Tak Sanggup Rawat, Warga Berau Laporkan Anak Beruang Madu ke Petugas
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 35
- print Cetak

BERAU – Seekor anak beruang madu yang sempat dipelihara warga di Jalan Gunung Panjang, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau, Rabu, (5/8).
Evakuasi dilakukan setelah pemilik sementara satwa tersebut, Didin, melaporkan keberadaan anak beruang ke Mako Induk Disdamkarmat Berau sekitar pukul 09.20 Wita. Ia mengaku sudah tidak mampu lagi merawat satwa dilindungi tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, anak beruang itu sebelumnya diperoleh Didin dari seseorang di Kecamatan Segah. Karena masih berusia sangat muda, ia khawatir satwa tersebut tidak akan bertahan hidup apabila langsung dilepasliarkan ke habitatnya.
Didin kemudian memutuskan membawa pulang dan merawat anak beruang tersebut. Namun, seiring waktu, biaya perawatan yang cukup besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan susu khusus, membuatnya tidak lagi sanggup memeliharanya.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti Disdamkarmat Berau dengan berkoordinasi bersama BKSDA untuk melakukan evakuasi.
Komandan Regu 4 Disdamkarmat Berau, Yohanis Datu Tasik, mengatakan personel bergerak ke lokasi setelah menyiapkan perlengkapan pendukung operasi.
“Setelah persiapan sarana dan prasarana pendukung, personil segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi bersama tim BKSDA,” kata Yohanis.
Sebanyak tiga personel Disdamkarmat bersama satu unit kendaraan operasional diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam, dimulai pukul 09.26 Wita dan selesai pada pukul 10.22 Wita.
Yohanis mengapresiasi keputusan warga yang memilih melapor kepada petugas dibandingkan terus memelihara satwa liar yang dilindungi.
“Langkah warga yang melapor sangat tepat agar satwa ini mendapatkan penanganan yang sesuai dan bisa diselamatkan,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, anak beruang madu tersebut diserahkan kepada BKSDA untuk dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam. Di lokasi tersebut, satwa akan menjalani pemeriksaan kesehatan, perawatan, serta proses rehabilitasi sebelum dipertimbangkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.(*afn)
- Penulis: admin
