Bupati Berau Sebut Peresmian Koperasi Merah Putih Hanya Menunggu Waktu
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
- visibility 162
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB– Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan saat ini pemerintah tengah memprioritaskan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai bagian dari agenda nasional. Kabupaten Berau termasuk dalam wilayah yang akan segera meresmikan koperasi tersebut.
“Koperasi ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan UMKM serta meningkatkan daya saing mereka secara signifikan,” kata Sri Juniarsih dalam agenda peringatan Harkopnas, beberapa waktu lalu.
Kalimantan Timur disebut telah menuntaskan tahapan pembentukan koperasi tersebut. Di Berau, tinggal menunggu peresmian sebelum akhirnya beroperasi penuh. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) lokal yang tersebar hampir di seluruh kampung sebagai basis pengembangan ekonomi melalui koperasi.
Dalam kunjungannya ke berbagai wilayah, Sri kerap mengingatkan pemerintah kampung dan dinas teknis agar serius menggarap potensi yang tersedia. Ia mencontohkan, banyak kampung di Berau memiliki komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, jagung, padi, hasil perikanan, dan juga pariwisata yang belum tergarap maksimal.
“Potensi yang dimiliki setiap kampung sebenarnya cukup menjanjikan. Tinggal bagaimana mengelolanya secara kolektif melalui koperasi, dengan warga sebagai anggota aktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan mengintegrasikan program pemerintah melalui wadah koperasi, pengelolaan sumber daya bisa lebih optimal dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyebutkan peran Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau sangat penting untuk memastikan program Koperasi Merah Putih dapat dijalankan secara konkret.
Menurutnya, inisiatif ini adalah peluang besar yang tak boleh disia-siakan. Selain untuk memperkuat struktur ekonomi lokal, keberadaan koperasi juga diharapkan menjadi instrumen untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Berau. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar