Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemarau Panjang, 1.000 Warga Gunung Tabur Krisis Air Bersih

Kemarau Panjang, 1.000 Warga Gunung Tabur Krisis Air Bersih

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 19
  • print Cetak

BERAU — Kemarau panjang mulai mengubah keseharian sekitar 1.000 warga Kelurahan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Sungai dan parit yang selama ini menjadi sumber air warga mengering. Di sejumlah titik, air yang tersisa pun keruh dan tak lagi layak digunakan.

Kondisi itu terjadi di sedikitnya lima wilayah, yakni RT 7, RT 9, RT 12, RT 14, dan RT 17. Warga kini harus bertahan dengan pasokan air yang terbatas.

Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizali, mengatakan kekeringan membuat sumber air yang biasa digunakan warga tak lagi bisa diandalkan.

“Kondisi ini dialami warga selama musim kemarau. Sungai-sungai di sekitar permukiman mengering. Kalaupun masih ada airnya, kondisinya keruh dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rizali.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong pihak kelurahan bersama unsur Muspika, Polres Berau, dan TNI melakukan penyaluran air bersih secara berkala.

Selama kemarau kali ini, bantuan air telah disalurkan sebanyak tiga kali. Dua penyaluran sebelumnya berasal dari Polres Berau dan Danramil. Adapun penyaluran terbaru dilakukan oleh pihak kelurahan bersama Muspika.

“Untuk musim kemarau sekarang, kami sudah tiga kali melakukan penyaluran. Sekali bantuan dari Polres, sekali dari Danramil, dan kali ini kami dari pihak kelurahan bersama Muspika,” ujar Rizali.

Namun, distribusi air menghadapi keterbatasan kapasitas armada. Tangki pemadam kebakaran yang digunakan untuk mengangkut air hanya mampu membawa sekitar 5.000 liter dalam sekali pengiriman.

Dengan kapasitas tersebut, satu kali perjalanan belum mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

“Karena kapasitas unit armada kita terbatas 5.000 liter, sekali pengantaran itu paling bisa memenuhi kebutuhan sekitar 10-12 rumah saja,” kata Rizali.

Keterbatasan itu membuat penyaluran air harus dilakukan secara bertahap. Kelurahan bersama unsur terkait mengatur distribusi berdasarkan kebutuhan warga di wilayah yang terdampak kekeringan.

Di RT 9, misalnya, warga bernama Sultan mengatakan parit yang selama ini menjadi sumber air keluarganya telah mengering.

“Sudah lama susah air, mulai dari kemarau. Sehari-hari biasanya pakai air parit, tapi sekarang air paritnya juga sudah kering dan tinggal sedikit,” ujar Sultan.

Bantuan air yang datang menjadi penopang sementara bagi keluarganya. Sultan menerima sekitar 600 liter air atau setengah tandon untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Hari ini dapat bantuan air, ada sekitar setengah tandon, 600 liter. Sangat membantu untuk kebutuhan harian di rumah,” katanya.

Rizali mengatakan distribusi air bersih akan terus diupayakan selama kondisi kemarau masih berlangsung. Bagi pemerintah kelurahan, persoalan utama saat ini adalah menjaga agar warga tetap memperoleh pasokan air meski sumber air alami semakin terbatas.

Kemarau di Gunung Tabur akhirnya bukan hanya soal suhu yang meningkat dan hujan yang tak kunjung turun. Bagi warga, kemarau berarti sungai yang mengering, parit yang kehilangan air, dan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi dari tangki bantuan. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskominfo Kaltim Tegaskan: Tak Ada Tagihan dalam Program Internet Desa Gratis

    Diskominfo Kaltim Tegaskan: Tak Ada Tagihan dalam Program Internet Desa Gratis

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 786
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengimbau para kepala desa agar tidak menanggapi tagihan bulanan yang mengatasnamakan penyedia layanan internet desa gratis. Imbauan itu disampaikan menyusul laporan sejumlah kepala desa yang mengaku menerima tagihan dari oknum yang mengatasnamakan provider program internet desa gratis milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. “Dari […]

  • BMKG Imbau Warga Pesisir Tenang, Tsunami Berpotensi Landa Wilayah Timur Indonesia

    BMKG Imbau Warga Pesisir Tenang, Tsunami Berpotensi Landa Wilayah Timur Indonesia

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Jakarta – Gempa bumi dahsyat mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, Rabu (30 Juli) pagi, dengan kekuatan magnitudo 8,7. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami, menyusul potensi dampak gelombang laut ke sejumlah wilayah Indonesia. “Berdasarkan analisis kami, gempa ini berpotensi memicu tsunami dengan status waspada di beberapa wilayah Indonesia,” kata Direktur […]

  • Wujudkan 18 Program Prioritas

    Wujudkan 18 Program Prioritas

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Biatan — Sepanjang tahun 2024, Pemkab Berau banyak mengegelontorkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Biatan. Mulai dari bidang pendidikan hingga sosial budaya, diupayakan bisa merata hingga ke pelosok. “Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 ini, Pemkab Berau mengucurkan anggaran untuk peningkatkan kawasan jalan ibukota kecamatan (IKK) sebesar Rp 4,6 M, dan peningkatan […]

  • Permintaan Global Melejit, Potensi Logam Tanah Jarang RI Terancam Penyelundupan Ilegal

    Permintaan Global Melejit, Potensi Logam Tanah Jarang RI Terancam Penyelundupan Ilegal

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA – Di tengah proyeksi lonjakan permintaan magnet rare earth dunia yang diperkirakan menembus 180 kiloton pada 2050, kekayaan alam Indonesia kini menjadi pusat perhatian internasional. Namun, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin memperingatkan bahwa posisi strategis Indonesia ini masih terancam oleh praktik ilegal yang membawa hasil tambang domestik keluar tanpa pengawasan, sebelum diperketat oleh […]

  • Penerbangan Tetap Lancar Meski Ada Karhutla di Berau

    Penerbangan Tetap Lancar Meski Ada Karhutla di Berau

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Teluk Bayur — Manajemen UPBU Kalimarau mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporah gangguan terhadap jarak pandang penerbangan atau visibilitas yang diakibatkan oleh karhutla. Hal itu disampaikan oleh Kepala UPBU Bandara Kalimarau, Ferdinan Nurdin pada Kamis (19/9/2024). “Masih aman terkendali. Sebab sampai hari ini belum ada laporan terjadinya penurunan jarak pandang baik oleh pilot dan […]

  • Dengan Fasilitasi Pemerintah, Lomba Perahu Panjang Berau 2025 Cetak Juara Baru

    Dengan Fasilitasi Pemerintah, Lomba Perahu Panjang Berau 2025 Cetak Juara Baru

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.424
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB –Tim pendayung asal Kecamatan Sambaliung kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Lomba Perahu Panjang Tradisional Kabupaten Berau 2025. Dalam pertandingan yang digelar sehari penuh di Sungai Segah, Rabu (29/10/2025), tim Mambas Parrang sukses mengungguli lima lawannya dan finis di posisi terdepan. ‎Dengan kekuatan penuh beranggotakan 30 pendayung, Mambas Parrang tampil agresif sejak babak awal. […]

expand_less