Manutung Jukut Dipastikan Kembali Digelar di HUT Berau 2026, Ini Alasan Diskan Tetap Pertahankan di Tengah Efisiensi Anggaran
- account_circle admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan Kabupaten Berau memastikan tradisi Jukut Manutung atau bakar ikan akan kembali digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Berau 2026. Kegiatan tersebut sempat terkendala pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan Jukut Manutung tetap menjadi bagian dari rangkaian perayaan daerah sekaligus mendukung kampanye nasional gemar makan ikan.
“Jika tidak ada kendala, kegiatan ini tetap dilaksanakan. Selain memeriahkan HUT Berau, juga untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan,” kata Abdul Majid.
Menurut dia, pelaksanaan kegiatan kemungkinan digelar setelah puncak peringatan HUT Berau pada 15 September 2026. Waktu pelaksanaan akan menyesuaikan akhir pekan untuk mendorong partisipasi masyarakat.
“Biasanya dilaksanakan setelah tanggal 15, pada Sabtu atau Minggu agar lebih banyak masyarakat yang hadir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penentuan jadwal masih menunggu koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Pariwisata akan menyusun keseluruhan agenda kegiatan HUT Berau, termasuk integrasi acara budaya dan pariwisata.
“Nanti akan ada rapat koordinasi. Dinas Pariwisata menyusun rangkaian kegiatan secara menyeluruh,” kata dia.
Dalam pelaksanaannya, setiap OPD memiliki peran masing-masing. Dinas Perikanan bertanggung jawab atas kegiatan Jukut Manutung, sementara agenda lain seperti pameran dan expo ditangani instansi terkait.
Abdul Majid menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi memiliki tujuan meningkatkan konsumsi ikan serta mendorong kunjungan wisatawan ke Berau.
“Selain kampanye gemar makan ikan, kegiatan ini juga diharapkan berdampak pada sektor pariwisata,” ucapnya.
Untuk lokasi, kegiatan diperkirakan kembali dipusatkan di Tanjung Redeb. Namun, tidak menutup kemungkinan kecamatan lain turut menyelenggarakan kegiatan serupa sesuai kesiapan daerah masing-masing.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia memastikan Jukut Manutung tetap menjadi prioritas dan diakomodasi dalam anggaran daerah.
“Kegiatan ini tetap dipertahankan karena memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi,” kata Abdul Majid. (tnr)
- Penulis: admin
