Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prabowo Soroti Digitalisasi Bansos, Proses Kelayakan dari 200 Hari Kini Diklaim Hitungan Menit

Prabowo Soroti Digitalisasi Bansos, Proses Kelayakan dari 200 Hari Kini Diklaim Hitungan Menit

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 64
  • print Cetak

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti digitalisasi perlindungan sosial sebagai salah satu bentuk transformasi pelayanan pemerintah. Sistem baru ini disebut mampu memangkas proses pendaftaran hingga pemeriksaan kelayakan penerima bantuan sosial yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan menjadi hanya hitungan menit.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, digitalisasi perlindungan sosial kini telah diterapkan di 153 kabupaten dan kota yang tersebar di 38 provinsi. Lebih dari 3 juta keluarga telah masuk dalam sistem, menuju target 49 juta keluarga ketika implementasi dilakukan secara nasional.

“Rakyat tidak mampu tidak boleh membayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki negara,” kata Presiden Prabowo.

Prabowo mengatakan proses pemeriksaan kelayakan penerima bantuan yang sebelumnya dapat berlangsung sekitar 75 hingga 200 hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

Digitalisasi itu selanjutnya akan diperluas untuk mencakup berbagai program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan subsidi dalam agenda Pro Kesra Terintegrasi.

Pemerintah menargetkan sistem tersebut dapat meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, sekaligus mempermudah masyarakat ketika mengakses layanan sosial.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan transformasi digital pelayanan publik tidak cukup hanya dengan memindahkan proses manual ke sistem elektronik.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, teknologi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Digitalisasi bukan sekadar memindahkan proses ke sistem digital, tetapi bagaimana teknologi memangkas waktu, biaya, dan beban administratif yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujar Meutya Hafid.

Menurut Meutya, Kementerian Komunikasi dan Digital terus memperkuat infrastruktur serta ekosistem digital yang menjadi fondasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Konektivitas, keandalan infrastruktur, hingga keamanan ekosistem digital dinilai menjadi bagian penting agar layanan pemerintah dapat dijangkau masyarakat secara lebih merata.

“Ketika masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah tanpa harus datang berkali-kali, mengeluarkan biaya perjalanan, atau mengulang data yang sudah dimiliki negara, di situlah digitalisasi memberikan manfaat yang nyata,” kata Meutya.

Saat ini, digitalisasi pendaftaran bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan atau PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT telah berjalan di 153 kabupaten dan kota pada 38 provinsi.

Lebih dari 3 juta keluarga telah masuk dalam sistem tersebut. Pemerintah menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 49 juta keluarga atau lebih dari separuh keluarga di Indonesia ketika sistem diterapkan secara nasional.

Sebelumnya, keluarga yang mengurus pendaftaran bantuan sosial disebut dapat mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu untuk keperluan perjalanan, dokumen, fotokopi, maupun kehilangan waktu kerja.

Dengan sistem digital, biaya tersebut diklaim dapat ditekan karena proses pendaftaran tidak lagi mengharuskan masyarakat datang berulang kali.

Sistem digital juga memungkinkan pemerintah menggunakan kembali data yang sebelumnya telah tersimpan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu terus-menerus menyerahkan data yang sama untuk mengakses layanan berbeda.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan akan melanjutkan transformasi digital lintas sektor agar pembangunan sistem tidak berhenti pada aspek teknologi, tetapi benar-benar menghasilkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat.

Bagi pemerintah, ukuran keberhasilan transformasi digital bukan sekadar jumlah aplikasi atau sistem yang dibangun, melainkan sejauh mana teknologi mampu memangkas kerumitan pelayanan dan membuat masyarakat lebih mudah mengakses haknya.(afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Bulan Lapor Tanpa Kejelasan, Ketua SMSI Indra Tagih Janji Polisi Berantas Premanisme

    3 Bulan Lapor Tanpa Kejelasan, Ketua SMSI Indra Tagih Janji Polisi Berantas Premanisme

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kasus dugaan intimidasi yang terjadi kepada ketua SMSI Berau, Indra Teguh masih belum menemukan titik terang. Indra Teguh didampingi kuasa hukumnya, secara resmi telah membuat laporan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Berau. Indra Teguh mengungkapkan, dirinya percaya bahwa Polres Berau bisa menyelesaikan persoalan ini lebih cepat. Namun, dalam kasus yang dilaporkannya, […]

  • PMI Berau: Penghargaan untuk Pendonor, Wujud Pengabdian bagi Sesama

    PMI Berau: Penghargaan untuk Pendonor, Wujud Pengabdian bagi Sesama

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.194
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau memberikan penghargaan kepada sejumlah pendonor darah terbanyak dalam acara HUT PMI ke-79 Tahun 2024 dan Jumbara ke-VII PMR Kabupaten Berau Tahun 2024. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, didampingi Ketua PMI Berau, Fitrial Noor. Penghargaan juga diberikan kepada para pendonor darah terbanyak, di antaranya: […]

  • Berstatus Jembatan Khusus, Pulau Besing Terus Diawasi dan Belum Rampung Serah Terima Pekerjaan

    Berstatus Jembatan Khusus, Pulau Besing Terus Diawasi dan Belum Rampung Serah Terima Pekerjaan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    BERAU – Perbaikan Jembatan Pulau Besing belum bisa dinyatakan rampung. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau masih menahan proses serah terima pekerjaan karena evaluasi teknis di lapangan dinilai belum tuntas. Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengungkapkan sejumlah titik di sekitar jembatan masih dalam tahap pembenahan. Fokus utama ada pada bagian […]

  • Harap Batu Bual Cup Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi dari Kampung

    Harap Batu Bual Cup Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi dari Kampung

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    SAMBALIUNG – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menghadiri acara penutupan Turnamen Batu Bual Cup ke-19 yang digelar di Lapangan Harun Seman, Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, pada Senin (15/9/2025). Turnamen ini telah berlangsung sejak 1 September lalu dan menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat setempat. Turnamen tahun ini diikuti oleh 25 tim dari berbagai […]

  • Pastikan Tak Ada Jual Beli Seragam di Sekolah, Program Seragam Gratis Mulai Tahun Depan

    Pastikan Tak Ada Jual Beli Seragam di Sekolah, Program Seragam Gratis Mulai Tahun Depan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pendidikan Berau, melarang segala bentuk praktik jual beli seragam, khususnya seragam nasional, di sekolah negeri. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen Pemkab dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan tanpa beban bagi semua kalangan. “Tidak boleh ada sekolah negeri yang memaksa orang tua untuk membeli seragam di […]

  • Berau Siap Punya Sirkuit Permanen, Target Mulai Dibangun 2027

    Berau Siap Punya Sirkuit Permanen, Target Mulai Dibangun 2027

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 3.198
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau tengah mengkaji rencana pembangunan sirkuit balap motor permanen pertama yang ada di Berau. Proyek dengan luas lahan sekitar 12 hektare itu ditargetkan dibangun pada tahun 2027 dengan dua lokasi alternatif. Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, mengungkapkan bahwa ada dua lahan yang masih dalam pembahasan teknis, yakni wilayah […]

expand_less