Dampak Kenaikan CPO Global Mulai Terasa di Pasar
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tanjung Redeb– Harga minyak goreng di sejumlah pasar di Kabupaten Berau mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan pedagang maupun pembeli.
Pantauan di Pasar Manunggal, Rabu, 8 April 2026, harga minyak goreng berada pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp24 ribu per liter, tergantung merek.
Salah satu pedagang, Elfiani, mengatakan belum menambah stok karena harga masih fluktuatif. “Informasinya memang naik, tapi saya belum pesan lagi. Kemarin masih di kisaran Rp20 ribu sampai Rp23 ribu,” ujarnya.
Pedagang lain, Marni, menyebut sejumlah produk sudah mengalami kenaikan harga. Minyak goreng merek Tawon, misalnya, naik dari Rp23 ribu menjadi Rp25 ribu per liter. Sementara merek Sabrina naik dari Rp23 ribu menjadi Rp24 ribu per liter.
Kenaikan harga ini mulai memengaruhi aktivitas jual beli, meski belum signifikan. Pedagang masih berupaya menyesuaikan harga agar tidak menekan daya beli masyarakat.
Pengamat ekonomi dari Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh lonjakan harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
“Kenaikan harga CPO dipicu kondisi global, termasuk konflik yang mendorong kenaikan harga komoditas seperti minyak dan mineral,” ujarnya.
Ia menilai dinamika harga global tersebut berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok di daerah, termasuk minyak goreng sebagai komoditas utama masyarakat.
Pedagang berharap harga dapat kembali stabil agar daya beli tetap terjaga dan aktivitas pasar tidak terganggu. (tnr)
- Penulis: admin
