Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Tambang Batu Bara Ilegal Merajalela di Kaltim, 111 Lokasi di Kukar

Tambang Batu Bara Ilegal Merajalela di Kaltim, 111 Lokasi di Kukar

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 875
  • print Cetak

Samarinda – Praktik penambangan batu bara ilegal masih menjadi persoalan akut di Benua Etam (julukan Kalimantan Timur)

Berdasarkan data terbaru, sedikitnya ada 174 lokasi tambang ilegal teridentifikasi tersebar di enam Kabupaten/Kota.

Aktivitas ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mempercepat kerusakan lingkungan dan merugikan negara secara ekonomi.

Dari seluruh temuan tersebut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wilayah dengan jumlah tambang ilegal terbanyak, yakni mencapai 111 lokasi.

Angka ini menempatkan Kukar sebagai episentrum persoalan tambang ilegal di Kaltim.

Untuk diketahui data tersebut disampaikan Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, dalam kegiatan coffee morning bersama ratusan wartawan di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN, Samarinda, Rabu (28/1/2026).

Selain Kukar, tambang ilegal juga ditemukan di Kota Samarinda (29 lokasi), Kutai Timur (16 lokasi), Berau (10 lokasi), Penajam Paser Utara (6 lokasi), dan Kutai Barat (2 lokasi).

Masifnya jumlah lokasi tersebut, menurut Anggara, mencerminkan lemahnya pengawasan di masa lalu sekaligus menegaskan urgensi penanganan yang lebih keras dan terkoordinasi.

Penertiban tambang ilegal di Kaltim saat ini ditangani Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Satgas ini diberi mandat untuk menindak pertambangan tanpa izin di kawasan hutan, menyita area tambang ilegal, baik batu bara maupun nikel, serta memulihkan aset negara.

“Jaksa Agung sudah menginstruksikan Kejaksaan Tinggi Kaltim untuk menindak tegas para pelaku tambang ilegal,” ujar Anggara.

Ia menambahkan, batu bara yang disita dari berbagai lokasi tambang ilegal tidak hanya dihentikan operasinya, tetapi juga akan dilelang.

Hasil penjualan tersebut disetor langsung ke kas negara, sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian akibat praktik ilegal yang berlangsung bertahun-tahun.

Selain penindakan hukum, Satgas PKH juga mulai menjalankan langkah pemulihan lingkungan.

Di antaranya, reklamasi lahan seluas 19 hektare di Samboja, wilayah yang sebelumnya terdampak aktivitas tambang ilegal.

Anggara menilai, dampak operasi Satgas PKH mulai terlihat di lapangan. Salah satu indikatornya adalah menurunnya lalu lintas ponton pengangkut batu bara di Sungai Mahakam.

“Saya bisa melihat langsung dari ruang kerja yang menghadap Sungai Mahakam. Dulu ponton lewat hampir setiap menit. Sekarang sudah jauh berkurang, mungkin sekitar 30 persen. Ponton yang masih beroperasi adalah pengangkut batu bara legal,” ujarnya.

Meski demikian, besarnya jumlah lokasi tambang ilegal yang terungkap menunjukkan bahwa persoalan ini belum selesai.

Penindakan yang konsisten, transparansi proses hukum, serta pemulihan lingkungan menjadi pekerjaan rumah besar bagi negara agar Kaltim tidak terus menjadi korban eksploitasi sumber daya tanpa kendali.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset*

    5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset*

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, (Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang akan disahkan mendapat sorotan luas. Sebab RUU yang digadang-gadang sebagai senjata ampuh negara untuk melawan korupsi dan kejahatan luar biasa itu bisa disalahgunakan. Hal ini karena adanya beberapa pasal […]

  • Antrean hingga Dokter Bertugas Kini Terpantau, Dinkes Berau Andalkan Aplikasi Mandau

    Antrean hingga Dokter Bertugas Kini Terpantau, Dinkes Berau Andalkan Aplikasi Mandau

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau kini dapat memantau secara langsung aktivitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas melalui aplikasi “Mandau”. Inovasi digital ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan masyarakat berjalan optimal dan merata. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan aplikasi Mandau memungkinkan pihaknya mengetahui kondisi pelayanan di 21 puskesmas secara real time, […]

  • Berau Menuju Destinasi Digital – Wisata yang Bisa Dilihat, Dirasa, dan Dibawa dalam Genggaman

    Berau Menuju Destinasi Digital – Wisata yang Bisa Dilihat, Dirasa, dan Dibawa dalam Genggaman

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kabupaten Berau tengah menapaki babak baru dalam pengelolaan pariwisata. Alam yang indah, budaya yang kaya, dan panorama laut bergradasi biru tak lagi hanya dinikmati oleh mereka yang datang berkunjung langsung. Kini, keindahan itu bisa mengalir ke seluruh penjuru dunia hanya melalui layar gawai. Transformasi inilah yang didorong […]

  • Lapak UMKM di CFD Sungai Segah: Strategi DPRD Berau untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat

    Lapak UMKM di CFD Sungai Segah: Strategi DPRD Berau untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Adanya space atau ruang yang diberikan kepada UMKM untuk menjajakan produknya pada gelaran Car Free Day (CFD) di sepanjang tepian Sungai Segah, mendapat apresiasi dari DPRD Berau. Ditemui pada Minggu (13/10/2024) pagi, anggota DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto mengatakan jika lapak berjualan yang disediakan bagi para UMKM sangat bagus. Karena bisa meningkatkan […]

  • Siapkan Strategi Perkuat 225 Destinasi Berau

    Siapkan Strategi Perkuat 225 Destinasi Berau

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menapaki arah pembangunan baru lewat sektor pariwisata berbasis komunitas. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan Dunia Usaha dan Pariwisata tahun lalu. Rakor yang mengusung tema “Peningkatan Community Based Tourism” ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat pembangunan wisata yang bukan hanya bertumpu pada destinasi, tetapi […]

  • Evaluasi Bersama World Bank, Kaltim Jadikan EK-PERR Fondasi Kebijakan Rendah Emisi

    Evaluasi Bersama World Bank, Kaltim Jadikan EK-PERR Fondasi Kebijakan Rendah Emisi

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama tim World Bank mulai menyusun Implementation Completion and Results Report (ICR) sebagai bagian dari evaluasi akhir pelaksanaan Program East Kalimantan Project for Emission Reduction Results (EK-PERR). Pembahasan berlangsung dalam kegiatan Implementation Completion and Results Report (ICR) Mission di Hotel Mercure Samarinda, Kamis, 16 Juli 2026. Rapat dipimpin Kepala […]

expand_less