Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 13
  • print Cetak

Maratua — Dentuman musik tak selalu hanya menghadirkan hiburan. Di Pulau Maratua, alunan nada justru menjadi pengingat bahwa alam adalah panggung utama yang harus dijaga bersama.

Melalui Maratua Music Festival (M2F) 2026, Event Organizer Mata Sanggam Production menghadirkan wajah festival yang berbeda. Selain menyuguhkan hiburan, budaya lokal, dan promosi pariwisata, M2F juga mengajak seluruh peserta, wisatawan, komunitas, hingga masyarakat setempat terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Berbagai kegiatan bertajuk Peduli Lingkungan M2F menjadi bagian penting dari rangkaian festival. Mulai dari bersih-bersih pantai, penanaman pohon, pelepasan tukik, hingga bakar-bakar ikan sebagai simbol kebersamaan masyarakat pesisir dengan hasil laut yang dikelola secara berkelanjutan.

Bagi Mata Sanggam Production, festival tidak boleh meninggalkan jejak sampah, melainkan harus meninggalkan jejak kepedulian. Karena itu, aksi lingkungan ditempatkan sejajar dengan panggung hiburan sebagai bagian dari identitas M2F.

Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu surga bahari Indonesia dengan hamparan pasir putih, terumbu karang yang masih terjaga, serta habitat penting bagi penyu laut. Kekayaan alam tersebut menjadi alasan mengapa setiap pengunjung diajak untuk tidak sekadar menikmati keindahan, tetapi juga ikut merawatnya.

Kegiatan bersih pantai menjadi langkah sederhana namun bermakna. Bersama relawan, masyarakat, dan wisatawan, peserta memungut sampah yang berpotensi mencemari laut. Sampah plastik yang terbawa arus bukan hanya mengganggu estetika pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut.

Semangat itu berlanjut melalui penanaman pohon di kawasan pesisir. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi Pulau Maratua, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi abrasi, sekaligus memperkuat kawasan hijau di sekitar destinasi wisata.

Momen paling menyentuh hadir saat pelepasan tukik ke laut lepas. Ratusan pasang mata menyaksikan anak-anak penyu perlahan bergerak menuju ombak. Perjalanan kecil itu menjadi simbol harapan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan hayati Maratua seperti yang dirasakan hari ini.

Sementara itu, kegiatan bakar-bakar ikan menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan masyarakat lokal, wisatawan, pelaku UMKM, relawan, hingga panitia. Tradisi sederhana tersebut memperlihatkan bahwa menjaga laut juga berarti menghargai sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Konsep ini sejalan dengan arah penyelenggaraan M2F 2026 yang tidak lagi hanya mengandalkan konser musik sebagai daya tarik utama. Festival dirancang sebagai ruang promosi budaya, pemberdayaan UMKM, serta kampanye pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan Mata Sanggam Production, Maratua Music Festival ingin membangun citra festival yang berkelanjutan. Bahwa promosi wisata terbaik bukan hanya menghadirkan banyak pengunjung, tetapi juga memastikan alam yang menjadi daya tariknya tetap lestari.

Di Maratua, musik memang menggema hanya beberapa hari. Namun semangat menjaga alam diharapkan terus hidup, menjadi warisan yang jauh lebih panjang daripada tepuk tangan di depan panggung.

Karena pada akhirnya, festival terbaik bukan hanya yang mampu menghibur ribuan orang, melainkan yang mampu membuat setiap orang pulang dengan kesadaran bahwa alam adalah warisan yang harus dijaga bersama.(*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawaslu Berau Ajak Masyarakat Aktif Laporkan Dugaan Pelanggaran

    Bawaslu Berau Ajak Masyarakat Aktif Laporkan Dugaan Pelanggaran

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) di seluruh kecamatan se-Kabupaten Berau, Senin (23/9/2024). Penertiban tersebut dilakukan Bawaslu bersama dengan Satpol PP. Diungkapkan Ketua Bawaslu Berau, Ira Kencana penertiban tersebut sudah sesuai Peraturan KPU terkait dengan pemasangan APK pada masa kampanye. Sejumlah APK yang tidak sesuai dengan aturan, diturunkan […]

  • RDP Dinkes Berau: Lonjakan Pasien Tak Sejalan dengan Pendapatan Rumah Sakit

    RDP Dinkes Berau: Lonjakan Pasien Tak Sejalan dengan Pendapatan Rumah Sakit

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengungkap tekanan keuangan yang dihadapi RSUD Abdul Rivai dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin, 13 April 2026. Persoalan utama yang disorot meliputi ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja operasional, serta tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan peningkatan jumlah pasien tidak berbanding lurus […]

  • ‎Festival Ikan Hias Berau Dorong Ekonomi Kreatif, Pemerintah Incar Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

    ‎Festival Ikan Hias Berau Dorong Ekonomi Kreatif, Pemerintah Incar Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.717
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 di Kabupaten Berau tahun ini berlangsung meriah dengan digelarnya Festival Ikan Hias dan Bazar UMKM. Kegiatan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memantik geliat ekonomi kreatif masyarakat dan menggugah kesadaran pentingnya konsumsi ikan bagi generasi mendatang. ‎ ‎Plt Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah, menyampaikan apresiasi […]

  • Pelaku UMKM Harapkan Penghapusan Utang, Pemkab Berau Tunggu Juknis

    Pelaku UMKM Harapkan Penghapusan Utang, Pemkab Berau Tunggu Juknis

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Program penghapusan utang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diluncurkan oleh pemerintah pusat menjadi angin segar bagi para pelaku usaha di Kabupaten Berau. Harapan akan adanya bantuan tersebut pun disambut positif oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, meskipun pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis. Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan […]

  • Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

    Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    BERAU – Dua orang petani asal Kampung Labanan Makmur dilaporkan hilang secara misterius di Hutan Meraang, kawasan STA 19 Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur. Kedua pria bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44) tersebut kehilangan arah dan tersesat saat hendak melangkah kembali menuju pondok peristirahatan mereka usai berburu kayu gaharu, Rabu (27/5/2026) siang. Kedua korban […]

  • E-Walidata SIPD Jadi Fondasi Satu Data Daerah yang Akurat dan Terintegrasi

    E-Walidata SIPD Jadi Fondasi Satu Data Daerah yang Akurat dan Terintegrasi

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pengelolaan data pembangunan kini menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih cepat, akurat, transparan, dan terukur. Data tidak lagi menjadi pelengkap administrasi, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan daerah. Sebagai langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan modern, Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengimplementasikan E-Walidata SIPD, sebuah sistem yang […]

expand_less