Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Tak Hanya Kontribusi Untuk PAD Berau, PT Hutan Sanggam Juga Dorong Ketahanan Pangan dan Pemulihan Hutan

Tak Hanya Kontribusi Untuk PAD Berau, PT Hutan Sanggam Juga Dorong Ketahanan Pangan dan Pemulihan Hutan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • visibility 1.987
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — PT Hutan Sanggam Berau (HSB) bersama masyarakat Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, memanen perdana jagung seluas lima hektare pada Agustus 2025 lalu. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara perusahaan dan warga untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pemulihan kawasan hutan yang dikelola HSB.

Panen perdana itu juga mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Berau serta aparat Polsek Segah. Berdasarkan hasil pemantauan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), produktivitas jagung kali ini masih tergolong rendah, sekitar 1,2 ton per hektare.

Direktur PT HSB, Roby Maula, tidak menampik capaian tersebut belum maksimal. Ia menjelaskan, sejumlah faktor teknis menjadi penyebab utama, mulai dari pengolahan lahan yang kurang optimal, jarak tanam yang belum sesuai, hingga pemupukan yang masih minim.

“Hasil panen memang belum tinggi, hanya sekitar 1,2 ton per hektare. Ini karena beberapa faktor teknis, seperti tidak adanya pengolahan lahan pasca panen padi dan kurangnya pemupukan,” kata Roby saat ditemui di Tanjung Redeb, Kamis (9/10/2025).

Meski begitu, Roby menilai hasil tersebut tetap memberi harapan. Jagung hasil panen pertama diterima oleh Bulog Berau dengan harga Rp6.400 per kilogram setelah proses penjemuran, lebih tinggi dari harga dasar yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram.

“Kami bersyukur hasil panen perdana ini bisa diterima Bulog dengan harga baik. Ini menjadi penyemangat bagi kami dan masyarakat untuk terus memperbaiki metode tanam ke depan,” ujarnya.

Potensi Pertanian Berau

Menurut Roby, Kabupaten Berau memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama untuk komoditas jagung. Pada 2021, Berau bahkan tercatat sebagai salah satu daerah dengan produktivitas jagung tertinggi di Kalimantan Timur, mencapai enam ton per hektare.

Melihat potensi itu, PT HSB berencana memperluas program pertanian terpadu. Tak hanya berfokus pada jagung, program ini akan dikembangkan untuk komoditas lain seperti padi, kedelai, kopi, dan kakao. Strategi ini menjadi bagian dari model pengelolaan hutan berkelanjutan yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan konservasi lingkungan.

“Untuk jangka pendek kami fokus pada tanaman ketahanan pangan, sedangkan jangka menengah diarahkan pada tanaman unggulan seperti kakao dan kopi,” jelasnya.

Roby menambahkan, setiap pengembangan program akan didahului studi kelayakan untuk memastikan keberlanjutan usaha. Analisis awal menunjukkan usaha tani jagung memiliki R/C ratio sebesar 2,08, menandakan secara ekonomi layak dengan potensi keuntungan mencapai Rp15,7 juta per hektare.

“Analisa ini memang masih tematik, tapi sudah menunjukkan prospek yang positif. Dengan penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan pemerintah, kami optimistis produktivitas akan meningkat,” kata Roby.

Komitmen Sosial dan Lingkungan

Selain pengembangan pertanian, PT HSB juga melaksanakan sejumlah kegiatan lain di wilayah operasinya. Di antaranya pengembangan persemaian tanaman hutan skala besar, reklamasi pascatambang, serta perbaikan infrastruktur jalan di sekitar kawasan hutan.

Roby menyebut, seluruh upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“HSB ingin menjadi contoh bahwa pengelolaan hutan bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

 

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Air Bersih di Maratua, DPRD Berau Dorong Teknologi Penyulingan Air Laut

    Krisis Air Bersih di Maratua, DPRD Berau Dorong Teknologi Penyulingan Air Laut

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    BERAU — Persoalan air bersih di Pulau Maratua yang belum teratasi dengan baik dinilai dapat berdampak pada aktivitas harian masyarakat kampung hingga sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan wilayah kepulauan tersebut. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menyarankan penggunaan teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar atau desalinasi sebagai salah satu solusi penanganan krisis […]

  • Berau Diguncang 21 Gempa Susulan, BMKG: Sesar Mangkalihat Jadi Pemicu

    Berau Diguncang 21 Gempa Susulan, BMKG: Sesar Mangkalihat Jadi Pemicu

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    A-news.id, Tanjung Redeb – Gempa berkekuatan 5,6 SR yang mengguncang Kabupaten Berau pada Minggu malam hingga hari ini, Selasa (17/9/2024), merupakan dampak dari pergeseran sesar Mangkalihat yang terbentang dari Kecamatan Bidukbiduk hingga Tanjung Redeb, serta sesar Maratua yang membentang hingga ke Tanjung Selor – Bulungan. Pergerakan sesar Mangkalihat ini membuat warga di sejumlah wilayah panik, […]

  • Tak Terdampak WFA, Layanan KTP dan Dokumen di Berau Tetap Jalan

    Tak Terdampak WFA, Layanan KTP dan Dokumen di Berau Tetap Jalan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak menghentikan layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Berau. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung selama periode tersebut. Kepala Disdukcapil Berau, David Pamudji, mengatakan instansinya telah menetapkan sejumlah hari operasional selama masa penerapan WFA. Layanan tetap […]

  • Insiden Tongkang Karam, DLHK Berau Tak Berani Ambil Tindakan : Kewenangan Hanya di Sungai Kecil

    Insiden Tongkang Karam, DLHK Berau Tak Berani Ambil Tindakan : Kewenangan Hanya di Sungai Kecil

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Insiden karamnya kapal tongkang bermuatan batu bara milik PT Berau Coal di perairan Sungai Mantaritip, rupanya baru diketahui oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) pada Selasa (22/10/2024) kemarin. Saat ditemui awak media, Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK Berau, Ida Ayu mengatakan hal tersebut bukan merupakan kewenangan DLHK untuk […]

  • Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

    Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ratusan juta rupiah kerugian dialami para nelayan budidaya di Maratua setelah ribuan ikan mati mendadak dalam sebulan terakhir. Menanggapi kondisi ini, Dinas Perikanan Kabupaten Berau menilai faktor teknis budidaya menjadi penyebab utama, namun tetap berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk pendalaman kasus. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Yunda Zuliarsih, menyebut sebagian besar ikan […]

  • Kasus Penusukan Samarinda Terkuak, Polisi Beberkan Detik-Detik Kematian Korban Lewat Rekonstruksi

    Kasus Penusukan Samarinda Terkuak, Polisi Beberkan Detik-Detik Kematian Korban Lewat Rekonstruksi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan Muhammad Reza Adam Jafar di halaman Mapolsek Samarinda Seberang, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Samarinda. Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka berinisial GS memperagakan 11 adegan yang menggambarkan rangkaian peristiwa hingga korban meninggal dunia. Kasi Humas Polresta Samarinda, Inspektur Polisi Dua Arie Soeharyadi, mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk memastikan […]

expand_less