Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Dominasi Gangguan Hewan Liar, Layanan Penyelamatan Berau Kian Adaptif dan Responsif

Dominasi Gangguan Hewan Liar, Layanan Penyelamatan Berau Kian Adaptif dan Responsif

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 381
  • print Cetak

BERAU — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau mencatat peningkatan penanganan kasus non-kebakaran sepanjang awal 2026. Hingga awal Mei, petugas telah menangani 115 kegiatan evakuasi, mulai dari gangguan hewan liar hingga pencarian orang hilang.

Data Disdamkarmat menunjukkan laporan masyarakat bersifat fluktuatif. Pada Januari terdapat 28 kegiatan, kemudian 19 kegiatan pada Februari, dan 17 kegiatan pada Maret. Lonjakan terjadi pada April dengan total 51 aksi penyelamatan dalam satu bulan.

Kepala Seksi Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Alimi, mengatakan evakuasi ular masih mendominasi laporan warga. Dari total 115 kasus, sebanyak 49 di antaranya merupakan penanganan ular yang masuk ke permukiman.

“Ular memang masih menjadi yang paling sering dilaporkan, hampir di setiap bulan jumlahnya mencapai belasan kasus. Selain itu, evakuasi sarang tawon dan biawak juga cukup konsisten muncul,” kata Alimi, Senin, 4 Mei 2026.

Menurut Alimi, lonjakan pada April dipicu beragamnya jenis laporan yang masuk. Selain penanganan hewan liar, petugas juga terlibat dalam operasi kemanusiaan dengan tingkat risiko lebih tinggi.

“Khusus di bulan April, tugas personel di lapangan sangat padat. Selain hewan liar seperti ular, tawon, hingga bekantan, tim kami juga menangani enam kasus evakuasi orang hilang, satu korban tenggelam, hingga pembersihan pohon tumbang,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Disdamkarmat juga melayani bantuan teknis lain. Salah satunya pelepasan cincin yang menjerat jari warga, dengan total 14 kasus sepanjang Januari hingga April.

Melihat tingginya angka gangguan hewan liar dan potensi bencana lain, Kepala Disdamkarmat Berau, Nofian, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem yang dapat mendorong hewan liar masuk ke permukiman.

“Kami meminta warga tidak ragu melapor jika ada ancaman di sekitar lingkungan mereka. Kami selalu siap siaga, baik itu untuk urusan penyelamatan jiwa manusia maupun penanganan hewan yang membahayakan,” kata Nofian. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Transparansi, Pemkab Berau Perkuat Sistem Kearsipan Dinamis

    Dorong Transparansi, Pemkab Berau Perkuat Sistem Kearsipan Dinamis

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 572
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat sistem tata kelola arsip sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang transparan dan berkualitas. Melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan internal tata kelola arsip dinamis, Pemkab menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengelola arsip di tingkat perangkat daerah. Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin (28/7/2025) di ruang rapat RPJPD Bapelitbang Berau […]

  • Kemiskinan Kaltim Turun Jadi 5,14 Persen pada Maret 2026

    Kemiskinan Kaltim Turun Jadi 5,14 Persen pada Maret 2026

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur atau Kaltim turun menjadi 5,14 persen pada Maret 2026. Angka itu berkurang 0,05 poin persentase dibandingkan September 2025 yang mencapai 5,19 persen. Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2025. Persentase penduduk miskin Kaltim tercatat turun 0,03 poin persentase. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim […]

  • ‎Mulai Tahun Depan, Bahasa Banua Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah Berau? 

    ‎Mulai Tahun Depan, Bahasa Banua Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah Berau? 

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menegaskan pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah akan mulai menerapkan bahasa Banua/Berau pada ajaran baru mendatang. ‎Penerapan bahasa ini merupakan kurikulum untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menindaklanjuti Peraturan daerah yang telah mengatur penggunaan bahasa Banua di sekolah. ‎“Insya Allah tahun ajaran baru nanti, pelajaran muatan […]

  • Disnakertrans Berau Gandeng Perusahaan Rancang Pelatihan Spesifik

    Disnakertrans Berau Gandeng Perusahaan Rancang Pelatihan Spesifik

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menegaskan komitmennya mengurangi angka pengangguran dengan cara mendorong perusahaan lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal. Kuncinya ada pada pelatihan yang dirancang khusus mengikuti kebutuhan nyata dunia industri. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau kini tak lagi sekadar membuka pelatihan umum bagi pencari kerja. Lembaga ini aktif memetakan kebutuhan […]

  • Potensi Besar Belum Tergarap, DPRD Kaltim Soroti Laju Ekonomi Berau

    Potensi Besar Belum Tergarap, DPRD Kaltim Soroti Laju Ekonomi Berau

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    BERAU — Luas wilayah dan kekayaan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Berau dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang optimal. Hal ini menjadi sorotan Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, terkait posisi strategis Berau dalam pembangunan daerah. Menurut dia, Berau memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan komposisi sekitar 70 persen kawasan […]

  • Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.306
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Berau diwajibkan untuk mengonsumsi beras produksi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian setempat. Namun, jumlah beras yang wajib dikonsumsi mengalami penyesuaian, dari sebelumnya 10 kilogram menjadi 5 kilogram per bulan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini diambil […]

expand_less