Sri Juniarsih Soroti Pentingnya Sinergi TNI-Polri dan Pemkab dalam Menjaga Stabilitas Berau
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak

BERAU — Malam pergantian komando di Kodim 0902/Berau, Sabtu, 23 Mei 2026, berubah menjadi panggung pesan tentang stabilitas, kolaborasi, dan tantangan pembangunan daerah. Di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, organisasi perempuan, perwakilan perusahaan, dan tamu undangan lain, tongkat komando Dandim resmi berpindah dari Kolonel Infanteri Wirahady Harahap kepada Letkol Infanteri Muhammad Faisal Idris.
Bagi Kolonel Infanteri Wirahady Harahap, masa penugasan di Berau menjadi babak yang berbeda dalam perjalanan militernya. Ia datang dari lingkungan Kopassus yang lekat dengan operasi tempur, lalu dipertemukan dengan dunia teritorial yang menuntut pendekatan sama sekali lain.
“Ternyata tidak mudah di teritorial. Yang kita kalau di satuan tempur tinggal sikat saja. Tapi begitu kita masuk ke teritorial dunia berbeda. Di situ ada masyarakat, di situ ada para pemerintah. Bagaimana sama-sama kita bisa berkolaborasi,” ujarnya pada Sabtu (23/05/2026).
Wirahady menuturkan, keberagaman sosial di Berau menjadi “sekolah” tersendiri. Masyarakat yang dihuni beragam suku, budaya, dan agama, menurut dia, memaksa aparat teritorial untuk lebih piawai menempatkan diri dan membangun kedekatan.
“Banyak ilmu yang kami dapatkan selama di teritorial. Karena masyarakat di Berau banyak dari berbagai macam suku dan agama. Di situlah kita belajar bagaimana menempatkan diri,” katanya.
Di tengah refleksi itu, Wirahady juga mengaitkan tugas di daerah dengan situasi global yang ia sebut sedang tidak menentu. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama dan peran seluruh kelompok masyarakat dalam menjaga keamanan lokal.
“Kita berharap semua kelompok masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. Karena saat ini kita ketahui situasi geopolitik negara tidak baik-baik saja,” ucapnya.
Tongkat komando kemudian beralih ke Letkol Infanteri Muhammad Faisal Idris. Dalam sambutan perdananya sebagai Dandim 0902/Berau, ia langsung menekankan pentingnya sinergi dengan semua unsur di daerah, mulai Forkopimda hingga masyarakat.
Faisal menyatakan dirinya masih harus banyak belajar tentang karakter sosial dan dinamika Berau yang ia nilai menyimpan potensi besar. Karena itu, ia membuka diri terhadap kritik dan koreksi dari berbagai pihak.
“Apabila kami sudah melenceng-lenceng, tolong diberuskan. Jangan sampai nanti melenceng,” katanya yang disambut tawa hadirin.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menggunakan momentum serah terima jabatan itu untuk menyampaikan apresiasi kepada Kolonel Wirahady Harahap. Ia menilai, meski masa tugasnya tergolong singkat, intensitas koordinasi antara Kodim dan Pemerintah Kabupaten Berau berjalan baik.
Sri Juniarsih menyebut dukungan Kodim terasa dalam pelaksanaan program-program strategis, terutama yang berkaitan dengan prioritas pemerintah pusat di sektor peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan masyarakat. Menurut dia, komunikasi yang terbangun dengan TNI dan Polri membantu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
“Ketika ada masalah, ketika ada hal-hal yang sangat urgent untuk kita bahas, kita harus sering bertemu dalam rangka membahas masalah ini dan cepat mencari solusi,” ujarnya.
Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang membatasi ruang gerak pembangunan, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa kolaborasi lintas sektor justru semakin dibutuhkan. Ia menekankan pentingnya kerja tim yang solid agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Berau tetap bergerak.
“Kita butuh kerja sama yang baik, tim yang solid untuk mengangkat ekonomi masyarakat,” tuturnya. (tnr/adv)
- Penulis: admin

