Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 50
  • print Cetak

Maratua — Dentuman musik tak selalu hanya menghadirkan hiburan. Di Pulau Maratua, alunan nada justru menjadi pengingat bahwa alam adalah panggung utama yang harus dijaga bersama.

Melalui Maratua Music Festival (M2F) 2026, Event Organizer Mata Sanggam Production menghadirkan wajah festival yang berbeda. Selain menyuguhkan hiburan, budaya lokal, dan promosi pariwisata, M2F juga mengajak seluruh peserta, wisatawan, komunitas, hingga masyarakat setempat terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Berbagai kegiatan bertajuk Peduli Lingkungan M2F menjadi bagian penting dari rangkaian festival. Mulai dari bersih-bersih pantai, penanaman pohon, pelepasan tukik, hingga bakar-bakar ikan sebagai simbol kebersamaan masyarakat pesisir dengan hasil laut yang dikelola secara berkelanjutan.

Bagi Mata Sanggam Production, festival tidak boleh meninggalkan jejak sampah, melainkan harus meninggalkan jejak kepedulian. Karena itu, aksi lingkungan ditempatkan sejajar dengan panggung hiburan sebagai bagian dari identitas M2F.

Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu surga bahari Indonesia dengan hamparan pasir putih, terumbu karang yang masih terjaga, serta habitat penting bagi penyu laut. Kekayaan alam tersebut menjadi alasan mengapa setiap pengunjung diajak untuk tidak sekadar menikmati keindahan, tetapi juga ikut merawatnya.

Kegiatan bersih pantai menjadi langkah sederhana namun bermakna. Bersama relawan, masyarakat, dan wisatawan, peserta memungut sampah yang berpotensi mencemari laut. Sampah plastik yang terbawa arus bukan hanya mengganggu estetika pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut.

Semangat itu berlanjut melalui penanaman pohon di kawasan pesisir. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi Pulau Maratua, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi abrasi, sekaligus memperkuat kawasan hijau di sekitar destinasi wisata.

Momen paling menyentuh hadir saat pelepasan tukik ke laut lepas. Ratusan pasang mata menyaksikan anak-anak penyu perlahan bergerak menuju ombak. Perjalanan kecil itu menjadi simbol harapan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan hayati Maratua seperti yang dirasakan hari ini.

Sementara itu, kegiatan bakar-bakar ikan menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan masyarakat lokal, wisatawan, pelaku UMKM, relawan, hingga panitia. Tradisi sederhana tersebut memperlihatkan bahwa menjaga laut juga berarti menghargai sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Konsep ini sejalan dengan arah penyelenggaraan M2F 2026 yang tidak lagi hanya mengandalkan konser musik sebagai daya tarik utama. Festival dirancang sebagai ruang promosi budaya, pemberdayaan UMKM, serta kampanye pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan Mata Sanggam Production, Maratua Music Festival ingin membangun citra festival yang berkelanjutan. Bahwa promosi wisata terbaik bukan hanya menghadirkan banyak pengunjung, tetapi juga memastikan alam yang menjadi daya tariknya tetap lestari.

Di Maratua, musik memang menggema hanya beberapa hari. Namun semangat menjaga alam diharapkan terus hidup, menjadi warisan yang jauh lebih panjang daripada tepuk tangan di depan panggung.

Karena pada akhirnya, festival terbaik bukan hanya yang mampu menghibur ribuan orang, melainkan yang mampu membuat setiap orang pulang dengan kesadaran bahwa alam adalah warisan yang harus dijaga bersama.(*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengadaan Ambulans Laut adalah Investasi untuk Masyarakat

    Pengadaan Ambulans Laut adalah Investasi untuk Masyarakat

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Usulan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Maratua untuk pengadaan ambulans laut mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. Menurutnya, fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Pulau Derawan dan Maratua. Sakirman menegaskan bahwa kondisi geografis Berau, yang memiliki banyak pulau berpenghuni, membuat transportasi medis […]

  • Mulai Hari Ini, KPU Berau Distribusikan Logistik Pilkada untuk Kecamatan Terjauh

    Mulai Hari Ini, KPU Berau Distribusikan Logistik Pilkada untuk Kecamatan Terjauh

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 769
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau hari ini resmi memulai pendistribusian logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dari Gudang KPU yang terletak di Jalan Durian III, Tanjung Redeb. Proses pendistribusian ini dilakukan untuk memastikan logistik sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada H-1 pemilihan. Dikatakan Ketua KPU Berau, Budi Harianto, pendistribusian logistik dimulai […]

  • Sri Juniarsih Pastikan Program Dana RT Tetap Berjalan

    Sri Juniarsih Pastikan Program Dana RT Tetap Berjalan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan program dana Rukun Tetangga (RT) tetap dilanjutkan meski pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pembangunan dari tingkat paling bawah. Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan alokasi dana sebesar Rp50 juta untuk setiap RT yang menjadi penerima manfaat tetap dipertahankan. […]

  • Pecinta Musik Wajib Datang! For Revenge Bakal Konser di Mak Dendang Vol.1 Berau

    Pecinta Musik Wajib Datang! For Revenge Bakal Konser di Mak Dendang Vol.1 Berau

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kabar gembira bagi pecinta musik dan budaya di Berau. Komunitas kreatif Mata Sanggam Berau akan menghadirkan event seni dan hiburan bertajuk “Mak Dendang Vol.1” pada 16–18 April 2026, sebuah festival yang memadukan konser musik nasional, pertunjukan budaya, hingga bazar UMKM dalam satu panggung besar. Event ini digagas sebagai ruang hiburan sekaligus wadah […]

  • Kontrak PPPK Berau Berakhir 2026, Evaluasi Kinerja Jadi Penentu

    Kontrak PPPK Berau Berakhir 2026, Evaluasi Kinerja Jadi Penentu

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.423
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Berau menghadapi ketidakpastian menjelang berakhirnya masa kontrak mereka pada 2026. Hingga kini, belum ada kepastian apakah kontrak akan diperpanjang atau tidak. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau, Sri Eka Takariyati, mengatakan perpanjangan kontrak sepenuhnya menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah […]

  • Penduduk Semakin Bertambah, Disdik Berau Upayakan Tambahan RKB

    Penduduk Semakin Bertambah, Disdik Berau Upayakan Tambahan RKB

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 767
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau berkomitmen untuk memaksimalkan infrastruktur pendidikan, terutama Ruang Kelas Belajar (RKB), guna mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik. Dikatakan Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, pihaknya akan memprioritaskan peningkatan RKB di sejumlah sekolah yang masih kekurangan fasilitas. “Jika dananya mencukupi, kami akan prioritaskan RKB terlebih dahulu, baru fasilitas pendukung lainnya […]

expand_less