Kader Muda PSI Berau Ajak Perempuan Gen Z Terlibat dalam Politik dan Sosial
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak

BERAU – Keterlibatan perempuan muda dalam dunia politik di Kabupaten Berau mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah kader muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Berau mendorong generasi muda, khususnya perempuan Gen Z, untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, kegiatan sosial, pendidikan, hingga pelestarian budaya.
Salah satu kader muda PSI Berau, Umi Ramadhani, mengatakan keterlibatannya di partai politik didorong keinginan untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Menurut dia, perempuan muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah.
“Sebagai perempuan Gen Z, saya ingin ikut terlibat langsung membawa perubahan positif untuk masyarakat, khususnya bagi anak muda dan perempuan. Saya percaya perempuan di zaman sekarang, terutama Gen Z, harus bisa mengambil peran dalam pembangunan dan membuktikan bahwa anak muda peduli terhadap sosial, pendidikan, hukum, dan masa depan daerahnya,” ujarnya.
Umi menilai PSI menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berkembang, dan menyampaikan aspirasi. Ia juga menyebut kader perempuan Gen Z di PSI Berau aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembagian daging kurban kepada masyarakat dan panti asuhan pada momentum Iduladha.
“Gerakan berkurban ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami. Kami turun langsung membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar dan panti asuhan,” katanya.
Menurut Umi, PSI Berau juga berencana menggelar berbagai program yang berfokus pada pengembangan kapasitas perempuan muda agar mampu menghadirkan ide dan inovasi untuk daerah.
Baginya, politik bukan semata-mata soal jabatan, melainkan sarana untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Saya ingin belajar, berkembang, dan menjadi bagian dari gerakan anak muda serta perempuan yang berani bersuara untuk hal-hal positif. Semoga ke depannya saya bisa memberikan energi baik dan kontribusi terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Pandangan serupa disampaikan Elvy Adam. Ia menilai perempuan muda perlu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial dan politik karena dapat menjadi bagian dari proses perubahan di masyarakat.
“Saya ingin anak muda, khususnya perempuan Gen Z, ikut andil dalam perkembangan politik dan sosial serta terlibat langsung membawa perubahan,” ujarnya.
Elvy mengatakan peran perempuan muda dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas, mulai dari edukasi masyarakat, kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, hingga kampanye digital yang positif.
Ia juga menilai PSI menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk membahas berbagai isu yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti pendidikan, kesehatan mental, kesenian, dan kebudayaan.
Sebagai anggota Departemen Kesenian PSI Berau, Elvy mengaku ingin mendorong pengembangan seni dan budaya lokal agar semakin dikenal masyarakat.
“Saya ingin mengembangkan dan mengenalkan kebudayaan serta kesenian di Kabupaten Berau dengan menggunakan PSI sebagai wadahnya,” katanya.
Ia berharap semakin banyak perempuan di Berau yang berani terlibat dalam organisasi, politik, maupun proses pengambilan keputusan di daerah.
“Harapan saya, semakin banyak perempuan yang berani terlibat dalam politik, organisasi, dan pengambil keputusan,” pungkasnya.(*)
- Penulis: admin
