Masa Depan Pertanian Ada di Kampung: Mina Tani Jadi Alternatif Ketahanan Pangan
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Di banyak tempat, air bisa menjadi sahabat yang menumbuhkan hasil panen, tetapi juga bisa berubah menjadi masalah ketika genangan datang tanpa kendali. Di Berau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah bekerja agar air tetap berada di sisi yang benar—mengalir ke sawah saat dibutuhkan, dan jauh dari permukiman ketika hujan turun.
Fokus itu kini terang mengarah pada dua sisi yang saling berkaitan: irigasi untuk pertanian dan drainase untuk pemukiman. Keduanya bergerak beriringan sebagai fondasi ketahanan pangan dan kualitas hidup warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyebut pengelolaan air bukan sekadar urusan teknis. Pada irigasi, air adalah nyawa padi; pada drainase, ia adalah benteng agar rumah, sekolah, hingga pasar tidak menjadi kolam setelah hujan panjang.
“Irigasi kami fokuskan untuk sawah, sedangkan drainase untuk menjaga permukiman dan fasilitas umum tetap aman dari genangan,” ungkapnya.
Salah satu titik yang kini menjadi prioritas adalah Kampung Tasuk. Di sana, jaringan drainase tak hanya melindungi rumah dan jalan, tetapi juga akses pendidikan dari SD hingga SMP. Namun, jalur perbaikan tidak selalu mulus. Tantangan muncul pada pembangunan jembatan kecil dengan lebar di bawah enam meter—struktur yang tampak sederhana, namun penuh detail teknis yang perlu kecermatan.
“Walaupun sering terkendala teknis, kami tetap komitmen untuk melanjutkan pembangunan,” jelas Hendra.
Program penguatan irigasi dan drainase bukan proyek jangka pendek. DPUPR membangunnya sebagai investasi masa depan—agar lahan pangan tetap produktif dan permukiman bebas genangan, bukan hanya hari ini, tapi hingga bertahun-tahun ke depan.
Jika air dikelola dengan benar, maka sawah tetap hijau, kampung nyaman ditinggali, dan infrastruktur pendidikan serta ruang publik berdiri tanpa khawatir tergenang. Itulah arah yang sedang dituju: Berau yang tumbuh melalui air yang bekerja dengan bijaksana. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar