Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 630
  • print Cetak

Samarinda — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), menilai dampak aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

 

Ancaman tersebut tidak lagi sebatas pencemaran air, melainkan perubahan bentang alam ekstrem yang berisiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.

 

Sorotan publik kemudian menguat, setelah beredar luas di media sosial foto lubang tambang terbuka di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay yang terlihat lebih dalam dibandingkan badan sungai itu sendiri.

 

Dinamisator JATAM Kaltim, Mustari Sihombing, mengungkapkan bahwa padatnya izin usaha pertambangan (IUP) di Berau telah memicu perubahan lanskap secara masif.

 

Berdasarkan data overlay JATAM, terdapat 94 konsesi tambang di Kabupaten Berau, dengan tujuh konsesi berada di wilayah hulu dan tengah DAS Kelay.

 

“Sungai Kelay merupakan urat nadi masyarakat Berau. Ketika lubang tambang dibuat lebih dalam dari aliran sungai, risiko yang ditanggung sangat besar, mulai dari perubahan aliran air tanah hingga potensi jebolnya struktur tanah saat hujan lebat,” kata Mustari, pada Sabtu (24/1/2025).

 

Temuan tersebut diperkuat hasil investigasi lapangan Jaringan Penulis Alam (JPA) yang menunjukkan jarak antara lubang tambang terbuka (open pit) dengan aliran Sungai Kelay berada pada posisi kritis.

 

Aktivitas pengerukan itu diduga berada dalam konsesi PT Supra Bara Energi (SBE) yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) seluas 2.543 hektare, meliputi wilayah Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.

 

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Erwanto, menegaskan bahwa meski kewenangan perizinan pertambangan berada di pemerintah pusat.

 

Pemerintah daerah, menurutnya akan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pengawasan.

 

“Tidak elok jika pemerintah daerah terkesan menutup mata terhadap kondisi yang terjadi di wilayahnya sendiri. Kami akan berkoordinasi dengan Inspektur Pertambangan sebagai perpanjangan tangan Kementerian ESDM,” ujar Bambang.

 

Ia menyampaikan, Dinas ESDM Kaltim berencana memanggil perusahaan terkait untuk memaparkan dokumen perizinan serta metode penggalian yang diterapkan.

 

Setelah itu, Inspektur Tambang akan melakukan pemeriksaan lapangan, termasuk menilai kesesuaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

 

“Fokus pengawasan kami adalah jarak galian yang dinilai terlalu dekat dengan sungai. Jika hal tersebut tercantum dalam Amdal, maka mitigasi geotekniknya akan kami cermati secara serius,” kata Bambang.

 

Namun, bagi JATAM, langkah administratif saja dinilai sangat belum cukup, mengingat bahwa kondisi dampak dan akibat dari kerusakan lingkunganya sangat parah.

 

Mustari bahkan mengingatkan bahwa ancaman di DAS Kelay bukan sekadar potensi, melainkan telah terbukti melalui peristiwa banjir besar pada Mei 2021, ketika luapan Sungai Kelay merusak tanggul tambang dan merendam permukiman warga di Kampung Bena Baru.

 

“Sungai Kelay tidak rusak karena faktor alam semata. Kerusakan ini merupakan hasil dari kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan tambang dibandingkan keselamatan warga,” ujar Mustari.

 

JATAM Kaltim mendesak pemerintah segera melakukan audit lingkungan menyeluruh serta membekukan sementara aktivitas pertambangan di kawasan berisiko hingga proses audit tuntas dilakukan.

 

“Jika dibiarkan, yang sedang dikeruk bukan hanya batu bara, tetapi juga masa depan dan keselamatan masyarakat Berau,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu Komisi II DPR, Menteri Anas Urai Penyelesaian Tenaga Non-ASN Hingga Digitalisasi Manajemen ASN

    Bertemu Komisi II DPR, Menteri Anas Urai Penyelesaian Tenaga Non-ASN Hingga Digitalisasi Manajemen ASN

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 693
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menyampaikan berbagai transformasi strategis dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diformulasikan dan dikonsolidasikan dengan lintas sektor. Transformasi strategis tersebut salah satunya dalam lingkup penyelesaian penataan tenaga non-ASN. Anas menguraikan pemerintah telah mengupayakan penyelesaian non-ASN melalui tiga peraturan. […]

  • Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.885
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pembangunan Gedung Kesenian atau Berau Creative Hub menjadi salah satu program strategis yang diusulkan dalam 8 program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berinovasi. Gedung kesenian ini dirancang sebagai ruang inklusif, yang […]

  • Satpol PP Tertibkan Area Jualan Liar

    Satpol PP Tertibkan Area Jualan Liar

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.414
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menertibkan kios liar yang berdiri dikawasan zona merah dijalan sepanjang jalan khususnya wilayah Tanjung Redeb hingga Pasar Sanggam Adji Dilayas. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Robani, menerangkan bahwa pemerintah tidak melarang kegiatan berjualan tersebut, namun menghimbau agar masyarakat memperhatikan kategori zonanya. “masyarakat perlu […]

  • Kesenjangan Keterampilan Hambat Naker Lokal: BLK Jadi Solusi Peningkatan Daya Saing di Berau

    Kesenjangan Keterampilan Hambat Naker Lokal: BLK Jadi Solusi Peningkatan Daya Saing di Berau

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meski Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah yang cukup padat dengan aktivitas perusahaan besar, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan, persoalan klasik terkait rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal masih terus terjadi. Kurangnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi kendala utama yang perlu segera diatasi. Menanggapi persoalan tersebut, anggota Komisi III DPRD […]

  • Dugaan Korupsi Tambang Diselidiki, Kantor ESDM Kaltim Digeledah

    Dugaan Korupsi Tambang Diselidiki, Kantor ESDM Kaltim Digeledah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menggeledah kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim di Jalan MT Haryono, Samarinda, dalam penyidikan dugaan korupsi sektor pertambangan. Penggeledahan dilakukan pada pertengahan Maret 2026 oleh tim Pidana Khusus. Dalam kegiatan tersebut, penyidik memeriksa sejumlah ruangan kerja dan tempat penyimpanan dokumen. Sejumlah berkas serta perangkat elektronik diamankan […]

  • Sri Juniarsih: Promosi Wisata Berau Harus Lebih Kreatif dan Kuasai Dunia Digital

    Sri Juniarsih: Promosi Wisata Berau Harus Lebih Kreatif dan Kuasai Dunia Digital

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta promosi sektor pariwisata daerah dilakukan secara lebih kreatif dan memanfaatkan platform digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Berau. Menurut Sri, strategi pemasaran pariwisata tidak lagi cukup dilakukan dengan cara konvensional. Informasi mengenai destinasi wisata harus disajikan secara terintegrasi […]

expand_less