Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 117
  • print Cetak

Maratua — Dentuman musik tak selalu hanya menghadirkan hiburan. Di Pulau Maratua, alunan nada justru menjadi pengingat bahwa alam adalah panggung utama yang harus dijaga bersama.

Melalui Maratua Music Festival (M2F) 2026, Event Organizer Mata Sanggam Production menghadirkan wajah festival yang berbeda. Selain menyuguhkan hiburan, budaya lokal, dan promosi pariwisata, M2F juga mengajak seluruh peserta, wisatawan, komunitas, hingga masyarakat setempat terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Berbagai kegiatan bertajuk Peduli Lingkungan M2F menjadi bagian penting dari rangkaian festival. Mulai dari bersih-bersih pantai, penanaman pohon, pelepasan tukik, hingga bakar-bakar ikan sebagai simbol kebersamaan masyarakat pesisir dengan hasil laut yang dikelola secara berkelanjutan.

Bagi Mata Sanggam Production, festival tidak boleh meninggalkan jejak sampah, melainkan harus meninggalkan jejak kepedulian. Karena itu, aksi lingkungan ditempatkan sejajar dengan panggung hiburan sebagai bagian dari identitas M2F.

Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu surga bahari Indonesia dengan hamparan pasir putih, terumbu karang yang masih terjaga, serta habitat penting bagi penyu laut. Kekayaan alam tersebut menjadi alasan mengapa setiap pengunjung diajak untuk tidak sekadar menikmati keindahan, tetapi juga ikut merawatnya.

Kegiatan bersih pantai menjadi langkah sederhana namun bermakna. Bersama relawan, masyarakat, dan wisatawan, peserta memungut sampah yang berpotensi mencemari laut. Sampah plastik yang terbawa arus bukan hanya mengganggu estetika pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut.

Semangat itu berlanjut melalui penanaman pohon di kawasan pesisir. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi Pulau Maratua, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi abrasi, sekaligus memperkuat kawasan hijau di sekitar destinasi wisata.

Momen paling menyentuh hadir saat pelepasan tukik ke laut lepas. Ratusan pasang mata menyaksikan anak-anak penyu perlahan bergerak menuju ombak. Perjalanan kecil itu menjadi simbol harapan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan hayati Maratua seperti yang dirasakan hari ini.

Sementara itu, kegiatan bakar-bakar ikan menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan masyarakat lokal, wisatawan, pelaku UMKM, relawan, hingga panitia. Tradisi sederhana tersebut memperlihatkan bahwa menjaga laut juga berarti menghargai sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Konsep ini sejalan dengan arah penyelenggaraan M2F 2026 yang tidak lagi hanya mengandalkan konser musik sebagai daya tarik utama. Festival dirancang sebagai ruang promosi budaya, pemberdayaan UMKM, serta kampanye pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan Mata Sanggam Production, Maratua Music Festival ingin membangun citra festival yang berkelanjutan. Bahwa promosi wisata terbaik bukan hanya menghadirkan banyak pengunjung, tetapi juga memastikan alam yang menjadi daya tariknya tetap lestari.

Di Maratua, musik memang menggema hanya beberapa hari. Namun semangat menjaga alam diharapkan terus hidup, menjadi warisan yang jauh lebih panjang daripada tepuk tangan di depan panggung.

Karena pada akhirnya, festival terbaik bukan hanya yang mampu menghibur ribuan orang, melainkan yang mampu membuat setiap orang pulang dengan kesadaran bahwa alam adalah warisan yang harus dijaga bersama.(*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai 2025, Guru Tidak Wajib Penuhi 24 Jam Tatap Muka, Ada Alternatif Baru

    Mulai 2025, Guru Tidak Wajib Penuhi 24 Jam Tatap Muka, Ada Alternatif Baru

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.402
    • 0Komentar

    JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengubah sistem guru wajib mengajar tatap muka 24 jam dalam seminggu dengan memberi alternatif opsi tambahan kegiatan bimbingan atau pelatihan siswa untuk pemenuhan kuota jam kerja. Mu’ti mengatakan para guru mulai tahun 2025 tidak perlu lagi berpindah-pindah sekolah demi memenuhi jam kerja, aturan jumlah minimal tatap muka […]

  • Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu: Menjaga Warisan Budaya dan Meningkatkan Kesejahteraan Lewat Potensi Alam

    Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu: Menjaga Warisan Budaya dan Meningkatkan Kesejahteraan Lewat Potensi Alam

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kampung Long Beliu, Kecamatan Kelay, kini menyambut era baru dengan meluncurkan Ekowisata Kampung Rotan yang diresmikan pada Kamis (16/1) oleh Asisten I Setkab Berau, Hendratno. Dengan luas potensi rotan mencapai 4.633 meter persegi, kampung ini menyadari besar manfaat yang bisa diberikan oleh rotan, baik bagi masyarakat maupun lingkungan. “Rotan sudah menjadi bagian […]

  • Olahraga Berau Harus Maju, Fasilitas Layak dan Jaminan Atlet Jadi Prioritas

    Olahraga Berau Harus Maju, Fasilitas Layak dan Jaminan Atlet Jadi Prioritas

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    TANJUNG RESEB– Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Liliansyah, menyampaikan harapannya agar dunia olahraga di Berau semakin maju dan mampu mencetak atlet-atlet unggul yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga nasional dan internasional. Dalam upaya tersebut, Liliansyah juga mengingatkan pentingnya kesejahteraan bagi para atlet agar mereka dapat fokus berlatih […]

  • Rekrutmen Terbatas, Pensiunnya 109 ASN Jadi PR Besar Pemkab Bulungan

    Rekrutmen Terbatas, Pensiunnya 109 ASN Jadi PR Besar Pemkab Bulungan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 489
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menghadapi kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebanyak 109 ASN resmi memasuki masa purna tugas atau pensiun pada Kamis (22/1/2026). Para ASN tersebut menerima Surat Keputusan (SK) pensiun yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bulungan di ruang pertemuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan. Bertambahnya ASN […]

  • SDM Rumah Sakit Penting Untuk Ditingkatkan

    SDM Rumah Sakit Penting Untuk Ditingkatkan

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    (15/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Anggota Komisi II DPRD Berau, Ratna Kalalembang, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk meningkatkan kualitas dokter muda menjadi spesialis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau. Ratna menilai, pelayanan rumah sakit di Kabupaten Berau saat ini masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah dokter […]

  • Banyak Atlet Berau Pindah Loyalitas, Ketua Komisi III DPRD: Kenapa Ini Terjadi?

    Banyak Atlet Berau Pindah Loyalitas, Ketua Komisi III DPRD: Kenapa Ini Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 936
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Fenomena banyaknya atlet asal Kabupaten Berau yang memilih membela daerah lain dalam ajang olahraga resmi menjadi perhatian serius DPRD Berau. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah daerah belum sepenuhnya hadir dalam menjamin kesejahteraan atlet-atlet lokal yang telah mengharumkan nama daerah. Ketua Komisi III DPRD Berau, H. Liliansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah […]

expand_less