Kesbangpol Kaltim Perkuat Silaturahmi Ormas, Tegaskan Tak Terkait Aksi 21 April
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 90
- comment 0 komentar
- print Cetak

SAMARINDA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur menggelar pertemuan dengan ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 13 April 2026. Kegiatan bertajuk silaturahmi dan coffee morning itu berlangsung menjelang rencana aksi demonstrasi pada 21 April mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menegaskan pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar di Kantor Gubernur.
“Saya tegaskan tidak ada kaitannya. Agenda ini muncul setelah saya dilantik pada 11 Maret, sedangkan isu aksi 21 April muncul setelahnya,” kata Arih saat ditemui di sela kegiatan.
Menurut dia, pertemuan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi memperkuat komunikasi dengan ormas di Kalimantan Timur. Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat.
Arih menyebut masih terdapat kelompok masyarakat yang merasa belum terakomodasi dalam penyampaian aspirasi. Karena itu, pemerintah membuka ruang dialog agar masukan dapat disampaikan secara langsung.
“Kami membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat,” ujarnya.
Di tengah perhatian publik terhadap rencana aksi demonstrasi, Arih mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib. Ia meminta peserta aksi menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari tindakan anarkis.
“Kami berharap aspirasi disampaikan dengan baik dan damai,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur tidak hadir karena menghadiri agenda di Jakarta terkait pembahasan bersama DPR RI. Pertemuan tetap berlangsung dengan dihadiri perwakilan ormas dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
Pemerintah provinsi berharap komunikasi yang terbangun melalui forum tersebut dapat mencegah kesalahpahaman antara pemerintah dan masyarakat, terutama menjelang aksi demonstrasi yang diperkirakan melibatkan massa dalam jumlah besar. (ard)
- Penulis: admin
