Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Batubara 7.537 Ton Tumpah di Sungai Berau, Insiden Usai Loading di Jety PT Berau Coal

Batubara 7.537 Ton Tumpah di Sungai Berau, Insiden Usai Loading di Jety PT Berau Coal

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
  • visibility 3.346
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sambaliung — Insiden pelayaran kembali terjadi di perairan Kabupaten Berau. Sebuah tongkang bermuatan ribuan ton batubara terbalik di Sungai Mantaritip, tepat nya ke arah Muara Pantai Tanjung Redeb, Kabupaten Berau pada Jumat malam (18/10). Kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 20.30 WITA dan diduga berpotensi menyebabkan pencemaran sungai.

Dilansir dari media a-news.id, tongkang yang terbalik membawa sekitar 7.000 ton batubara. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun seluruh muatan batubara dilaporkan tumpah ke sungai.

Kahar, salah satu kru kapal dengan nomor lambung Intan Megah 14, mengungkapkan bahwa tongkang tersebut berukuran 300 feet dan memulai perjalanan dari port of loading di Suaran Port, jety milik PT Berau Coal. Tongkang itu rencananya menuju muara sebelum mengalami kecelakaan. Kahar menjelaskan bahwa tanda-tanda bahaya sudah terlihat sejak pengisian batubara di jeti, ketika tongkang mulai menunjukkan kemiringan.

“Dari jety sudah mulai miring-miring, kami sudah mau kandaskan tongkang karena mulai miring. Tapi, saat air pasang dan kami jalan lagi, kemiringan bertambah hingga akhirnya batubara tumpah sekitar pukul 20.30 WITA,” ujar Kahar kepada awak media, Sabtu (19/10).

Dari sejumlah video amatir yang beredar, terlihat jelas tongkang tersebut sudah terbalik total di sekitar Pelabuhan Mantaritip, dan tidak ada batubara yang tersisa di dalamnya. Proses evakuasi telah dilakukan, namun akibat tumpahan batubara dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi ekosistem sungai.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan pelayaran di Kabupaten Berau, yang semakin mengundang perhatian atas pentingnya standar keselamatan di jalur transportasi batubara.

Sementara itu, terkait dugaan batubara milik PT Berau Coal, kami telah melakuan upaya konfirmasi kepada Corporate Communication PT Berau Coal, Rudini. Namun hingga berita ini terbit belum ada memberikan jawaban.

Selain itu, bersumber dari website Kementrian Perhubungan RI Direktorat Jendral Perhubungan Laut(hubla.dephub.go.id), insiden tenggelamnya tongkang Intan Kelana 23 terjadi setelah proses pemuatan batubara di Jetty Suaran, milik PT Berau Coal. Kejadian ini berlangsung pad akamis, 17 Oktober 2024, pukul 23.25 wita saat tongkang tersebut memuat batubara dengan total cargo sebanyak 7.537,139 metrik ton (MT).

Proses pemuatan berakhir pada Jumat, 18 Oktober 2024, sekitar pukul 01.45 WITA. Namun setelah pemuatan selesai, kondisi tongkang dilaporkan dalam keadaan miring ke kiri. Surveyor yang berada di lokasi sudah memberikan informasi kepada Master Loading bahwa tongkang tersebut dalam kondisi miring dengan kemiringan mencapai 65 cm. Meskipun demikian, proses pelepasan tongkang (cast off) dari jetty tetap dilanjutkan.

Kemudian, sekitar pukul 06.00 WITA, kemiringan tongkang semakin bertambah parah. Kru kapal kemudian mengambil inisiati untuk mengandaskan tongkang guna meminimalisir risiko lebih lanjut.

“Namun, muatan batubara yang tidak stabil mulai longsor, menyebabkan tongkang semakin miring hingga akhirnya tenggelam di posisi koordinat 02°01’1352″ N dan 117°48’0402″ E. Penyebabnya adalah karena poreses pemuatan dengan kondisi kapal yang miring yang mungkin air masuk lewat Manhole,” dikutip dari website hubla.dephub.go.id dengan judul, tongkang intan kelana 23 tenggelam usai memuat batubara di jetty PT Berau Coal. (mr)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Sukan Tengah Berau Masuk 5 Besar Desa Digital Kaltim

    Kampung Sukan Tengah Berau Masuk 5 Besar Desa Digital Kaltim

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar lomba desa digital 2024. Satu kampung di Kabupaten Berau, yakni Kampung Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung, masuk dalam nominasi. Lomba desa digital menjadi kegiatan rutin yang dilakukan guna mendukung penerapan teknologi informasi dan komunikasi di desa atau kampung, dalam pelayanan publik […]

  • Ratna Kalalembang Dorong Inovasi Kader Posyandu untuk Memerangi Stunting di Kabupaten Berau

    Ratna Kalalembang Dorong Inovasi Kader Posyandu untuk Memerangi Stunting di Kabupaten Berau

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang terus memberi perhatiannya terhadap dunia kesehatan. Salah satunya terkait dengan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Berau. Dikatakan Ratna, kader posyandu perlu diberi peningkatan kapasitas ilmu kesehatan anak, baik melalui pelatihan maupun workshop yang melibatkan kader posyandu di setiap kecamatan. Hal itu wajib dilakukan karena kader […]

  • Ketika Leluhur Menuntun Alam: Manugal Dayak Merabu Pikat Wisatawan

    Ketika Leluhur Menuntun Alam: Manugal Dayak Merabu Pikat Wisatawan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di balik pesona karst dan danau-danau cantik di Kampung Merabu, terdapat satu tradisi yang hingga kini tetap dijaga dan menjadi identitas budaya masyarakat Dayak Lebo: Manugal. Tradisi ini bukan sekadar cara bertani, tetapi juga menjadi atraksi budaya yang menarik minat wisatawan untuk melihat langsung kearifan lokal yang terus diwariskan lintas generasi. Manugal […]

  • Ekspor Center Bantu UMKM Berau Tembus Pasar Global, Sri Juniarsih: Ini Langkah Nyata Meningkatkan Daya Saing

    Ekspor Center Bantu UMKM Berau Tembus Pasar Global, Sri Juniarsih: Ini Langkah Nyata Meningkatkan Daya Saing

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau adalah kepercayaan konsumen luar daerah, terutama dalam konteks perdagangan ekspor. Selama ini, transaksi dengan pembeli dari luar negeri hanya bisa dilakukan secara virtual, tanpa pertemuan tatap muka. Situasi ini kerap memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku UMKM akan […]

  • Ditemukan Jarak 5 Kilometer, Korban Kedua Hilang di Maratua Akhirnya Ditemukan

    Ditemukan Jarak 5 Kilometer, Korban Kedua Hilang di Maratua Akhirnya Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    MARATUA  — Setelah dua jam melakukan pencarian, korban kedua yakni anak yang dilaporkan hilang di Maratua ditemukan juga dalam keadaan meninggal dunia. Korban pertama ditemukan sang ayah saat melakukan penyelaman di sekitar speed boat yang bersandar, sekitar pukul 22.00 wita. Sedangkan korban kedua ditemukan sekitar pukul 23.47 wita atau menjelang pagi. “Lokasi ditemukannya korban kedua […]

  • Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 560
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Petani kelapa sawit di Kabupaten Berau tidak termasuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi. Hal itu berlaku sejak Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Tahun 2022 diterapkan, yaitu pemerintah hanya memberikan subsidi pupuk untuk sembilan komoditas. Dari yang sebelumnya mencakup 70 komoditas, kini hanya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta beberapa komoditas hortikultura dan […]

expand_less