33 Ribu Hektare Mangrove Kaltara Disiapkan Jadi Proyek Ekonomi Biru
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tanjung Selor – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama perwakilan Sabah, Malaysia, memulai kerja sama pengembangan ekonomi biru melalui penanaman mangrove di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Rabu, 8 April 2026.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Menurut dia, Desa Tepian memiliki potensi besar dari ekosistem mangrove dan gambut yang mampu menyerap karbon dalam jumlah besar. Potensi tersebut juga dinilai dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi melalui konsep ekonomi biru.
“Program ini bukan hanya penanaman mangrove, tetapi bagaimana masyarakat terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, kawasan seluas sekitar 33 ribu hektare yang mencakup mangrove dan gambut di Desa Tepian ditetapkan sebagai proyek percontohan. Kawasan ini dinilai strategis untuk pengembangan mangrove secara berkelanjutan.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung perdagangan karbon di masa depan. Pemerintah daerah memperkirakan manfaat ekonomi dari kawasan ini mulai dapat dirasakan pada 2035.
Perwakilan Sabah, Datu Rosmadi bin Datu Sulai, menyebut kerja sama ini sebagai langkah konkret antara Indonesia dan Malaysia dalam mengelola potensi pesisir di Pulau Borneo.
Ia menilai kawasan pesisir memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi biru yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berencana memperluas program serupa ke wilayah pesisir lainnya sesuai potensi masing-masing daerah. (tnr)
- Penulis: admin
