Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » MBG Kian Menggeliat di Berau: Anak Sehat, Ekonomi Petani Tumbuh

MBG Kian Menggeliat di Berau: Anak Sehat, Ekonomi Petani Tumbuh

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 337
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Kabupaten Berau mulai menunjukkan dampak nyata. Bukan sekadar menjamin kebutuhan gizi ribuan pelajar, inisiatif ini perlahan bergerak menjadi pengungkit ekonomi baru bagi sektor pertanian dan koperasi lokal.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai MBG sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait bekerja serius dan konsisten, karena program ini menyangkut masa depan sumber daya manusia di Bumi Batiwakkal.

“Harapan kami sederhana, anak-anak bisa merasakan manfaatnya secepat mungkin. Dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus hadir sebagai pusat edukasi dan pemenuhan gizi yang benar-benar bekerja untuk masyarakat,” kata Sri Juniarsih.

Tahap awal pelaksanaan kini berjalan melalui dapur utama SPPG di Jalan Karang Mulyo. Di titik ini, ribuan porsi makanan bergizi diproduksi setiap hari dan didistribusikan ke empat sekolah, mencakup jenjang TK hingga SMA. Totalnya mencapai 1.693 porsi per hari sebagai proyek awal sebelum program diperluas.

Jika sistem dapur dan distribusi bekerja optimal, Pemkab Berau telah menyiapkan langkah lanjutan: perluasan cakupan program hingga seluruh kecamatan. Target akhirnya ambisius—80 ribu pelajar per hari dapat menerima makanan bergizi dari dapur SPPG.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyebut program ini sebagai peluang besar bagi petani dan koperasi lokal. Kebutuhan pasokan bahan segar dipastikan melonjak seiring pengembangan dapur SPPG. Pisang, jeruk, semangka, dan telur diprediksi menjadi komoditas unggulan yang paling banyak terserap.

“Hampir seluruh menu membutuhkan telur, baik sebagai lauk maupun campuran. Begitu seluruh dapur aktif, permintaan bahan lokal otomatis meningkat,” ujarnya.

Tak hanya buah dan telur, komoditas lain seperti sayur-mayur, ayam, tahu, dan tempe juga diproyeksikan menjadi pasokan rutin. Sementara ikan masih dibatasi penggunaannya karena faktor keamanan pangan pada anak sekolah. Untuk memastikan kualitas bahan baku, pemerintah menggandeng Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) guna menelusuri sumber pasokan dari petani lokal hingga pemasok luar daerah.

Rakhmadi menegaskan, MBG bukan semata program penyedia makanan, melainkan pergerakan ekonomi yang melibatkan banyak pihak. “Ini ikhtiar menyehatkan anak-anak, sekaligus membuka ruang usaha baru untuk petani, koperasi, dan pelaku pangan lokal,” tutupnya. (yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Dukung Pembatasan Medsos Bagi Anak

    DPRD Berau Dukung Pembatasan Medsos Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 759
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah berencana menerapkan kebijakan penonaktifan akun media sosial bagi pengguna yang belum berusia 16 tahun mulai 28 Maret 2026. Ketentuan ini akan berlaku pada sejumlah platform digital populer yang banyak digunakan masyarakat, di antaranya YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, hingga gim daring Roblox. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi […]

  • Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipida

    Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipida

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Samarinda – Koalisi Pers Kalimantan Timur mengecam keras tindakan intimidasi, represif, serta penghapusan data terhadap wartawan saat meliput aksi 214 di Kebugernuran Kaltim. Peristiwa ini merupakan bentuk pembungkaman kerja jurnalistik dan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Insiden terjadi di dua lokasi berbeda dengan total empat […]

  • Tuntas Krisis Air di Tembudan, Pemkab Berau Tambah Jaringan SPAM

    Tuntas Krisis Air di Tembudan, Pemkab Berau Tambah Jaringan SPAM

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, termasuk penyediaan air bersih yang layak di seluruh wilayah Kabupaten Berau. Untuk itu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Pemkab menganggarkan Rp 13,9 miliar untuk memperluas jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Tembudan, […]

  • Sri Juniarsih: Sinergi Pemda dan Polres Kunci Kondusifitas di Bumi Batiwakkal

    Sri Juniarsih: Sinergi Pemda dan Polres Kunci Kondusifitas di Bumi Batiwakkal

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan di tubuh Polres Berau saat menghadiri acara pisah sambut Kapolres yang digelar di Hotel Mercure, Kamis malam, 4 September 2025. Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsih menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada AKBP Khairul Basyar, yang dalam 11 bulan terakhir dinilainya berhasil menjaga stabilitas keamanan di […]

  • Koperasi Desa di Berau Diingatkan, Gagal Bayar Bisa Potong Dana Desa

    Koperasi Desa di Berau Diingatkan, Gagal Bayar Bisa Potong Dana Desa

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan seluruh desa dan kelurahan telah memiliki Koperasi Merah Putih (KMP). Sebanyak 99 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan 10 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) kini resmi terbentuk. Dua kampung, Batu Rajang dan Siduung Indah, sepakat bergabung dalam satu wadah. “Dengan demikian, 100 persen kampung dan kelurahan di Berau […]

  • Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 556
    • 0Komentar

    MARATUA – Seorang bocah bernama Kairul Azam berusia 11 tahun harus mengalami nasib naas. Niat membantu sang ayah justru membuatnya harus mendapatkan luka cukup serius di bagian lengan tangan dan kaki karena serangan hiu. Hal ini bermula ketika si anak ikut ayahnya ke Pulau Semut di Teluk Alulu Kecamatan Maratua untuk mencari Udang, pada Minggu […]

expand_less