Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » SPBN Tak Cukup, Warga Maratua Hanya Nikmati BBM Dua Hari

SPBN Tak Cukup, Warga Maratua Hanya Nikmati BBM Dua Hari

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 552
  • print Cetak

MARATUA – Kekurangan bahan bakar minyak (BBM) kini menjadi ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di Bumi Batiwakkal ini kini menghadapi persoalan serius terkait distribusi energi yang tak kunjung stabil.

Terletak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan speedboat dari Kota Tanjung Redeb, Maratua dihuni lebih dari seribu kepala keluarga. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pariwisata. Namun, akses BBM yang terbatas membuat aktivitas ekonomi mereka terhambat.

“Kami memang sudah memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), tapi kapasitasnya jauh dari cukup. Bahkan, kebutuhan nelayan saja tidak terpenuhi, apalagi masyarakat umum,” kata Camat Maratua, Ariyanto, saat ditemui pekan lalu.

Ia menyebut, BBM yang didistribusikan ke Maratua saat ini hanya mampu mencukupi kebutuhan selama dua hari. Setelah itu, warga harus menunggu pengiriman berikutnya—yang seringkali tak menentu. Kondisi ini membuat roda ekonomi di pulau tersebut berjalan terseok-seok.

Minimnya pasokan ini tidak hanya mengganggu nelayan yang membutuhkan BBM untuk melaut, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha pariwisata yang menggantungkan operasionalnya pada ketersediaan energi.

“Kami sudah mengajukan pembangunan dua unit SPBU tambahan. Satu diusulkan melayani Kampung Payung-Payung dan Kampung Bohe Silian, dan satu lagi di Kampung Teluk Harapan serta Kampung Teluk Alulu,” ujar Ariyanto.

Namun, upaya tersebut masih terganjal oleh aturan teknis yang hanya memperbolehkan satu SPBU dalam satu kecamatan. Hal ini menjadi hambatan tersendiri, mengingat cakupan wilayah Maratua yang cukup luas dan kebutuhan BBM yang tinggi.

Ariyanto berharap ada fleksibilitas kebijakan agar distribusi BBM di wilayah kepulauan seperti Maratua bisa lebih merata. Ia juga menekankan pentingnya penambahan kuota BBM yang dikirim ke wilayahnya agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi setidaknya untuk 10 hingga 15 hari.

“Kalau begini terus, bukan hanya ekonomi yang terganggu, tetapi juga kepercayaan wisatawan bisa menurun. Ini pulau strategis, tapi pasokan energinya masih sangat terbatas,” ujarnya.

Sebagai salah satu ikon pariwisata Kalimantan Timur, Maratua menyimpan potensi besar. Namun, tanpa dukungan infrastruktur dasar seperti BBM yang memadai, potensi itu terancam tidak berkembang secara optimal. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan segera merespons kebutuhan mendesak ini agar denyut nadi kehidupan dan ekonomi masyarakat Maratua tak makin melemah. (Lit)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎LKBB Ke-9 Berau Diikuti 62 Tim, Peserta dari Kaltara Turut Meriahkan Ajang

    ‎LKBB Ke-9 Berau Diikuti 62 Tim, Peserta dari Kaltara Turut Meriahkan Ajang

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 809
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pelaksanaan Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) ke-9 resmi digelar di Lapangan Kantor Bupati Berau. Kegiatan ini diikuti 62 tim dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA Sederajat, yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Berau serta Kalimantan Utara. ‎Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Berau, Desmus Ersya, menyampaikan bahwa LKBB memiliki […]

  • ‎Disbudpar Dorong Pembangunan Creative Hub sebagai Rumah Kolaborasi Pelaku Ekraf

    ‎Disbudpar Dorong Pembangunan Creative Hub sebagai Rumah Kolaborasi Pelaku Ekraf

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.640
    • 0Komentar

    BERAU — Upaya Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif memasuki fase baru, pembangunan Creative Hub sebagai pusat aktivitas pelaku ekonomi kreatif. Gagasan ini muncul setelah subsektor ekraf unggulan di Berau menunjukkan perkembangan positif. ‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan keberadaan Creative Hub akan menjadi game changer untuk menghadirkan ruang kolaborasi, pelatihan, produksi, hingga […]

  • Perjuangkan Kenaikan Insentif Guru PAUD Sejak Awal Diberi Amanah Jadi Kepala Daerah

    Perjuangkan Kenaikan Insentif Guru PAUD Sejak Awal Diberi Amanah Jadi Kepala Daerah

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 714
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Memiliki background sebagai lulusan pendidikan, Sri Juniarsih paham betul bagaimana para tenaga pendidik menjalankan tugasnya. Sehingga, kesejahteraan pendidik pun menjadi salah satu prioritas yang diperjuangkan. Sejak menjabat pada masa pandemi COVID-19, peningkatan insentif khususnya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah masuk dalam misi meningkatkan kualitas SDM yang cerdas, sejahtera, dan berbudi luhur. […]

  • Soal Peredaran Miras, Eva Yunita Minta OPD Teknis Maksimalkan Penindakan

    Soal Peredaran Miras, Eva Yunita Minta OPD Teknis Maksimalkan Penindakan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    BERAU – Larangan peredaran minuman keras di Kabupaten Berau sejatinya sudah diikat aturan tegas melalui Peraturan Daerah. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa problem utama saat ini bukan lagi pada ketiadaan regulasi, melainkan pada pelaksanaan di lapangan. Eva menjelaskan, Perda yang mengatur pelarangan peredaran miras di Bumi Batiwakkal […]

  • Long Beliu: Memupuk Harapan dari Kampung Rotan Menuju Destinasi Ekowisata Berkelas

    Long Beliu: Memupuk Harapan dari Kampung Rotan Menuju Destinasi Ekowisata Berkelas

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 656
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di Balai Adat Kampung Long Beliu, Kamis (17/1), gema optimisme mengalun seiring pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Long Beliu oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir. Peluncuran Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu menjadi tonggak awal yang membuka peluang baru bagi desa di Kecamatan Kelay tersebut untuk menjadi salah satu destinasi […]

  • Cegah Polusi dan Panas Ekstrem, DPRD Berau Dorong Penghijauan Kota

    Cegah Polusi dan Panas Ekstrem, DPRD Berau Dorong Penghijauan Kota

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk memperbanyak penanaman pohon peneduh di kawasan perkotaan. Langkah ini dinilai penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim, mengurangi polusi udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Noryanto, menegaskan bahwa keberadaan pohon peneduh […]

expand_less