City Branding Baru, Berau Bidik Pariwisata dan UMKM Jadi Pilar Ekonomi
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 15 Sep 2025
- visibility 784
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau meluncurkan identitas baru promosi daerah lewat Berau City Branding (BCB). Langkah ini melengkapi tagline Lovely Berau yang lebih dulu dikenal, sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan city branding ini tidak sekadar simbol, melainkan strategi untuk memperluas daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif masyarakat. Salah satu fokus pengembangan ada di wisata kampung berbasis ekowisata berkelanjutan, seperti Kampung Ekowisata Rotan Long Beliu.
“Dengan city branding baru, kami ingin Berau semakin dikenal luas, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat ekonomi kreatif masyarakat lokal,” kata Sri di Tanjung Redeb.
Selain pariwisata, Pemkab juga menaruh perhatian pada pengembangan produk kreatif daerah. Kehadiran Sentra Tenun Berau menjadi salah satu wujudnya, dengan melibatkan para perajin untuk menghasilkan produk kriya dan wastra khas Berau. Produk-produk ini kerap menjadi buruan pembeli saat pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Alhamdulillah, setiap kali pameran wastra maupun kriya Nusantara digelar, produk khas Berau selalu laris. Itu membuktikan potensi ekonomi kreatif kita sangat besar,” ujar Sri.
Penguatan sektor pariwisata dan UMKM ini sebelumnya mengantarkan Berau meraih Pemimpin Daerah Award 2025 kategori Pengembangan Pariwisata dan UMKM. Pemerintah menargetkan sektor ini sebagai pilar utama perekonomian daerah pada periode 2025–2030, sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dan RPJMD Kaltim.
Logo BCB sendiri hadir dengan tiga warna utama. Biru menjadi dasar huruf b, melambangkan identitas Berau sekaligus simbol fauna khas penyu yang menjadi bagian dari potensi ekonomi biru. Oranye merepresentasikan dinamika ekonomi kreatif perkotaan, sementara hijau menggambarkan kekuatan ekologis Berau di bidang kehutanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan, serta komitmen pada pembangunan berwawasan lingkungan.
Sri menegaskan, identitas baru ini tidak hanya sebagai penanda visual, tetapi juga cerminan potensi budaya dan semangat gotong royong masyarakat Berau.
“City branding ini bukan sekadar logo. Ia adalah wajah baru Berau, yang mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan energi kreatif masyarakatnya,” pungkasnya.(akmal/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar