Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 1.167
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Ratusan juta rupiah kerugian dialami para nelayan budidaya di Maratua setelah ribuan ikan mati mendadak dalam sebulan terakhir. Menanggapi kondisi ini, Dinas Perikanan Kabupaten Berau menilai faktor teknis budidaya menjadi penyebab utama, namun tetap berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk pendalaman kasus.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Yunda Zuliarsih, menyebut sebagian besar ikan budidaya di Maratua sebenarnya berasal dari hasil tangkapan alam, bukan murni hasil budidaya penuh. Ikan-ikan tersebut biasanya ditangkap dari perairan dalam sekitar 20 meter kemudian ditempatkan ke dalam keramba nelayan yang kedalamannya hanya sekitar 10 meter.

“Ikan tersebut umumnya hanya ditampung selama satu bulan sebelum diekspor ke Hongkong. Namun karena tidak ada ekspor dalam tiga bulan terakhir, waktu penampungan menjadi terlalu lama, sehingga risiko kematian meningkat,” jelas Yunda dikutip dari okegas.id.

Ia menambahkan, perbedaan suhu antara habitat asli ikan di laut dalam dengan kondisi di keramba permukaan turut memicu stres pada ikan. Selain itu, tingginya kepadatan tebar, kurangnya kualitas pakan, dan kebersihan keramba menjadi faktor lain yang diduga memperburuk kondisi.

Meski demikian, Dinas Perikanan Kabupaten mengakui bahwa kewenangan pengawasan dan pengelolaan budidaya air laut berada di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi, termasuk untuk pengawasan limbah dan kondisi lingkungan perairan di sekitar lokasi budidaya,” ujarnya.

Yunda menyebut pihaknya sedang mengagendakan pengecekan suhu dan kualitas air di lokasi budidaya. Langkah ini dinilai penting untuk membandingkan suhu di permukaan dan dasar laut yang berpotensi memicu fenomena upwelling yakni naiknya air dingin dari dasar laut yang membawa kandungan nutrien tinggi namun dapat berdampak buruk jika terjadi mendadak.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Perikanan memberikan beberapa rekomendasi kepada nelayan agar kerugian tidak berulang, antara lain menjaga kebersihan keramba, tidak menebar ikan terlalu padat, serta tidak terlalu lama menampung ikan sebelum dijual atau diekspor.

“Kami juga mendorong nelayan untuk mulai menerapkan program Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), dengan tetap melakukan koordinasi aktif dengan DKP Provinsi,” tegas Yunda.

Ketika disinggung soal dugaan pencemaran limbah dari resort yang berada di sekitar area budidaya, Yunda tidak memberikan pernyataan spesifik, namun menegaskan bahwa pengawasan terhadap potensi pencemaran merupakan bagian dari tugas DKP Provinsi.

Kasus ini menjadi tugas penting bagi seluruh pelaku budidaya di kawasan pesisir, khususnya di Maratua, untuk lebih memperhatikan aspek teknis dan lingkungan agar keberlanjutan usaha mereka tetap terjaga. (Dp/lit)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

    Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 327
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Penurunan harga batu bara di pasar global mulai memunculkan kekhawatiran baru bagi perekonomian Kabupaten Berau. Sejumlah perusahaan tambang disebut telah memberi sinyal kemungkinan melakukan pengurangan tenaga kerja jika tren negatif komoditas tersebut terus berlanjut. Isyarat itu muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara perusahaan tambang dan DPRD Berau beberapa hari lalu. Dalam pertemuan […]

  • ‎Berau Bangun Budaya Kerja Profesional Lewat Transformasi Digital

    ‎Berau Bangun Budaya Kerja Profesional Lewat Transformasi Digital

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 662
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau terus memperkuat budaya kerja profesional melalui penerapan sistem pelayanan berbasis digital. Langkah ini dibarengi dengan monitoring dan evaluasi (Monev) rutin untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan berjalan optimal di semua lini. ‎Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, menegaskan bahwa penguatan disiplin dan digitalisasi menjadi dua pilar […]

  • BBM Eceran Berpotensi Rugikan Konsumen, Diskoperindag Berau Imbau Beli di SPBU

    BBM Eceran Berpotensi Rugikan Konsumen, Diskoperindag Berau Imbau Beli di SPBU

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membeli bahan bakar minyak (BBM) eceran. Penjualan di tingkat pengecer dinilai berpotensi merugikan konsumen, terutama dari sisi takaran dan harga. Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, mengatakan harga BBM eceran sekitar Rp15 ribu per liter kerap tidak […]

  • Pjs Bupati Harapkan Sinergi, Pimpinan DPRD Berau Periode Baru Resmi Dilantik

    Pjs Bupati Harapkan Sinergi, Pimpinan DPRD Berau Periode Baru Resmi Dilantik

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 835
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Kabupaten Berau untuk masa jabatan 2024-2029, yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Berau pada Selasa (5/11/2024). Rapat ini dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Kabupaten Berau, Liliansyah dari Partai Nasdem, yang didampingi oleh Wakil Ketua Sementara Erlita […]

  • Viral! Kapal Tongkang Tabrak Rumah di Muara Muntai, Diduga Tak Kuat Lawan Arus Deras

    Viral! Kapal Tongkang Tabrak Rumah di Muara Muntai, Diduga Tak Kuat Lawan Arus Deras

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA – Sebuah kapal tongkang bermuatan batu koral menabrak rumah warga di bantaran Sungai Mahakam, Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 itu viral di media sosial setelah rekaman kameranya beredar. Dalam video yang terekam kamera pengawas (CCTV), terlihat tongkang Mahakam Prima 06 menghantam rumah di […]

  • Sigap Hadapi Karhutla, PT HSB Dukung BPBD Berau dengan Bantuan BBM dan Logistik

    Sigap Hadapi Karhutla, PT HSB Dukung BPBD Berau dengan Bantuan BBM dan Logistik

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Teluk Bayru — PT Hutan Sanggam Berau (HSB) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Berau. Kali ini, perusahaan menyerahkan sejumlah bantuan kepada Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Darkalhut Labanan untuk memperkuat operasional dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut. Bantuan yang diserahkan antara lain berupa 200 liter […]

expand_less