Enam Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan ke-80, TP PKK Berau Bagikan Bingkisan dan Serukan Pencegahan Stunting
TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Berau tidak hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan. Di RSUD dr. Abdul Rivai, suasana haru menyelimuti ruang bersalin. Enam bayi tercatat lahir bertepatan dengan 17 Agustus, tiga di antaranya sebelum detik-detik pembacaan teks proklamasi.
Sementara tiga bayi lainnya masih menunggu waktu kelahiran, yang diperkirakan tetap jatuh di hari yang sama. Momentum ini menjadi perhatian khusus bagi jajaran pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Berau. Mereka datang membawa bingkisan khusus sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para ibu yang baru melahirkan.
Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun oleh Ketua TP PKK Berau, Sri Aslinda, yang juga merupakan istri Wakil Bupati Berau, Gamalis.
“Kami bersyukur, ada enam bayi yang lahir di bulan kemerdekaan ini,” ujarnya kepada media usai memberikan bingkisan.
Menurutnya, kelahiran bayi-bayi ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kecukupan gizi sejak dini.
Ia menambahkan bahwa upaya memerangi stunting tidak bisa hanya bergantung pada tenaga kesehatan atau pemerintah daerah semata. Peran orang tua dalam memastikan asupan gizi seimbang pada anak dinilai sangat krusial.
“Kalau ada gejala stunting, harus cepat ditangani. Setelah usia dua tahun, akan lebih sulit diintervensi secara medis,” jelasnya.
Setelah menyambangi para ibu di ruang bersalin, rombongan TP PKK Berau melanjutkan agenda ke wilayah Teluk Bayur. Di sana, mereka menyerahkan bantuan sembako kepada sepuluh keluarga dengan anak yang memiliki risiko stunting.
“Kami bagian dari tim besar yang terus berupaya menurunkan angka stunting di Berau,” kata Sri Aslinda.
Di ruang bersalin RSUD dr. Abdul Rivai, Desi Indah Sari baru saja menyambut kelahiran anak keduanya pada pukul 03.15 WITA. Bayi perempuan itu lahir secara normal di Ruang Chrysant, dan bagi Indah, kelahirannya menjadi hadiah spesial di Hari Kemerdekaan.
“Belum kami beri nama, tapi kemungkinan akan diselipkan kata Agustina karena lahir pas tanggal 17 Agustus,” ungkapnya sambil tersenyum.
Indah juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dari TP PKK dan pihak rumah sakit. Ia berkomitmen untuk rutin mengunjungi posyandu demi memantau tumbuh kembang bayinya.
“Alhamdulillah, anak saya lahir sehat. Semoga ke depannya juga terus sehat,” tutupnya. (adv/yf)
