Bau Menyengat TPS Jalan Milono, Ganggu Pengendara hingga Turunan Jembatan Sambaliung
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Aroma tidak sedap dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Jalan Milono, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, mulai dikeluhkan warga dan pengguna jalan sejak beberapa hari terakhir. Bau menyengat itu bahkan tercium hingga turunan Jembatan Sambaliung, terutama setelah hujan.
Sejumlah pengendara mengaku terganggu saat melintas di jalur tersebut. Abay, salah seorang pengguna jalan, mengatakan bau sampah kerap menyengat saat kendaraan menuruni jembatan menuju arah Tanjung redeb.
“Kalau turun dari Jembatan Sambaliung itu kadang tidak tahan dengan baunya. Apalagi setelah hujan, mungkin karena sampah lembap jadi baunya semakin kuat,” kata Abay pada Senin, 23 Februari 2026.
TPS yang berada di tepi Jalan Milono itu menampung limbah rumah tangga dari kawasan sekitar. Namun, pengelolaan dan pengangkutan yang dinilai tidak optimal diduga menjadi pemicu timbulnya polusi udara di lokasi tersebut. Warga menyebut bau paling terasa ketika volume sampah meningkat dan tidak segera diangkut.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Irwadi, membenarkan bahwa TPS tersebut kerap menimbulkan bau sejak lama. Menurut dia, keterlambatan pengangkutan sampah dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi faktor cuaca.
“Memang ada keterlambatan pengangkutan karena hujan, sehingga proses dumping ke lokasi pembuangan akhir tidak bisa dilakukan seperti biasa. Namun sejauh ini tidak ada laporan serius yang masuk,” ujar Irwadi.
Ia menyatakan pihaknya tetap berupaya melakukan pengangkutan secara berkala agar tumpukan sampah tidak meluap. DLHK, kata dia, juga akan mengevaluasi mekanisme pengangkutan saat musim hujan untuk meminimalkan dampak bau.
Meski begitu, kondisi yang berlangsung cukup lama ini memunculkan pertanyaan warga terkait solusi jangka panjang. Mereka menilai kendala cuaca seharusnya sudah diantisipasi dengan sistem pengelolaan yang lebih adaptif, agar bau tidak mengganggu aktivitas publik.
Di sisi lain, DLHK mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah melebihi kapasitas bak penampungan. Sampah yang tercecer di luar TPS dinilai memperparah bau sekaligus berpotensi menimbulkan penyakit.
Persoalan kebersihan di Jalan Milono menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan akses utama warga Tanjung Redeb dan Sambaliung. Sinergi antara pemerintah daerah dan kedisiplinan warga dinilai menjadi kunci untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Bumi Batiwakkal.(akti)
- Penulis: redaksi Beraunews


Saat ini belum ada komentar