Mimpi Wisata Sungai Berau Tertunda
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU — Rencana pengadaan kapal pinisi untuk mendukung wisata sungai di Kabupaten Berau belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengalihkan fokus pada penguatan fasilitas dasar di destinasi wisata.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan wacana pengadaan kapal pinisi telah diusulkan sejak dua tahun lalu sebagai bagian dari pengembangan wisata berbasis sejarah.
“Dua tahun yang lalu itu, kami sudah pernah mengajukan usulan untuk pengadaan kapal pinisi, untuk memanfaatkan wisata sungai sampai ke kota tua, dengan storytelling menghubungkan tiga kota bersejarah, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur,” ujarnya.
Menurut dia, rencana tersebut sempat mendapat persetujuan dari kepala daerah. Namun, kebutuhan anggaran yang besar menjadi pertimbangan utama sehingga program tersebut belum dapat direalisasikan.
“Memang sudah disetujui oleh Ibu Bupati, tapi anggarannya cukup besar untuk pengadaan kapal pinisi itu,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau juga berupaya mendorong realisasi program tersebut dengan mencari investor yang tertarik mengembangkan wisata kapal pinisi di Berau.
Namun, Disbudpar menilai skema investasi menjadi opsi yang lebih realistis dibandingkan pengadaan langsung oleh pemerintah daerah.
“Kami juga berpikir, kalau Pemda yang mengadakan, nanti siapa yang mengelola. Jadi kalau ada investor yang masuk, kami justru lebih setuju,” tambahnya, Rabu (22/4/26).
Di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, Disbudpar memilih memprioritaskan pengembangan amenitas atau fasilitas dasar di destinasi wisata yang dinilai lebih mendesak.
“Kami melihat banyaknya kebutuhan di daya tarik wisata, khususnya amenitas yang belum siap. Jadi kami lebih memilih fokus ke sana dulu,” tegasnya.
Ia memastikan, untuk tahun ini tidak ada rencana lanjutan terkait pengadaan kapal pinisi.
“Oh tentu tidak, karena sekarang anggaran semakin kecil. Jadi kita prioritaskan yang benar-benar mendesak dulu,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
