Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Dinkes Kaltim Gencarkan Evaluasi untuk Eliminasi Malaria di Seluruh Kabupaten/Kota

Dinkes Kaltim Gencarkan Evaluasi untuk Eliminasi Malaria di Seluruh Kabupaten/Kota

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
  • visibility 1.450
  • print Cetak

Samarinda  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Tatalaksana Malaria dan Jejaring Layanan Malaria guna memperkuat upaya penanganan kasus dan mendorong eliminasi malaria di seluruh kabupaten/kota.

“Malaria masih menjadi tantangan kesehatan serius di Kalimantan Timur. Kita perlu terus berupaya menurunkan angka kasus dan memperluas cakupan eliminasi ke seluruh wilayah,” kata Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Jumat dikutip dari ANTARA.

Ia menegaskan, walaupun beberapa kabupaten/kota di Kaltim telah mencapai eliminasi malaria, namun masih ada daerah-daerah dengan angka kasus yang cukup tinggi.

Melalui monitoring dan evaluasi tersebut pihaknya berupaya mengidentifikasi berbagai tantangan dan permasalahan dalam penanganan malaria, sehingga dapat merumuskan solusi yang tepat dan efektif.

Menurut dia, Dinkes Kaltim mengusung agenda komprehensif yang mencakup berbagai aspek penanganan malaria. Pemaparan data dan informasi terbaru mengenai epidemiologi malaria di Kaltim menjadi salah satu fokus utama, meliputi tren kasus, distribusi geografis, dan kelompok berisiko.

Selain itu, dilakukan pula pembahasan mendalam mengenai pedoman dan prosedur terkini dalam diagnosis, pengobatan, dan penatalaksanaan kasus malaria sesuai dengan standar nasional dan internasional.

“Tak kalah penting, monitoring dan evaluasi tersebut juga menyangkut sosialisasi dan mendiskusikan kebijakan pemerintah dalam penanganan malaria, termasuk strategi, program, dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Dinkes Kaltim menggenjot pola kemitraan dan kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam upaya penanganan malaria, meliputi penyediaan layanan kesehatan, pengadaan obat, dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Kami berharap kegiatan monitoring dan evaluasi ini dapat meningkatkan komitmen dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan malaria di Kaltim,” ucap Jaya. (ANTARA/AR)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Gunung Tabur — Warga RT 05 Gang Sepakat, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, digegerkan oleh penemuan sesosok jenazah di dalam sebuah rumah pada Selasa malam, 7 April 2026. Jenazah tersebut ditemukan sekitar pukul 20.00 WITA. Hingga pukul 21.16 WITA, proses evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Mewakili Kapolsek Gunung Tabur, Wakapolsek Gunung […]

  • Layanan Berbasis Online Dorong Investasi dan Permudah Akses Publik

    Layanan Berbasis Online Dorong Investasi dan Permudah Akses Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    BERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern kembali diperkuat melalui terobosan digital di sektor perizinan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merumuskan inovasi melalui layanan berbasis daring yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan izin. Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, menjelaskan bahwa inovasi ini […]

  • Kemenkes Turun Langsung, RSD Soemarno Diuji Naik ke Tipe B

    Kemenkes Turun Langsung, RSD Soemarno Diuji Naik ke Tipe B

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 730
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Upaya Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, untuk naik kelas dari rumah sakit Tipe C ke Tipe B memasuki tahap krusial. Tim gabungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan visitasi lapangan guna memastikan kesiapan rumah sakit tersebut. Visitasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi […]

  • Dihebohkan Buaya 3 Meter Muncul Di Pemukiman, Warga Bertindak Sendiri Karena Tak Ada Respons Petugas  ‎

    Dihebohkan Buaya 3 Meter Muncul Di Pemukiman, Warga Bertindak Sendiri Karena Tak Ada Respons Petugas ‎

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.221
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Warga Jalan Pulau Semama, Gang Banua, dibuat heboh seekor buaya sepanjang sekitar tiga meter kembali muncul di area permukiman padat penduduk itu. Sabtu (25/10/2025) malam. Tanpa menunggu bantuan, warga pun nekat berjibaku menaklukkan hewan buas tersebut secara mandiri. ‎Selama hampir satu jam, belasan warga menyisir lokasi dengan peralatan seadanya. Di tengah pencarian, […]

  • Bau Tak Sedap TPA Berau Segera Diatasi dengan ‘Control Landfill’

    Bau Tak Sedap TPA Berau Segera Diatasi dengan ‘Control Landfill’

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Meski tidak seintens sebelumnya, aroma menyengat dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Jalan Sultan Agung, rupanya masih sering dikeluhkan masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Aroma tidak sedap itu muncul di saat-saat tertentu, seperti musim hujan dan saat pembuangan baru dilakukan. Dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan […]

  • Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

    Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BERAU – Perairan Karang Dangalahan menjadi perhatian warga Balikukup setelah muncul laporan mengenai nelayan dari luar daerah yang diduga menggunakan kompresor untuk mengambil hasil laut. Warga khawatir aktivitas tersebut tidak hanya menguras sumber daya laut, tetapi juga mengancam terumbu karang yang menjadi tumpuan nelayan tradisional setempat. Persoalan ini mencuat sejak awal Juli 2026. Seorang nelayan […]

expand_less