Air Laut Masuk IPA Gurimbang, Distribusi Air Sejumlah Wilayah Berau Terganggu
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

BERAU — Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau sempat menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang setelah air laut masuk hingga ke sumber air baku dan meningkatkan kadar garam, Selasa, 25 Agustus 2026.
Manajer Hubungan Masyarakat Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Rudy Hartono, mengatakan penghentian operasi dilakukan untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.
Menurut Rudy, IPA Gurimbang baru dapat dioperasikan ketika kondisi air mulai surut dan kadar garam atau total dissolved solids (TDS) berada di bawah 300 ppm.
“Operasional akan dijalankan kembali pada saat air surut atau kadar garam (TDS) di bawah 300 ppm,” kata Rudy dalam keterangannya, Selasa.
Sejumlah wilayah terdampak penghentian sementara tersebut, di antaranya Kampung Sukan, Tanjung Perangat, Gurimbang, sebagian Bangun hingga kawasan yang mengarah ke Sambaliung.
Gangguan IPA Gurimbang juga berdampak terhadap tekanan air di sejumlah kawasan lain. Sebab, instalasi tersebut selama ini turut membantu suplai tekanan ke jaringan distribusi Perumda Batiwakkal.
Rudy mengatakan ketika IPA Gurimbang berhenti beroperasi, volume air yang masuk ke jaringan berkurang. Kondisi itu dapat membuat tekanan air di rumah pelanggan melemah, terutama pada wilayah yang selama ini memperoleh tambahan suplai dari IPA tersebut.
“Memang ada beberapa wilayah yang dibantu suplai tekanan dari IPA Gurimbang. Jadi jika operasional dihentikan sementara, cukup berdampak pada lemahnya tekanan akibat berkurangnya suplai dari IPA Gurimbang atau kondisi air asin,” ujarnya.
Menurut dia, fenomena tersebut umumnya bersifat sementara dan mengikuti kondisi pasang-surut. Ketika air laut mulai surut dan sumber air baku kembali tawar, instalasi dapat dioperasikan kembali.
IPA Gurimbang Kembali Beroperasi Sore Ini
Rudy mengatakan kondisi mulai membaik pada Selasa sore. IPA Gurimbang telah kembali beroperasi setelah kondisi air memungkinkan untuk dilakukan pengolahan.
Perumda berharap distribusi air secara bertahap kembali merata ke seluruh wilayah pelayanan.
“Sore ini IPA sudah beroperasi kembali dan semoga distribusi segera merata normal,” kata Rudy.
Meski instalasi telah kembali dijalankan, normalisasi distribusi tidak selalu berlangsung serentak. Pengisian jaringan perpipaan membutuhkan waktu, terutama untuk pelanggan yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi.
Perumda Air Minum Batiwakkal mengimbau masyarakat untuk menampung air ketika distribusi sedang berlangsung, terutama selama kondisi intrusi air laut masih berpotensi terjadi.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya pelayanan air bersih akibat kondisi tersebut.(afn)
- Penulis: admin
