Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pedagang Kurban Dadakan Menjamur, Kemenag Berau Turun Tangan

Pedagang Kurban Dadakan Menjamur, Kemenag Berau Turun Tangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 249
  • print Cetak

BERAU — Meningkatnya jumlah pedagang hewan kurban dadakan di berbagai sudut kota menjelang Iduladha mendorong Kementerian Agama (Kemenag) Berau memperketat pengawasan kelayakan dan kesehatan hewan yang dijual.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak membeli hewan kurban yang tidak memenuhi syarat, baik dari sisi kesehatan maupun ketentuan syariat. Dalam pelaksanaannya, Kemenag Berau menggandeng Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, mengatakan pengawasan menjadi penting seiring meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang hari raya. Ia menegaskan, hewan kurban harus memenuhi kriteria tertentu agar sah untuk disembelih.

“Hewan ternak yang dalam bahasa Arab itu namanya bahimatul an’am, jadi hewan yang bisa disembelih,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, hewan yang diperbolehkan untuk kurban meliputi sapi, kambing, domba, unta, dan kerbau. Di Indonesia, jenis yang paling banyak digunakan adalah sapi dan kambing, dengan ketentuan usia minimal kambing 1 hingga 2 tahun dan sapi minimal 2 tahun.

Selain itu, kondisi fisik hewan juga menjadi perhatian utama. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat, tidak cacat, tidak buta, tidak pincang, serta tidak dalam kondisi sakit atau terlalu kurus.

“Kita harus mengeluarkan yang terbaik, jadi tidak sakit, kemudian tidak cacat, tidak kurus. Artinya sapinya atau kambingnya itu dari segi usia cukup, kemudian sehat, gemuk, itu lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, jenis kelamin hewan tidak menjadi persoalan. Namun, hewan betina tidak diperbolehkan dalam kondisi bunting karena dapat memengaruhi keberlangsungan populasi ternak.

Melalui kerja sama dengan DTPHP, Kemenag Berau akan melakukan pengecekan ke lokasi penjualan hewan kurban guna memastikan tidak ada hewan yang terindikasi membawa penyakit atau tidak layak dijual.

“Biasanya kita kerja sama untuk mengecek langsung ke lapangan, memastikan kelayakan hewan. Kita khawatir ada hewan yang membawa virus atau penyakit,” ucapnya.

Meski jadwal pemeriksaan belum ditetapkan, koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satgas Halal, akan dilakukan untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal.

Di sisi lain, masyarakat diimbau lebih cermat dalam memilih hewan kurban dan tidak hanya mempertimbangkan harga. Pemeriksaan kondisi fisik, usia, serta asal-usul hewan menjadi hal penting agar ibadah kurban dapat dilaksanakan dengan baik.

“Hati-hati ketika membeli hewan-hewan yang mungkin tidak jelas asal-usulnya. Perhatikan kesehatannya. Kami berharap para penjual juga sudah bekerja sama dengan dinas terkait untuk memastikan kelayakan hewan kurban,” tuturnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Kasus Penggelapan Pupuk di Talisayan, DTPHP Berau Luruskan Fakta

    Heboh Kasus Penggelapan Pupuk di Talisayan, DTPHP Berau Luruskan Fakta

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Adanya kasus penggelapan pupuk yang terjadi di Talisayan bahkan hingga ke ranah hukum, menjadi perbincangan masyarakat khususnya para petani. Namun, ketika dikonfirmasi soal ini, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau menegaskan jika pupuk tersebut bukanlah jenis pupuk subsidi dari pusat. “Yang diamankan itu jenis pupuk NPK Granul 13-5-27-4, yang bukan […]

  • Masa Tenang Dimulai, Cuti Bupati Berakhir

    Masa Tenang Dimulai, Cuti Bupati Berakhir

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 796
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Setelah menjalani cuti kampanye selama Pilkada, Sri Juniarsih kembali menjabat sebagai Bupati Berau pada hari ini, Minggu (24/11/2024). Cuti yang diberikan kepada Sri Juniarsih berakhir pada 23 November 2024, sementara dari tanggal 24 hingga 26 November sudah memasuki masa tenang Pilkada, yang mana segala kegiatan kampanye, termasuk promosi diri dan pembagian bingkisan, dilarang. […]

  • Berau Terpanas di Indonesia, Suhu Sentuh 36,4 Derajat Celsius

    Berau Terpanas di Indonesia, Suhu Sentuh 36,4 Derajat Celsius

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.682
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara paling panas di Indonesia hari ini berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Data ini berdasarkan perbandingan dari 20 stasiun meteorologi di seluruh Indonesia selama 24 jam, sejak pukul 07.00 WIB, Sabtu kemarin. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, suhu maksimum […]

  • Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    Pemulihan Pascabanjir Terkendala Listrik, Pemkab Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 547
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi pasca bencana banjir bandang di dua kampung terparah di Kecamatan Segah yakni Kampung Long Laai dan Long Ayap, memerlukan perhatian khusus. Hal ini diungkapkan Camat Segah, Noor Alam saat menghadiri rapat terbatas pembahasan penanganan bencana. “Yang jadi masalah saat ini di Kampung Long Laai dan Long Ayap, adalah kebutuhan penerangan atau […]

  • Masjid Lama Berpotensi Salah Arah Kiblat, Kemenag Berau Siap Kalibrasi

    Masjid Lama Berpotensi Salah Arah Kiblat, Kemenag Berau Siap Kalibrasi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kementerian Agama Kabupaten Berau membuka layanan kalibrasi arah kiblat bagi masjid dan musala yang diduga belum presisi menghadap ke arah Ka’bah. Layanan ini disediakan sebagai respons atas temuan masyarakat yang kerap melihat perbedaan arah kiblat melalui aplikasi penunjuk arah di telepon genggam. Kepala Kemenag Berau Kabul Budiono mengatakan perbedaan arah kiblat pada […]

  • Serap Aspirasi Petani, Alat Perontok dan Pengering Padi Jadi Kebutuhan Mendesak

    Serap Aspirasi Petani, Alat Perontok dan Pengering Padi Jadi Kebutuhan Mendesak

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTHP) Kabupaten Berau terus memperkuat layanan berbasis lapangan melalui strategi “jemput bola” untuk memastikan aspirasi dan kebutuhan nyata para petani terserap secara optimal. Langkah ini menjadi komitmen DPTHP dalam menyiapkan program bantuan yang benar-benar tepat sasaran demi peningkatan hasil pertanian dan efisiensi kerja di tingkat kelompok […]

expand_less