Disnakertrans Berau Siapkan Pelatihan Welder, Soroti Ketidaksesuaian Keterampilan dan Kebutuhan Industri
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau menyiapkan program pelatihan kejuruan berbasis sertifikasi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah pelatihan pengelasan (welder) dengan peserta awal sebanyak 16 orang.
Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, mengatakan pelaksanaan program tersebut masih menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran serta usulan yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Biasanya ada usulan dari Musrenbang, lalu disesuaikan dengan kebutuhan yang ada saat ini,” kata Anang, Senin, 20 April 2026.
Selain pelatihan pengelasan, Disnakertrans juga memetakan kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor lain, seperti otomotif dan servis pendingin udara (AC). Untuk tahun mendatang, dinas itu juga memproyeksikan pembukaan pelatihan mekanik guna memperluas peluang kerja di sektor industri.
Di luar sektor industri, pemerintah daerah tetap menjalankan pelatihan kewirausahaan, antara lain di bidang tata boga. Program ini ditujukan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Berau. Pembekalan juga diberikan kepada siswa tingkat akhir sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui bimbingan dan penyuluhan sebelum memasuki dunia kerja.
Anang menanggapi anggapan bahwa rendahnya kualitas sumber daya manusia lokal menjadi alasan perusahaan merekrut tenaga kerja dari luar daerah. Menurut dia, persoalan utama terletak pada ketidaksesuaian antara keahlian tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan.
“Bukan soal tidak mampu, tetapi belum sesuai kebutuhan. Misalnya perusahaan butuh tenaga dengan keahlian komputer, sementara yang tersedia keahlian lain,” ujarnya.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Disnakertrans mulai memperkuat kerja sama dengan sektor swasta melalui skema nota kesepahaman (MoU). Melalui kerja sama ini, perusahaan diharapkan memberikan informasi spesifik terkait kebutuhan tenaga kerja yang kemudian diakomodasi dalam program pelatihan maupun Bursa Kerja Khusus (BKK).
Sejumlah perusahaan, seperti PT Pamapersada Nusantara (PAMA), disebut telah menjalankan program pemagangan sebagai bagian dari kolaborasi tersebut.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara Disnakertrans, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dapat mempercepat penyesuaian antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja lokal di Kabupaten Berau. (tnr)
- Penulis: admin
