Dominasi Gangguan Hewan Liar, Layanan Penyelamatan Berau Kian Adaptif dan Responsif
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

Dominasi Gangguan Hewan Liar, Layanan Penyelamatan Berau Kian Adaptif dan Responsif
BERAU — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau mencatat peningkatan penanganan kasus non-kebakaran sepanjang awal 2026. Hingga awal Mei, petugas telah menangani 115 kegiatan evakuasi, mulai dari gangguan hewan liar hingga pencarian orang hilang.
Data Disdamkarmat menunjukkan laporan masyarakat bersifat fluktuatif. Pada Januari terdapat 28 kegiatan, kemudian 19 kegiatan pada Februari, dan 17 kegiatan pada Maret. Lonjakan terjadi pada April dengan total 51 aksi penyelamatan dalam satu bulan.
Kepala Seksi Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Alimi, mengatakan evakuasi ular masih mendominasi laporan warga. Dari total 115 kasus, sebanyak 49 di antaranya merupakan penanganan ular yang masuk ke permukiman.
“Ular memang masih menjadi yang paling sering dilaporkan, hampir di setiap bulan jumlahnya mencapai belasan kasus. Selain itu, evakuasi sarang tawon dan biawak juga cukup konsisten muncul,” kata Alimi, Senin, 4 Mei 2026.
Menurut Alimi, lonjakan pada April dipicu beragamnya jenis laporan yang masuk. Selain penanganan hewan liar, petugas juga terlibat dalam operasi kemanusiaan dengan tingkat risiko lebih tinggi.
“Khusus di bulan April, tugas personel di lapangan sangat padat. Selain hewan liar seperti ular, tawon, hingga bekantan, tim kami juga menangani enam kasus evakuasi orang hilang, satu korban tenggelam, hingga pembersihan pohon tumbang,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, Disdamkarmat juga melayani bantuan teknis lain. Salah satunya pelepasan cincin yang menjerat jari warga, dengan total 14 kasus sepanjang Januari hingga April.
Melihat tingginya angka gangguan hewan liar dan potensi bencana lain, Kepala Disdamkarmat Berau, Nofian, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem yang dapat mendorong hewan liar masuk ke permukiman.
“Kami meminta warga tidak ragu melapor jika ada ancaman di sekitar lingkungan mereka. Kami selalu siap siaga, baik itu untuk urusan penyelamatan jiwa manusia maupun penanganan hewan yang membahayakan,” kata Nofian. (tnr)
- Penulis: admin
