Duel Mematikan di Samarinda: Pria Meninggal Usai Perkelahian dengan Penjaga Malam
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

SAMARINDA — Kasus kematian seorang pria yang belum teridentifikasi di galangan kapal Jalan Rambutan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, mulai terkuak. Polisi menduga bahwa pria tersebut adalah pelaku pencurian yang terlibat dalam perkelahian dengan penjaga malam perusahaan, yang berujung pada kematiannya akibat luka serius, pada Minggu (10/5/2026).
Kapolsekta Palaran, Kompol Iswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai penemuan korban. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban datang bersama dua rekannya menggunakan perahu ketinting untuk memasuki area perusahaan tanpa izin.
“Berdasarkan keterangan dari penjaga malam, terdapat tiga orang yang menggunakan satu perahu untuk memasuki wilayah perusahaan,” jelas Iswanto pada Senin (11/5/2026).
Iswanto menambahkan bahwa ketiga pria itu diduga berniat melakukan pencurian di galangan kapal tersebut.
“Indikasinya adalah mereka hendak mengambil barang milik perusahaan,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan tersebut sebelumnya telah mengalami beberapa kasus kehilangan barang, sehingga pengawasan malam diperketat oleh petugas keamanan.
Ketika aksi mereka ketahuan, dua orang pelaku berhasil melarikan diri melalui jalur darat. Namun, korban tertinggal dan diduga terlibat perkelahian dengan salah satu penjaga malam.
“Korban mengalami luka sabetan parang di lengan kanan akibat perkelahian tersebut,” ungkap Iswanto.
Luka parah di tangan korban menyebabkan kehilangan darah yang cukup banyak. Korban sempat dievakuasi menggunakan perahu milik warga menuju daratan, namun meninggal di tengah perjalanan.
Awalnya, warga yang memberikan bantuan mengira korban hanya sakit setelah diminta bantuan oleh pihak perusahaan. Namun, saat tiba di lokasi, mereka menemukan korban dalam kondisi parah dan tidak mampu berbicara dengan jelas.
Polisi kemudian membawa jasad korban ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk visum dan autopsi. Hingga saat ini, identitas korban masih belum terungkap karena tidak ada dokumen identitas yang ditemukan di tempat kejadian.
Polisi juga telah mengamankan penjaga malam yang terlibat dalam perkelahian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Masih kami dalami apakah ini termasuk dalam unsur penganiayaan atau pembelaan diri,” kata Iswanto.
Dalam proses penyelidikan, polisi menyita beberapa barang bukti, termasuk satu unit perahu ketinting, dua bilah parang, jaket, dan topi yang diduga milik korban, serta sampel darah di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, aparat masih memburu dua pria lain yang diduga bersama korban saat memasuki area perusahaan pada dini hari itu. (tnr)
- Penulis: admin
