Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mulai 1 Oktober, Bayar Pakai QRIS sampai Rp100 Ribu Bebas MDR, Ini Aturan Barunya

Mulai 1 Oktober, Bayar Pakai QRIS sampai Rp100 Ribu Bebas MDR, Ini Aturan Barunya

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 78
  • print Cetak

JAKARTA — Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate atau MDR QRIS sebesar 0 persen mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan tersebut membuat transaksi QRIS hingga Rp100 ribu pada merchant kecil, menengah, maupun besar tidak dikenai MDR.

Sebelumnya, kelompok merchant tersebut dikenai MDR sebesar 0,7 persen. Bank Indonesia menilai perluasan MDR nol persen dapat menekan biaya transaksi pelaku usaha sekaligus memperluas manfaat digitalisasi pembayaran.

Kebijakan itu diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Untuk merchant kategori Usaha Mikro atau UMI, Bank Indonesia tetap mempertahankan MDR QRIS 0 persen untuk transaksi hingga Rp500 ribu.

Dengan demikian, mulai Oktober nanti terdapat dua skema utama. Merchant usaha mikro memperoleh MDR nol persen untuk transaksi maksimal Rp500 ribu, sedangkan merchant kategori lainnya mendapatkan MDR nol persen untuk transaksi hingga Rp100 ribu.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan kebijakan sistem pembayaran harus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjaga daya saing perekonomian nasional.

“Respons kebijakan ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi hadiah kemerdekaan untuk masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan ini dibangun atas prinsip keseimbangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka ruang tumbuh bagi merchant, serta menciptakan peluang baru bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran, dengan tetap menjaga keberlanjutan industri,” ujarnya.

Kartu Kredit Indonesia Masuk QRIS

Pada saat yang sama, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia atau ASPI juga meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Instrumen ini disiapkan sebagai alternatif pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran atau deferred payment yang seluruh proses transaksinya dilakukan melalui sistem domestik.

Berbeda dengan kartu kredit konvensional yang selama ini identik dengan kartu fisik, KKI dapat digunakan sebagai sumber dana ketika pengguna melakukan pembayaran menggunakan QRIS.

Transaksi dapat dilakukan melalui QRIS pindai atau scan maupun QRIS Tap.

Sejak 17 Agustus 2026, delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran telah menerbitkan KKI. Mereka terdiri atas BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Mega, serta Bank Syariah Indonesia yang mengembangkan skema pembiayaan syariah.

Bank Indonesia menyatakan fitur dan layanan KKI masih akan terus dikembangkan.

Peluncuran instrumen tersebut menjadi bagian dari strategi memperbesar penggunaan infrastruktur pembayaran domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembayaran dari luar negeri.

QRIS Tembus 65,77 Juta Pengguna

Perluasan insentif MDR dilakukan ketika penggunaan QRIS terus tumbuh.

Data Bank Indonesia menunjukkan jumlah pengguna QRIS hingga Juni 2026 mencapai 65,77 juta orang. Sepanjang Januari hingga Juni 2026 saja terdapat tambahan 6,23 juta pengguna baru.

Pertumbuhan juga terjadi pada sisi pedagang.

Jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS telah mencapai 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Besarnya basis pengguna tersebut beriringan dengan lonjakan transaksi.

Sepanjang semester pertama 2026, Bank Indonesia mencatat 12,55 miliar transaksi QRIS dengan nilai transaksi mencapai Rp1,12 kuadriliun.

Nilai transaksi tersebut tumbuh 93,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu menunjukkan QRIS tak lagi hanya menjadi alternatif pembayaran. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem tersebut berkembang menjadi salah satu infrastruktur utama transaksi ritel masyarakat.

Dorong Ekonomi Digital Domestik

Bank Indonesia menempatkan peluncuran KKI dan perluasan MDR QRIS nol persen sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan keuangan digital nasional.

Bagi pelaku usaha, MDR nol persen berarti semakin kecil biaya yang harus ditanggung untuk transaksi dalam nominal tertentu. Sementara bagi konsumen, KKI menambah pilihan sumber dana ketika melakukan pembayaran melalui ekosistem QRIS.

Kedua kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperbesar porsi transaksi yang diproses melalui infrastruktur pembayaran dalam negeri.

Bank Indonesia menyebut pengembangan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan asosiasi, penyelenggara jasa sistem pembayaran, serta pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 sekaligus mendukung agenda penguatan ekonomi digital dan kemandirian ekonomi nasional.

Dengan puluhan juta pengguna dan merchant yang telah terhubung, QRIS kini bergerak ke tahap berikutnya. Bukan lagi sekadar memperluas tempat pembayaran, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi instrumen kredit domestik dan kebijakan biaya transaksi yang semakin rendah. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa MIN 1 Berau Melaju ke Final HKIMO 2026 di Hong Kong, Bawa Nama Berau ke Ajang Matematika Internasional

    Siswa MIN 1 Berau Melaju ke Final HKIMO 2026 di Hong Kong, Bawa Nama Berau ke Ajang Matematika Internasional

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BERAU — Prestasi membanggakan kembali datang dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Adhyasta Al Ghani Hidayat, siswa MIN 1 Berau, berhasil melaju ke Final Round Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2026 yang akan berlangsung di Hong Kong pada 22 Agustus 2026. Adhyasta sebelumnya berhasil meraih medali emas (Gold Medal) dalam Heat Round HKIMO yang dilaksanakan […]

  • Modus Barcode Terbongkar, Pengawasan BBM di Berau Kini Lebih Ketat

    Modus Barcode Terbongkar, Pengawasan BBM di Berau Kini Lebih Ketat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengambil langkah tegas terhadap praktik pengetapan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai mengganggu distribusi dan ketersediaan energi bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pengawasan di SPBU serta rencana penerbitan surat teguran kepada pihak terkait. Kepala Bidang Bina Usaha Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, mengatakan praktik pengetap selama ini memanfaatkan […]

  • Abrasi Bisa Hancurkan Pariwisata Berau

    Abrasi Bisa Hancurkan Pariwisata Berau

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyoroti ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan di beberapa wilayah kepulauan, seperti Pulau Maratua, Balikukup, Pulau Derawan, serta kawasan pesisir lainnya. Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera mengambil langkah serius dalam menangani permasalahan ini sebelum dampaknya semakin luas. Menurut Sutami, abrasi yang kian parah dapat mengancam […]

  • Karateka Muda Berau Sabet Lima Medali di Piala Menhan 2026

    Karateka Muda Berau Sabet Lima Medali di Piala Menhan 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Balikpapan — Kontingen karate Kabupaten Berau menorehkan prestasi dalam National Karate Championship Piala Menteri Pertahanan RI 2026 yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, 1–3 Mei 2026. Dari ajang yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah itu, tim Berau membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Dua emas diraih Nadya Mikayla Pambudi pada […]

  • Seorang Warga Diduga Terjangkit Mpox, Dinkes Berau Bantah: Itu Cacar Air

    Seorang Warga Diduga Terjangkit Mpox, Dinkes Berau Bantah: Itu Cacar Air

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb- Beberapa hari belakangan, beredar kabar seorang warga di Berau diduga terjangkit penyakit menular cacar monyet alias Monkey Pox (Mpox). Informasi itu tersebar dari pesan WhatsApp, namun tidak menyebutkan secara jelas identitas maupun kondisi warga yang terduga terpapar mpox tersebut. Dari pesan yang beredar, disebutkan bahwa warga tersebut mengalami beberapa gejala seperti demam dan […]

  • Komisi III Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi Rumput Laut Berau

    Komisi III Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi Rumput Laut Berau

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 773
    • 0Komentar

    BERAU — Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, mendorong pemerintah daerah mulai menatap serius potensi ekonomi baru dari sektor kelautan. Ia menyebut, sebagian besar wilayah Berau yang berada di pesisir memiliki peluang besar untuk mengembangkan sumber ekonomi alternatif di luar hasil tangkapan nelayan. Menurut Oktavia, komoditas rumput laut adalah potensi paling menjanjikan yang hingga kini […]

expand_less