Bersiap Sambut Lonjakan Wisatawan Nataru DPRD Minta Pengamanan Diperkuat, Destinasi Kampung & Bahari Dioptimalkan
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 90
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, meminta Pemkab memperkuat standar keamanan serta kesiapan destinasi wisata — mulai dari kampung wisata hingga kawasan bahari dan konservasi laut. Ia menyebut periode Nataru biasanya menjadi puncak kunjungan, baik dari warga lokal maupun wisatawan luar daerah.
Menurut Suriansyah, arus kunjungan pada momen tersebut tak hanya berkaitan dengan rekreasi, tetapi juga mobilitas pulang kampung, pergerakan ekonomi kreatif, dan aktivitas wisata kuliner. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun lebih awal, termasuk pengelolaan transportasi dan fasilitas pendukung.
“Saat liburan panjang, lonjakan pengunjung tak terhindarkan. Kita harus memastikan destinasi aman, nyaman, dan siap menampung wisatawan,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar evaluasi keselamatan dilakukan sebelum musim kunjungan dimulai, terlebih setelah beberapa insiden yang pernah terjadi di sejumlah kawasan pantai dan wisata alam Berau. Skema keamanan terpadu dinilai wajib diterapkan, termasuk penjagaan pantai, jalur evakuasi, serta papan peringatan cuaca laut.
“Keselamatan itu harga mati. Jangan sampai kelalaian teknis mengorbankan pengunjung,” tegasnya.
Suriansyah juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, tim SAR, pelaku wisata, serta relawan kampung. Sinergi ini dianggap penting untuk memperkuat mitigasi risiko, sekaligus membantu wisatawan mendapatkan informasi real-time — termasuk lewat sistem digital seperti papan informasi, call center pariwisata, hingga navigasi destinasi berbasis peta online.
Selain keamanan, ia menilai libur Nataru adalah momen strategis untuk menggerakkan perekonomian kampung. UMKM kuliner laut, penyedia jasa transportasi air, homestay, hingga pemandu wisata lokal disebut dapat terdampak langsung jika ekosistem turisme dikelola lebih profesional.
“Berau dikenal karena baharinya, hutannya, hingga adat kampungnya. Jika wisatawan merasa aman dan puas, mereka bukan hanya datang sekali — mereka kembali dan membawa orang lain,” ucapnya.
Ia berharap persiapan matang dapat membuat Nataru berjalan tanpa insiden, sekaligus memperkuat daya tarik Berau di tingkat regional maupun nasional.
“Kalau wisatawan pulang dengan pengalaman yang baik, maka nama Berau akan ikut menyebar,” tutupnya. (adv/AKM)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar