Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Dihantam Arus Surut, Kapal Batubara Kandas di Perairan Sukan

Dihantam Arus Surut, Kapal Batubara Kandas di Perairan Sukan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 2.668
  • print Cetak

Berau – Sebuah kapal pengangkut batubara, TB Prima Star 15 dan tongkang Prima Sakti 32, mengalami insiden kandas di Perairan Sukan, wilayah kerja KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pada Sabtu (25/10) siang.

‎Meski sempat mengalami kebocoran di bagian lambung, insiden tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun gangguan terhadap arus pelayaran di sekitar.

‎Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Guring, dalam laporannya menjelaskan. “Kapal tersebut awalnya berangkat pukul 06.00 WITA usai melakukan pemuatan batubara dini hari, sekitar pukul 13.00 WITA, kapal tiba di area Perairan Sukan untuk menunggu arus pasang guna melanjutkan pelayaran, ” ujarnya.

‎Namun deras arus surut membuat kapal terdorong keluar dari jalur dan bergesekan dengan kapal Prima Sakti 72 yang lebih dulu kandas di area tersebut. Akibatnya bagian buritan lambung kiri Prima Sakti 32 mengalami kebocoran, sementara Kapal Prima Sakti 72 tidak mengalami kerusakan berarti.

‎Menanggapi situasi itu, nahkoda kapal mengambil langkah cepat menstabilkan posisi kapal. “Nakhoda melakukan penambahan air ballast di tangki haluan kanan untuk menyeimbangkan buritan yang miring dan memopa air keluar menggunakan pompa alkon agar kapal terapung kembali,” terang Lister.

‎Ia menambahkan, pihak perusahaan akan melakukan docking kapal setelah proses pembongkaran muatan di kapal induk pada 27 Oktober mendatang.

‎Sementata itu, tim dari UPP Tanjung Redeb segera meninjau lokasi kejadian untuk memastikan keamanan jalur pelayaran serta mengonfirmasi bahwa tidak ada akorban jiwa.

‎”Kami juga memanggil nahkoda untuk dimintai keterangan sesua ketentuan yang berlaku,” ujar Lister.

‎Kantor UPP memastikan bahwa insiden kandasnya Prima Sakti 32 tidak berdampak pada pelayaran wilayah tersebut.  “Kondisi sudah terkendali, dan lalu lintas kapal tetap berjalan normal.”

 

(Akm)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragis, Pelajar di Samarinda Meninggal Setelah Pakai Sepatu Sempit Bertahun-tahun

    Tragis, Pelajar di Samarinda Meninggal Setelah Pakai Sepatu Sempit Bertahun-tahun

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Seorang pelajar SMK di Samarinda, Mandala (16), meninggal dunia setelah mengalami sakit yang diduga berawal dari penggunaan sepatu sekolah yang tidak sesuai ukuran. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi sorotan terkait kondisi ekonomi keluarga dan akses terhadap kebutuhan dasar. Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengungkapkan pihaknya menerima laporan pada 25 April […]

  • Penerbangan Tetap Lancar Meski Ada Karhutla di Berau

    Penerbangan Tetap Lancar Meski Ada Karhutla di Berau

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Teluk Bayur — Manajemen UPBU Kalimarau mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporah gangguan terhadap jarak pandang penerbangan atau visibilitas yang diakibatkan oleh karhutla. Hal itu disampaikan oleh Kepala UPBU Bandara Kalimarau, Ferdinan Nurdin pada Kamis (19/9/2024). “Masih aman terkendali. Sebab sampai hari ini belum ada laporan terjadinya penurunan jarak pandang baik oleh pilot dan […]

  • 6 Kecamatan di Berau Jadi Target Program Gratis Rehabilitasi Mangrove 

    6 Kecamatan di Berau Jadi Target Program Gratis Rehabilitasi Mangrove 

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Setelah melakukan sosialisasi dan pemaparan program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Kabupaten Berau, 6 kecamatan menjadi lokasi indikatif bagi program ini. Dihubungi Kamis (28/11/2024), Kepala Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi BGRM RI, Suwignya Utama, membenarkan hal tersebut. Total luasan mangrove yang bakal mendapatkan program rehabilitasi gratis dari pemerintah pusat ini adalah 1.320 Ha. […]

  • Kampanye di Teluk Sumbang, Agus Wahyudi Tawarkan Solusi Transportasi Murah dan Nyaman

    Kampanye di Teluk Sumbang, Agus Wahyudi Tawarkan Solusi Transportasi Murah dan Nyaman

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dalam kampanyenya di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk, Caon Wakil Bupati Berau, Agus Wahyudi memaparkan salah satu program yang akan menjadi unggulan oleh MPAW jika ditakdirkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati periode 2024-2029. Program tersebut ialah adanya ‘Perusda Transportasi’ yang akan menjawab persoalan transportasi di wilayah pesisir selatan Berau. Perusda transportasi itu […]

  • Malam Jumat & Minggu Sering Jadi Ajang Balap, Polisi Turun Tangan

    Malam Jumat & Minggu Sering Jadi Ajang Balap, Polisi Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 964
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepolisian Resor Berau kembali menyoroti maraknya aksi balap liar yang dilakukan anak muda di kawasan perkotaan. Kasatlantas Polres Berau, AKP Wulyadi, menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci dalam mencegah remaja terlibat dalam aktivitas berbahaya tersebut. Menurut Wulyadi, sejumlah ruas jalan di Tanjung Redeb kerap berubah fungsi menjadi lintasan balapan ilegal. Jalan […]

  • Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

    Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau kian sering berhadapan dengan buaya yang muncul di tengah permukiman warga. Reptil besar itu dinilai membahayakan, namun setiap ekor yang berhasil diamankan tak boleh dimusnahkan. Statusnya sebagai satwa dilindungi membuat buaya-buaya tersebut wajib dikembalikan ke habitat alaminya, sejauh mungkin dari aktivitas manusia. Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi […]

expand_less