Madri Pani Pilih Menyepi: Dari Kursi DPRD ke Papan Catur
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
- visibility 772
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Politikus kawakan Kabupaten Berau, Madri Pani, resmi mengakhiri kiprahnya bersama Partai Nasional Demokrat (NasDem). Kabar mengenai pengunduran dirinya yang beredar dalam beberapa pekan terakhir akhirnya ia konfirmasi langsung.
“Betul, saya sudah pamit dari NasDem. Saya merasa sudah tidak memberi kontribusi yang berarti bagi partai. Saya takut hanya menjadi beban,” kata Madri.
Madri menegaskan keputusan itu bukan karena konflik internal. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Ketua DPD NasDem Berau, Dedy Okto Nooryanto, sebelum menyampaikan mundur. “Ini murni keputusan pribadi. Partai itu dinamis. Saya pikir sudah waktunya memberi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dan berkiprah di NasDem,” ujarnya.
Nama Madri tidak asing di panggung politik Berau. Pada Pemilu Legislatif 2019, ia terpilih sebagai Ketua DPRD Berau setelah mengantongi 2.746 suara dari daerah pemilihan empat. Pada Pileg 2024, ia bahkan mencatatkan rekor dengan 5.116 suara, menjadi yang tertinggi sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu figur penting di tubuh NasDem. Ia sempat dipercaya memimpin Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu).
Namun perjalanan politik itu kini ia akhiri. Madri memilih jalan berbeda: menikmati hari sebagai warga biasa. Ia ingin lebih dekat dengan masyarakat tanpa atribut partai. “Saya suka bercocok tanam di kebun di Kampung Gurimbang. Saya juga senang ngobrol dan main catur. Tapi selama ini setiap saya bertemu orang selalu dikaitkan dengan politik, padahal saya memang suka berbaur,” katanya.
Bagi Madri, jabatan dan kekuasaan hanyalah titipan. “Suatu saat kita semua kembali menjadi masyarakat biasa. Jadi saya ingin tetap berinvestasi sosial dengan masyarakat, karena tanpa mereka saya tidak mungkin jadi Ketua DPRD dulu,” ujarnya.
Ia menutup perbincangan dengan pesan yang menjadi pegangan hidupnya. “Letakkan dunia di kedua tanganmu, dan akhirat di hatimu,” tutur Madri.(*/akmal)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar