Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 88
  • print Cetak

Maratua — Dentuman musik tak selalu hanya menghadirkan hiburan. Di Pulau Maratua, alunan nada justru menjadi pengingat bahwa alam adalah panggung utama yang harus dijaga bersama.

Melalui Maratua Music Festival (M2F) 2026, Event Organizer Mata Sanggam Production menghadirkan wajah festival yang berbeda. Selain menyuguhkan hiburan, budaya lokal, dan promosi pariwisata, M2F juga mengajak seluruh peserta, wisatawan, komunitas, hingga masyarakat setempat terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Berbagai kegiatan bertajuk Peduli Lingkungan M2F menjadi bagian penting dari rangkaian festival. Mulai dari bersih-bersih pantai, penanaman pohon, pelepasan tukik, hingga bakar-bakar ikan sebagai simbol kebersamaan masyarakat pesisir dengan hasil laut yang dikelola secara berkelanjutan.

Bagi Mata Sanggam Production, festival tidak boleh meninggalkan jejak sampah, melainkan harus meninggalkan jejak kepedulian. Karena itu, aksi lingkungan ditempatkan sejajar dengan panggung hiburan sebagai bagian dari identitas M2F.

Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu surga bahari Indonesia dengan hamparan pasir putih, terumbu karang yang masih terjaga, serta habitat penting bagi penyu laut. Kekayaan alam tersebut menjadi alasan mengapa setiap pengunjung diajak untuk tidak sekadar menikmati keindahan, tetapi juga ikut merawatnya.

Kegiatan bersih pantai menjadi langkah sederhana namun bermakna. Bersama relawan, masyarakat, dan wisatawan, peserta memungut sampah yang berpotensi mencemari laut. Sampah plastik yang terbawa arus bukan hanya mengganggu estetika pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut.

Semangat itu berlanjut melalui penanaman pohon di kawasan pesisir. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi Pulau Maratua, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi abrasi, sekaligus memperkuat kawasan hijau di sekitar destinasi wisata.

Momen paling menyentuh hadir saat pelepasan tukik ke laut lepas. Ratusan pasang mata menyaksikan anak-anak penyu perlahan bergerak menuju ombak. Perjalanan kecil itu menjadi simbol harapan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan hayati Maratua seperti yang dirasakan hari ini.

Sementara itu, kegiatan bakar-bakar ikan menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan masyarakat lokal, wisatawan, pelaku UMKM, relawan, hingga panitia. Tradisi sederhana tersebut memperlihatkan bahwa menjaga laut juga berarti menghargai sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Konsep ini sejalan dengan arah penyelenggaraan M2F 2026 yang tidak lagi hanya mengandalkan konser musik sebagai daya tarik utama. Festival dirancang sebagai ruang promosi budaya, pemberdayaan UMKM, serta kampanye pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan Mata Sanggam Production, Maratua Music Festival ingin membangun citra festival yang berkelanjutan. Bahwa promosi wisata terbaik bukan hanya menghadirkan banyak pengunjung, tetapi juga memastikan alam yang menjadi daya tariknya tetap lestari.

Di Maratua, musik memang menggema hanya beberapa hari. Namun semangat menjaga alam diharapkan terus hidup, menjadi warisan yang jauh lebih panjang daripada tepuk tangan di depan panggung.

Karena pada akhirnya, festival terbaik bukan hanya yang mampu menghibur ribuan orang, melainkan yang mampu membuat setiap orang pulang dengan kesadaran bahwa alam adalah warisan yang harus dijaga bersama.(*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liliansyah Tegaskan Komitmen Bersih Judi Online: ASN Wajib Jadi Teladan, Bukan Pelaku

    Liliansyah Tegaskan Komitmen Bersih Judi Online: ASN Wajib Jadi Teladan, Bukan Pelaku

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    TANJUNG RESEB– Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Liliansyah, menegaskan komitmennya untuk mendorong pemberantasan judi online yang semakin marak di kalangan masyarakat. Liliansyah mengungkapkan keprihatinannya terkait dampak negatif yang ditimbulkan oleh praktik judi online, yang tidak hanya merusak moral masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi di daerah tersebut. “Judi online sudah menjadi […]

  • Kebijakan Pusat Diterapkan, DPRD Berau Dorong Lulusan Guru Ikuti Seleksi ASN

    Kebijakan Pusat Diterapkan, DPRD Berau Dorong Lulusan Guru Ikuti Seleksi ASN

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Berau Thamrin menyoroti dampak kebijakan terbatasnya Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan serta penghapusan tenaga honorer terhadap ketersediaan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di daerah tersebut. Menurut dia, kebijakan tersebut membuat sebagian lulusan pendidikan keguruan kesulitan untuk mengabdi sebagai guru karena terbentur regulasi yang berlaku. Thamrin menjelaskan untuk […]

  • Meningkatkan Keakuratan Bansos Berau: Pendataan Ulang Mewujudkan Keadilan Sosial

    Meningkatkan Keakuratan Bansos Berau: Pendataan Ulang Mewujudkan Keadilan Sosial

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — Ketua DPRD Berau, Madri Pani, menyoroti penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di wilayahnya yang dinilai belum tepat sasaran. Ia mendesak Pemkab Berau untuk melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat tidak mampu agar bansos dapat tersalurkan secara merata. “Data yang ada harus dicek ulang agar pembagian bansos dapat merata dan tersalur ke masyarakat yang […]

  • Mulai Hari Ini, KPU Berau Distribusikan Logistik Pilkada untuk Kecamatan Terjauh

    Mulai Hari Ini, KPU Berau Distribusikan Logistik Pilkada untuk Kecamatan Terjauh

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 781
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau hari ini resmi memulai pendistribusian logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dari Gudang KPU yang terletak di Jalan Durian III, Tanjung Redeb. Proses pendistribusian ini dilakukan untuk memastikan logistik sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada H-1 pemilihan. Dikatakan Ketua KPU Berau, Budi Harianto, pendistribusian logistik dimulai […]

  • Aspirasi Warga Sambaliung Tak Akan Berhenti di Sekadar Usulan

    Aspirasi Warga Sambaliung Tak Akan Berhenti di Sekadar Usulan

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 609
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Permasalahan yang masih tak kunjung tuntas di Kabupaten Berau adalah masalah banjir. Tak hanya di perkotaan, banjir juga menjadi masalah hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Berau, tak terkecuali di Kecamatan Sambaliung. Dalam resesnya beberapa waktu lalu, Ketua Komisi I DPRD Berau Elita Herlina, menegaskan jika usulan pembenahan infrastruktur di Kecamatan Sambaliung […]

  • Aturan Baru KUHP, Polres Berau Tunggu Arahan Divisi Hukum Polri

    Aturan Baru KUHP, Polres Berau Tunggu Arahan Divisi Hukum Polri

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 737
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Polres Berau masih menunggu kajian hukum dari Divisi Hukum Polri terkait penerapan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, khususnya mengenai larangan menampilkan tersangka kepada publik. Kasubsipenmas Sihumas Polres Berau, Muhammad Kasim Kahar, menjelaskan bahwa dalam KUHP baru, tepatnya Pasal 91, penyidik dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan praduga bersalah terhadap […]

expand_less