Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Buyung-Buyung Menuju Etalase Ekonomi Biru Dunia: Mangrove Lestari, Udang Organik Bernilai Tinggi

Buyung-Buyung Menuju Etalase Ekonomi Biru Dunia: Mangrove Lestari, Udang Organik Bernilai Tinggi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 180
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — Pagi itu, perahu kayu membelah perairan yang tenang di Kampung Buyung-Buyung, Tabalar. Di kanan-kiri, hutan mangrove berdiri rapat seperti pagar hijau yang menjaga pesisir dari gelombang dunia luar. Di sinilah, Sabtu (1/11/2025), Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN Nico Barito menapakkan kaki — bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menyaksikan masa depan ekonomi biru Berau yang sedang tumbuh.

Didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Nico menjelajahi Mangrove Buyung Lestari, salah satu kawasan konservasi yang tampil alami, rapi, namun hidup oleh aktivitas masyarakat pesisir. Ia menyebut Berau memiliki peluang besar menjadi contoh praktik ekonomi laut berkelanjutan, sebagaimana Seychelles yang hidup dari laut dan berhasil maju melalui pengelolaan perikanan, ekowisata, dan karbon biru.

“Mangrove bukan hanya habitat, tapi sumber ekonomi. Karbonnya bernilai, wisatanya hidup, dan masyarakat bisa sejahtera jika dikelola baik,” ujarnya.

Buyung-Buyung: Hutan Lestari, Laut Menghidupi

Kampung Buyung-Buyung tidak hanya menyimpan mangrove sebagai penyangga ekosistem. Di balik rimbunan akar bakau, udang organik dan kepiting bakau berkembang menjadi sumber ekonomi yang terus bergerak. Nico mengungkapkan kekagumannya — kampung ini mampu menghasilkan hingga 100 ton per hari untuk pasar lokal. Angka yang, jika ditambah pengolahan pasca panen, bisa menjadi batu loncatan menuju pasar nasional hingga internasional.

Ia membayangkan skema nilai tambah yang lebih luas: udang segar, frozen, ebi, terasi, bahkan pemanfaatan limbah kulit serta kepala udang menjadi tepung, kosmetik, hingga produk kesehatan.

“Tidak boleh ada limbah. Semua bisa bernilai,” tegasnya.

Baginya, potensi ini harus diikat dalam sistem — koperasi kuat, pembiayaan syariah, fasilitas cold storage, hingga desain kemasan ekspor yang layak pasar global.

Dari Mangrove ke Dunia — Ekonomi Biru Berau Mulai Bergerak

Setelah menyusuri jalur kayu mangrove yang rimbun, Sri Juniarsih memperlihatkan kepada Dubes Seychelles aneka produk olahan laut yang dibuat pelaku UMKM — terasi udang rebon, ebi, ikan kering, semuanya dari bahan segar hasil tangkapan nelayan lokal. Ia menyebut Buyung-Buyung sebagai pilot project blue economy & blue food Berau, tempat konservasi berjalan bersama usaha rakyat.

“Potensi ini harus terangkat bukan hanya nasional, tetapi internasional,” kata Sri.

“Blue economy adalah masa depan masyarakat pesisir Berau.”

Ia berharap kerja sama dengan Seychelles dan institusi internasional dapat memperkuat kapasitas kampung — dari budidaya organik, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran.

Karena jika Buyung-Buyung berhasil, ia tidak hanya akan menjadi kampung model. Ia akan menjadi bukti bahwa hutan mangrove, udang, nelayan, dan pasar global bisa berada dalam satu garis yang sama — garis yang bernama kesejahteraan.

Air di pesisir itu tenang, tapi masa depan yang sedang disiapkan tidak.
Ia bergerak — seperti akar mangrove yang pelan-pelan mencengkeram lumpur dan menjadi pohon.
Berau menanam, dunia tinggal menunggu saatnya panen.

(yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Dukung Pengangkatan Kisah Raja Alam ke Layar Lebar

    DPRD Berau Dukung Pengangkatan Kisah Raja Alam ke Layar Lebar

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 395
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyatakan dukungannya terhadap rencana produksi film yang mengangkat kisah perjuangan Raja Alam. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memperkuat literasi sejarah masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tokoh daerah. Sutami menilai, sosok Raja Alam yang merupakan sultan di Berau belum banyak dikenal publik, terutama di kalangan generasi […]

  • Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggulirkan program penghargaan Adipura dengan pendekatan baru. Tahun ini, aspek pengelolaan sampah menjadi indikator utama dalam penilaian. Hal itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Pertemuan Kebijakan dan Pelaksanaan Program Adipura 2025 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025. […]

  • Jelang Lebaran, DPRD Minta Pemkab Awasi Distribusi LPG Bersubsidi

    Jelang Lebaran, DPRD Minta Pemkab Awasi Distribusi LPG Bersubsidi

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 756
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, meminta pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperketat pengawasan distribusi gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak menerima. Menurut Dedy, […]

  • Kakam Sambakungan Dilaporkan atas Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

    Kakam Sambakungan Dilaporkan atas Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 852
    • 0Komentar

    BERAU – Penerbitan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) di kawasan Gunung Sarundung, RT 01 Kampung Sembakungan, Kecamatan Gunung Tabur, berbuntut panjang. Seorang pria berinisial Bdr dan kepala kampung dilaporkan atas dugaan pemalsuan surat hak atas tanah ke Maporles Berau. Pemangku Adat Kampung Sambakungan, Achmad Maulana didampingi Kuasa Hukumnya, Arjuna Mawardi menyampaikan, dirinya bersama kliennya telah […]

  • JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Samarinda — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), menilai dampak aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.   Ancaman tersebut tidak lagi sebatas pencemaran air, melainkan perubahan bentang alam ekstrem yang berisiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.   Sorotan publik kemudian menguat, setelah beredar luas di media sosial foto lubang […]

  • Bupati Berau Jadi Korwil Apkasi, Siap Bawa Aspirasi Kaltim ke Level Nasional

    Bupati Berau Jadi Korwil Apkasi, Siap Bawa Aspirasi Kaltim ke Level Nasional

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Kalimantan Timur dalam kepengurusan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) untuk periode 2025–2030. Penunjukan ini menandai pengakuan terhadap peran kepemimpinan perempuan pertama di Kabupaten Berau itu di level nasional. Keputusan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Korwil Apkasi yang berlangsung di Sekretariat Apkasi, Jakarta […]

expand_less