Rp38 Miliar Digelontorkan ke Derawan-Maratua
- account_circle admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau mengalokasikan anggaran lebih dari Rp38 miliar pada 2026 untuk merekonstruksi jalan di dua destinasi wisata unggulan, Pulau Derawan dan Pulau Maratua.
Kebijakan ini tidak sekadar menyasar penguatan sektor pariwisata, tetapi juga memicu harapan masyarakat terhadap dampak langsung bagi aktivitas harian. Rekonstruksi jalan dilakukan secara menyeluruh, tidak lagi bersifat tambal sulam, dengan konstruksi yang dirancang lebih tahan lama.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Bambang Sugianto, mengatakan pendekatan tersebut dipilih untuk menjawab tantangan lingkungan pesisir.
“Sesuai DPA, jalan sepanjang 3,7 kilometer akan dibangun dengan pengerasan beton agar lebih awet dan mampu bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Di Pulau Derawan, proyek sepanjang 3,7 kilometer itu menelan anggaran Rp18,8 miliar dan ditargetkan rampung dalam tahun ini. Adapun di Pulau Maratua, pemerintah daerah mengalokasikan Rp19,2 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan jalur utara yang menjadi akses vital penghubung antarwilayah.
Meski berfokus pada kawasan wisata, pembangunan ini dinilai memiliki dampak yang lebih luas. Infrastruktur jalan tidak hanya menunjang mobilitas wisatawan, tetapi juga menjadi jalur utama distribusi logistik serta aktivitas ekonomi warga.
Bambang menyebutkan pengembangan infrastruktur di wilayah kepulauan merupakan bagian dari strategi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
“Fokus kami pada kawasan wisata. Di Maratua, jalur utara terus kami dorong agar konektivitas semakin baik dan merata,” katanya.
Sejumlah warga berharap proyek ini dapat menekan biaya distribusi barang yang selama ini relatif tinggi akibat keterbatasan akses jalan. Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur diyakini membuka peluang usaha baru, mulai dari transportasi hingga pengembangan homestay dan usaha mikro lainnya.
“Dengan akses yang semakin memadai, wisatawan lebih mudah menjangkau destinasi unggulan. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (tnr)
- Penulis: admin
