Dari Terasi hingga Kerajinan, UMKM Berau Bersiap Masuki Ekspor Berkelanjutan
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- visibility 294
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dari Terasi hingga Kerajinan, UMKM Berau Bersiap Masuki Ekspor Berkelanjutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB- Untuk memperluas jangkauan produk UMKM ke pasar internasional, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan citra produk ekspor. Kegiatan ini berlangsung di lantai dua kantor Diskoperindag Berau dan diikuti oleh 25 pelaku UMKM terpilih.
Fokus dari bimtek kali ini adalah membekali para pelaku UMKM dengan pengetahuan praktis dan strategis agar mampu memperkuat posisinya di pasar ekspor. Dua narasumber dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Ekspor Center dihadirkan untuk memberikan materi.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar global.
Menurutnya, selain sebagai wadah pelatihan, bimtek ini juga diharapkan mampu mencetak pelaku usaha baru dengan orientasi ekspor.
Ia juga menyoroti bahwa sebagian pelaku UMKM di Berau telah memiliki kualitas produk dan kemasan yang layak bersaing, bahkan beberapa di antaranya sudah menembus pasar nasional hingga internasional.
Melalui bimtek ini, para pelaku UMKM tersebut diharapkan bisa memperkuat strategi ekspor mereka agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Produk-produk yang ikut serta dalam bimtek ini beragam, mulai dari makanan ringan, gula merah, terasi, cokelat, madu, hingga kerajinan batuan yang diolah menjadi perhiasan. Menurut Eva, pelaku usaha ini sudah memiliki pasar tersendiri, dan yang kini dibutuhkan adalah peningkatan kapasitas agar mereka bisa memperluas cakupan distribusinya secara global.
Lebih jauh, bimtek ini juga dianggap sebagai salah satu upaya Pemkab Berau dalam merespons permintaan Bupati Sri Juniarsih untuk memutus rantai distribusi yang merugikan petani atau pengrajin lokal, khususnya terkait praktik tengkulak dalam pembelian bahan mentah seperti terasi.
Dengan memperkuat posisi UMKM, diharapkan nilai tambah produk bisa dinikmati langsung oleh pelaku usahanya. Diskoperindag memastikan bahwa dukungan terhadap UMKM tak akan berhenti di pelatihan ini saja.
“Pemantauan dan pendampingan lanjutan akan terus dilakukan bersama Pemprov Kaltim agar transfer ilmu yang diberikan benar-benar bisa diimplementasikan secara nyata oleh para pelaku UMKM,” pungkasnya.
Dukungan terhadap upaya ini juga datang dari Bupati Berau, Sri Juniarsih. Ia menyampaikan apresiasi terhadap program yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi daerah berbasis penguatan sektor UMKM.
Menurutnya, pelatihan semacam ini menjadi langkah konkret untuk menciptakan UMKM yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki daya saing di pasar luar negeri.
“Kita harhs memotong mata rantai perdagangan yang selama ini merugikan pelaku lokal, khususnya dalam sektor bahan mentah seperti terasi, dengan cara memperkuat kemampuan produksi dan pemasaran UMKM,” tandasnya. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar