Antrean Pencaker Padati Disnakertrans Bulungan, Permintaan Kartu Kuning Melonjak
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- print Cetak

TANJUNG SELOR – Awal 2026, halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bulungan di Jalan Sengkawit berubah menjadi lautan pencari kerja. Sejak Rabu pagi hingga siang, 13 Mei, antrean warga yang hendak mengurus kartu kuning atau AK-1 tak putus mengular di ruang pelayanan.
Ratusan pencari kerja (pencaker) datang silih berganti untuk mendaftar, mengikuti pendataan, sekaligus menjalani proses profiling. Keramaian itu mencerminkan satu hal: minat warga Bulungan untuk segera masuk dunia kerja sedang tinggi-tingginya.
Roy, warga Jalan Skip I, Tanjung Selor, termasuk yang datang lebih awal. Ia mengaku mengorbankan waktu paginya demi memastikan bisa memperoleh kartu kuning yang menjadi syarat utama melamar kerja.
“Saya dapat info dari grup kampus, lalu isi formulir. Setelah itu dihubungi lewat WhatsApp untuk datang ke Disnaker. Kartu ini sangat membantu, karena perusahaan bisa langsung menghubungi pelamar,” ujar Roy.
Menurut Roy, kemudahan alur pendaftaran dan besarnya manfaat kartu kuning membuat banyak lulusan baru maupun pencari kerja lain berbondong-bondong mengurus dokumen tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Disnakertrans Bulungan, M. Zainal, menyebut lonjakan pemohon sudah terasa sejak awal tahun. Hingga April 2026, sekitar 200 pencaker tercatat telah dilayani untuk pembuatan kartu kuning.
“Sejak Januari sampai April 2026, ada sekitar 200 pencari kerja yang sudah kami layani. Jumlah ini masih akan terus bertambah karena pendaftaran tetap dibuka,” jelasnya.
Zainal menegaskan, kartu kuning masih menjadi salah satu syarat penting bagi pelamar, baik yang membidik formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun lowongan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Program ini juga mendapat sokongan pemerintah provinsi, yang mendorong perluasan kesempatan kerja bagi warga Kalimantan Utara.
Di tingkat provinsi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Utara mencatat sekitar 500 pencari kerja telah terdata sepanjang 2026. Dari angka tersebut, Bulungan menjadi penyumbang terbanyak, yakni sekitar 240 orang.
Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltara, Joy Marthin, menjelaskan bahwa pendataan tak berhenti pada pengisian formulir. Setiap pencaker diprofil berdasarkan minat dan bakat, lalu dicocokkan dengan kebutuhan perusahaan.
“Kami lakukan profiling, lalu dicocokkan dengan kebutuhan perusahaan melalui job matching. Saat ini, permintaan paling banyak ada di bidang admin dan security,” ungkapnya.
Menurut Joy, pola kerja seperti ini diharapkan bisa menekan angka pengangguran karena pencari kerja dan perusahaan dipertemukan secara lebih terarah. Pelaksanaan teknis dilakukan oleh kabupaten/kota, sementara pemerintah provinsi mengambil peran koordinasi dan penghubung.
Dari luar pemerintahan, dukungan datang dari Ketua Partai Buruh Kalimantan Utara, Joko Supriyadi. Ia menilai langkah pendataan pencari kerja menjawab aspirasi yang selama ini kerap disuarakan kelompok buruh dan masyarakat.
“Kami bersyukur data pencari kerja mulai diwujudkan. Ini langkah awal yang baik, dan ke depan kami akan terus mengawal agar perusahaan di Kaltara ikut menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Joko menyebut, pihaknya saat ini telah menghimpun data sekitar 600 pencari kerja se-Kaltara, dengan sebagian besar berada di Tanjung Selor, dan jumlahnya terus bertambah. Ia berharap peningkatan pemohon kartu kuning berbanding lurus dengan meluasnya serapan tenaga kerja lokal.
“Harapan kami, industri dan badan usaha bisa menyerap tenaga kerja lokal agar ekonomi daerah ikut berkembang,” tutupnya. (tnr)
- Penulis: admin
