Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » SIGAP dari Berau hingga Bulungan, Model Baru Pembangunan Hijau Berbasis Desa

SIGAP dari Berau hingga Bulungan, Model Baru Pembangunan Hijau Berbasis Desa

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 263
  • print Cetak

YOGYAKARTA – Di saat tekanan terhadap hutan dan krisis lingkungan kian menguat di berbagai daerah, sejumlah kampung di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memilih jalur berbeda: membangun dari desa dengan menaruh pengelolaan sumber daya alam dan partisipasi warga sebagai titik tumpu.

Pengalaman itu dipaparkan dalam Ekspos Program SIGAP bertajuk “Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung” yang berlangsung di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026). Acara ini menjadi ruang temu antara pemerintah daerah, kementerian, organisasi pendamping desa, dan kalangan kampus untuk membedah praktik pembangunan hijau yang telah berjalan di Berau, Kutai Timur, Bulungan, dan Mahakam Ulu.

SIGAP, akronim dari Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan, merupakan pendekatan pemberdayaan desa yang digagas Yayasan Konservasi Alam Nusantara sejak 2010. Fokusnya merentang dari penguatan tata kelola desa, perencanaan pembangunan kampung, perlindungan kawasan hutan, hingga pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani menegaskan bahwa kebijakan dari pusat saja tidak cukup untuk menjaga hutan tanpa melibatkan komunitas yang hidup paling dekat dengan kawasan tersebut.

“Akses kelola hutan harus dibangun bersama tata kelola desa yang kuat. Ketika desa didampingi untuk merencanakan dan mengelola sumber daya alamnya, perhutanan sosial dapat menjadi instrumen nyata bagi perlindungan hutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya pada Rabu (13/05/2026).

SIGAP pertama kali diuji di dua kampung sekitar kawasan hutan di Kabupaten Berau pada 2010. Dari inisiatif awal itu, pendekatan ini berkembang menjadi program pendampingan yang lebih komprehensif: membantu kampung menyusun perencanaan pembangunan, memperkuat ekonomi warga, sekaligus memasukkan isu lingkungan ke dalam kebijakan desa.

Delapan tahun kemudian, pada 2018, SIGAP Sejahtera diterapkan di seluruh kampung di Berau. Replikasi berlanjut pada 2022 ke Kabupaten Kutai Timur dan Bulungan. Di Kutai Timur, pendekatan ini diformat sebagai pembangunan kawasan terpadu atau Integrated Area Development. Sementara di Bulungan, fokus diarahkan pada integrasi prinsip pembangunan hijau ke dalam dokumen perencanaan daerah dan desa.

Kini, SIGAP telah berjalan di 100 kampung di Berau, 16 desa di Kutai Timur, 18 desa di Bulungan, dan delapan kampung di Mahakam Ulu. Pendekatan serupa juga mulai diadopsi di Provinsi Riau, Bangka Belitung, dan Papua Barat Daya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengungkapkan, salah satu turunan penting dari pendekatan SIGAP adalah lahirnya Akademi Kampung SIGAP (AKS). Ruang ini dirancang sebagai wadah belajar kolektif antar kampung untuk mengasah kapasitas aparatur desa dan masyarakat.

“AKS bukan sekadar program pelatihan, melainkan ruang belajar bersama yang mempertemukan pengalaman, gagasan, dan praktik baik antar kampung agar membuka jalan bagi lahirnya kepemimpinan kampung yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan,” katanya.

Pendekatan pembangunan yang bertolak dari desa tersebut juga mulai dilirik sebagai rujukan di tingkat nasional. Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas, Jayadi menilai praktik pembangunan hijau di Kaltim dan Kaltara memperlihatkan bahwa konsep keberlanjutan bisa berjalan ketika desa diberi ruang dan dukungan.

“Apa yang kita lihat di Kaltim dan Kaltara menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar wacana. Ketika desa diperkuat dan pemerintah daerah memberi ruang, desa mampu menjadi motor pembangunan hijau,” ungkapnya.

Direktur Program Terestrial Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Ruslandi menambahkan, kunci lain dari capaian tersebut berada di tangan para pendamping desa yang sehari-hari bekerja bersama warga, membantu memetakan potensi dan merancang arah pembangunan.

“Pendamping bekerja bersama warga desa untuk merumuskan mimpi, mengenali potensi alam dan sosial, serta mengawal perubahan secara nyata. Mereka bukan sekadar fasilitator program, tetapi juga agen perubahan di tingkat tapak,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 684
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Salah satu kasus di Kabupaten Berau yang saat ini ramai menjadi perbincangan adalah persetubuhan seorang ayah kandung kepada anaknya sendiri, yang terjadi di Trans Sambaliung. Mirisnya, hal itu dilakukan karena si ayah mengaku mencintai anaknya itu. Bukan cinta wajar bapak kepada anak, namun “cinta terlarang” yang sudah mengarah ke obsesi. Sehingga membuat […]

  • Hari Jadi Berau Diwarnai 18 Tuntutan Warga, Aksi Massa Beralih ke Ruang Dialog

    Hari Jadi Berau Diwarnai 18 Tuntutan Warga, Aksi Massa Beralih ke Ruang Dialog

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BERAU — Rencana aksi Aliansi Masyarakat Berau di tengah momentum Hari Jadi Kabupaten Berau berubah menjadi forum dialog dengan Pemerintah Kabupaten Berau, Selasa, 15 September 2026. Aliansi sebelumnya berencana turun menyampaikan 18 tuntutan kepada pemerintah daerah. Namun aksi tersebut batal setelah Bupati Berau Sri Juniarsih mengirimkan surat resmi dan mengajak massa menyampaikan aspirasi secara langsung […]

  • Provinsi Kaltim Siap Bantu Atasi Pemadaman Listrik di Berau

    Provinsi Kaltim Siap Bantu Atasi Pemadaman Listrik di Berau

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kondisi kelistrikan Kabupaten Berau saat ini yang sedang tidak baik-baik saja, membuat Bupati Berau mengambil inisiatif. Saat kunjungan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik di Kota Sanggam pada Sabtu (21/9/2024), Bupati Berau Sri Juniarsih meminta agar provinsi bisa membantu pengadaan mesin listrik yang baru. “Dengan hormat saya mewakili masyarakat Kabupaten Berau, meminta kepada […]

  • Antrean hingga Dokter Bertugas Kini Terpantau, Dinkes Berau Andalkan Aplikasi Mandau

    Antrean hingga Dokter Bertugas Kini Terpantau, Dinkes Berau Andalkan Aplikasi Mandau

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau kini dapat memantau secara langsung aktivitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas melalui aplikasi “Mandau”. Inovasi digital ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan masyarakat berjalan optimal dan merata. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan aplikasi Mandau memungkinkan pihaknya mengetahui kondisi pelayanan di 21 puskesmas secara real time, […]

  • Intervensi Gizi di Berau: PMT Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita

    Intervensi Gizi di Berau: PMT Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb  – Pemerintah Kabupaten Berau terus mengintensifkan program pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di wilayahnya. Program PMT, yang ditujukan untuk balita dan ibu hamil, berfokus pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama mereka yang terindikasi mengalami stunting. Stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia, dan hal ini mendorong pemerintah […]

  • Bupati Sri Juniarsih Pilih Langkah Bijak Hadapi Ketidakpastian Fiskal Nasional

    Bupati Sri Juniarsih Pilih Langkah Bijak Hadapi Ketidakpastian Fiskal Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.459
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau memilih bersikap hati-hati menyikapi kabar pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan tidak ingin mengambil langkah tergesa sebelum memperoleh kejelasan resmi terkait kebijakan tersebut. “Kami tidak mau bereaksi berlebihan di tengah informasi yang masih simpang siur. Minggu lalu tim dari Pemkab sudah berangkat […]

expand_less