menyusul belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) resmi dari Bagian Hukum Pemkab Berau terkait tarif baru. Dikatakan Direktur PDAM Batiwakkal, Saipul Rahman, pihaknya masih menunggu terbitnya SK tersebut untuk dapat […]

  • Stunting Berau 34 Persen, Pemkab Genjot Peran PKK dan Posyandu

    Stunting Berau 34 Persen, Pemkab Genjot Peran PKK dan Posyandu

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menyoroti tingginya angka stunting yang masih mencapai 34 persen berdasarkan data SSGI 2024, jauh di atas target nasional 14 persen pada 2029. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan penanganan stunting menjadi prioritas yang membutuhkan peran aktif Tim Penggerak (TP) PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak di tingkat masyarakat. Selain […]

  • Sri Juniarsih Soroti Pentingnya Sinergi TNI-Polri dan Pemkab dalam Menjaga Stabilitas Berau

    Sri Juniarsih Soroti Pentingnya Sinergi TNI-Polri dan Pemkab dalam Menjaga Stabilitas Berau

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    BERAU — Malam pergantian komando di Kodim 0902/Berau, Sabtu, 23 Mei 2026, berubah menjadi panggung pesan tentang stabilitas, kolaborasi, dan tantangan pembangunan daerah. Di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, organisasi perempuan, perwakilan perusahaan, dan tamu undangan lain, tongkat komando Dandim resmi berpindah dari Kolonel Infanteri Wirahady Harahap kepada Letkol Infanteri Muhammad […]

  • Kemenhut Sanksi Enam Perusahaan Buntut Karhutla, Satu Beroperasi di Kaltim

    Kemenhut Sanksi Enam Perusahaan Buntut Karhutla, Satu Beroperasi di Kaltim

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta — Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif terhadap enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan atau PBPH setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan di areal yang mereka kelola. Berdasarkan hasil pengawasan, luas areal yang terbakar pada enam perusahaan tersebut mencapai 1.511,55 hektare. Lokasinya tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Lima perusahaan dijatuhi […]

  • Dinas Perikanan Berau Tambah Petak di Festival Manutung Jukut, Antusiasme Membludak!

    Dinas Perikanan Berau Tambah Petak di Festival Manutung Jukut, Antusiasme Membludak!

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dinas Perikanan Berau akan menutup pendaftaran peserta Festival Manutung Jukut pada Kamis (12/9/2024). Kemudian melanjutkan tahapan dengan Technical Meeting untuk kegiatan yang akan dilakukan pada 16 September mendatang. Dikatakan Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, ada sebanyak 406 petak yang disiapkan Dinas Perikanan di Festival Manutung Jukut tahun ini. Jumlah tersebut lebih […]

expand_less